Seandainya Saya Menjadi Anggota DPD DKI Jakarta

Pada post sebelumnya, saya bilang akan menjabarkan implementasi dari perkataan saya. Disini saya akan memposisikan sebagai anggota DPD Provinsi DKI Jakarta.

Pertama : Sadar dan peduli akan peran.

Saya akan membaur dengan masyarakat Jakarta dan berjanji harus membangun DKI Jakarta melalui RUU yang saya ajukan. Poin pentingnya adalah membangun DKI Jakarta bukan membangun diri sendiri (no korupsi).

Kedua : Menganalisis apa yang sebenarnya masyarakat Jakarta butuhkan.

Caranya bisa dengan lomba seperti ini, jejaring sosial (twitter dan facebook) untuk masukan, telepon DPD untuk pengaduan, angket kepada masyarakat, ataupun turun langsung ke masyarakat yang tidak terjangkau media.

Menurut analisis saya satu akar masalah Jakarta adalah kepadatan penduduk. Buntut dari masalah ini adalah kemacetan, banjir, semerawut, kriminalitas, pengangguran, gepeng, dll.

Ketiga : Menjalankan fungsi anggota DPD dari hasil analisis .

Kepadatan penduduk. Macet, banjir, semerawut, pengangguran, kriminalitas, gepeng adalah buntut dari kepadatan penduduk di Jakarta yang mengkhawatirkan (13.000 jiwa/km2). Urbanisasi adalah penyebabnya. Untuk mengatasi masalah ini butuh DPD provinsi lain untuk mempercepat pembangunan daerah mereka. 70% perputaran uang Indonesia ada di Jakarta, jadi jangan salahkan pendatang.

Lalu apa yang saya lakukan ? Saya akan mengajukan RUU yang memperketat pembangunan infrastruktur yang tidak urgen seperti mall dan perumahan. Kesenjangan antara provinsi Jakarta dengan yang lain harus dikurangi. Pembangunan harus merata. Peraturan Jakarta sebagai kota tertutup akan saya tekankan. Hanya yang sudah punya pekerjaan yang boleh tinggal. Saya juga akan memulangkan urban ilegal. Saya akan perjuangkan mati-matian RUU yang berfungsi mengurangi kepadatan penduduk di Jakarta.

Tambora, Jakarta, 43.789 jiwa per kilometer persegi

Kemacetan. Saya ingin mengubah mindset “Bukan Jakarta kalau tidak macet”. Penyebab kemacetan adalah pertumbuhan jalan yang tidak sebanding dengan kendaraan. Banyaknya kendaraan karena banyak penduduk, kembali ke poin atas. Dari website tempo, tahun 2010 pertumbuhan jalan di Jakarta 0,01% sedangkan kendaraan bertambah 1172 perhari. Cara mengatasinya adalah memperbaiki sistem transportasi masal yang umum digunakan warga seperti KRL, bus kota atau busway agar pengguna kendaraan pribadi berkurang. Ajukan pertimbangan alokasi dana untuk memperbaiki sistem transportasi lama alih-alih untuk membuat sistem transportasi baru. Setelah transportasi masal dibenahi, saya punya alasan untuk membuat RUU pembatasan jumlah kendaraan pribadi.

Kemacetan di Jakarta, menyebabkan kerugian BBM dan waktu

Banjir. Banjir terjadi karena drainase yang tidak memadai dan tidak berfungsi baik. Rawa-rawa dan ruang terbuka hijau juga disulap menjadi perumahan. Kenapa begitu ? Karena pertumbuhan penduduk yang pesat, kembali kepoin awal. Cara mengatasinya adalah memberikan masukan untuk membangun sistem drainase yang baik dan taman-taman hijau. Selain itu juga mengajukan RUU sangsi untuk masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Sampah akan menyumbat kali dan membuat banjir. Sampah Jakarta banyak (8500 ton/hari) karena terlalu banyak penduduk, kembali ke poin awal. Edukasi kemasyarakat juga ditekankan.

Banjir di Jakarta menyebabkan kerugian materi yang tidak sedikit

Pengangguran dan kriminalitas. Pengangguran terjadi karena jumlah lapangan pekerjaan tidak  sebanding dengan banyaknya penduduk, kembali kepoin awal. Buntutnya membuat pengangguran naik status menjadi kriminil. Yang saya lakukan adalah menambah lapangan pekerjaan dan memberikan keterampilan bagi para pengangguran. Para pengangguran juga dihimbau untuk kembali ke daerah asal.

Pengangguran di Jakarta menurut BPS adalah 7,7 juta orang (6,5%)

Pengangguran di Jakarta menurut BPS adalah 7,7 juta orang (6,5%)

Saya disini memang hanya berbicara saja. Sebagai masyarakat saya menaruh banyak harapan dan selalu mendoakan para staf DPD untuk melakukan yang terbaik bagi bangsa karena saya percaya pada DPD RI.

Advertisements

13 comments on “Seandainya Saya Menjadi Anggota DPD DKI Jakarta

  1. Iya gw paling BT sama macet. Buang-buang waktu banget. Setuju sih harusnya perbaikin bus atau kereta yang sudah umum dipake daripada buat baru. Menurut gw kalau cuma buat transportasi baru nggak nyelesaiin masalah ke sampai ke akar

  2. Iya nih paling BT sama MACETnya Jakarta. Grrrrr. Habis itu jalur busway sering di pake ama mobil pribadi. Ayo dong buat kebijakan yang menghukum jera para pengemudi yang make jalur busway

  3. Share pengalaman pribadi nih. Gw pernah lewat jalur busway sih karena lagi keburu-buru alhasil kena tilang. Sebenarnya hukuman tilang itu udah cukup membuat jera juga. Mungkin yang lebih ditingkatkan pengawasannya aja

  4. Pingback: Pengumuman | @widikrisna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s