3 Langkah Seandainya Saya Menjadi Anggota DPD RI

Beberapa hari lalu saya sempat melihat pengumuman lomba blog DPD. Tanpa pikir panjang, saya langsung ikut. Alasan utama saya karena aspirasi yang pasti dibaca oleh staf DPD RI. Terima kasih kepada DPD RI yang telah mengadakan lomba ini, saya sangat mengapresiasi.

Kembali ke topik, Seandainya saya menjadi anggota DPD

Pertama,

kenapa harus ada DPD RI ? Apa visi misi DPD RI ?

DPD dibuat untuk mengakomodasi aspirasi daerah dan memberi peran yang lebih besar kepada daerah dalam proses pengambilan keputusan politik dan untuk mencegah pengambilan keputusan yang bersifat sentralistik. Visi DPD adalah “Terwujudnya Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) sebagai lembaga legislatif yang kuat, setaradan efektif dalam memperjuangkan aspirasi rakyat dan daerah menuju masyarakat Indonesia yang bermartabat, sejahtera, dan berkeadilan dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Jadi yang pertama saya lakukan adalah bukan langsung membuat kebijakan macam-macam tapi harus sadar dan peduli akan keberadaan saya di DPD yaitu untuk kepentingan daerah saya bukan untuk perut saya (baca: no korupsi).

Saya ada di DPD adalah untuk membantu daerah saya dalam mengambil keputusan yang akan mempengaruhi hajat hidup orang banyak. Saya juga akan melaksanakan hak dan kewajiban saya sebagai anggota DPD. Menurut saya itu adalah hal terpenting yang harus dipahami terlebih dahulu.

 

Kedua

Setelah menyadari akan peran dan fungsi, saya harus tahu kondisi daerah dan apa yang sebenarnya daerah saya butuhkan. Bagaimana caranya ?. Tentunya saya harus menganalisis kondisi daerah saya. Kuncinya adalah berpikir kritis.

Lalu bagaimana cara menganalisisnya ? Jika saya sudah membaur dengan masyarakat saya rasa tidak sulit untuk mengetahui kondisi daerah dan realita apa saja yang terjadi. Membangun hubungan kultural dengan masyarakat sudah harus dilakukan jauh-jauh hari sebelum menjadi anggota DPD. Saya juga akan punya rekan lain yang dapat membantu untuk mengetahui kondisi daerah. Saya juga bisa melakukan survey melalui media atau turun langsung ke masyarakat untuk mengetahui apa yang sebenarnya masyarakat inginkan. Semua itu akan mudah dilakukan jika saya memang sudah peduli dengan masyarakat dan daerah saya, jadi ingat poin pertama.

Ketiga.

DPD RI mempunyai berbagai peran dan fungsi strategis. Tugas terakhir adalah melaksanakan fungsi anggota DPD dengan baik. Saya akan mengajukan dan membahas RUU yang bersifat membangun daerah (fungsi legislasi), memberikan pertimbangan kepada DPR (fungsi pertimbangan), dan melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang tersebut dan menyampaikan hasilnya ke DPR (fungsi pengawasan).  Saya akan menggunakan hasil analisis kondisi daerah yang sudah saya lakukan dalam melakukan ketiga fungsi tersebut agar apa yang saya lakukan tepat sasaran. Tiap daerah pasti memiliki kebutuhan yang berbeda. Tidak perlu membangun sekolah gratis jika di suatu daerah sekolah sudah memadai. Tidak perlu membangun infrastruktur macam-macam jika masyarakat memang tidak membutuhkan. Jadi semua serba relatif tergantung daerah. Saya ingin apa yang saya berikan adalah memang yang diinginkan masyarakat.

Di post saya yang berikutnya, saya akan mencoba memberikan penjabaran nyata dari apa yang saya jelaskan disini. Saya akan menggunakan provinsi DKI Jakarta karena itu adalah kota saya sejak lahir. Klik disini.

Sumber : dpd.go.id

Advertisements

14 comments on “3 Langkah Seandainya Saya Menjadi Anggota DPD RI

  1. Ni artikel lomba dpd ya ?
    Bagaimana cara memastikan agar janji dan langkah2 yang sudah para petinggi DPD susun itu pasti mereka laksanakan ?

    • iya ini buat lomba dpd. doain menang ya
      Kalau menurut gw view ketika masih dibawah sama view ketika kita udah di atas itu beda. Kalau masih dibawah kayaknya banyak hal yang ingin kita perbaiki, banyak permasalahan bangsa yang bisa kita selesaikan terus kita janji ini itu ketika kampanye.
      Namun ketika sudah berada diatas (jadi petinggi negara) kita baru tahu kalau ada lebih banyak permasalahan negara yang ada, karena pemandangan dari atas jauh lebih luas daripada pemandangan bila dilihat dari bawah. Nah karena itu pada petinggi terkadang lupa dengan janji mereka karena sebenarnya mereka menyelesaikan masalah yang sebenarnya mereka nggak bisa lihat dari bawah dulu.
      Menurut gw kita percaya aja sama petinggi-petinggi, mereka sudah mendapat amanah dan gw yakin mereka pasti ngerti sama tanggung jawab mereka. kalau bukan mereka yang kira percayai siapa lagi, secara emang mereka yang sekarang sedang memimpin. Percaya bukan 100% diem2 aja, tetep harus kita kontrol dan kritisi

  2. Ok gw doain menang.
    Tapi seharusnya sebelum maju udah tahu dong apa aja sebenarnye permasalahan negara atau daerah (kalau DPD) jadi ngebuat janji sesuai dengan apa yang ia udah lihat

  3. Gini analoginya orang dulu nganggep dunia itu datar nah butuh perjalanan keliling dunia atau perjalanan luar angkasa untuk membuktikan kalau dunia itu bulat. Jadi nggak selamanya permasalahan kelihatan di tempat kita beridiri sekarang

  4. Pingback: Pengumuman | @widikrisna

  5. Mas @widikrisna,
    Saya kira adalah para patriot, merupakan sebuah kehormatan jika kita dapat melakukan sesuatu yang terbaik untuk rakyat, bangsa dan negara kita.
    Masyarakat Jakarta adalah miniatur Republik Indonesia. Masyarakat Betawi sebagai penduduk asli Jakarta, merupakan masyarakat yang terbuka dan egaliter, sehingga berbagai suku bangsa dan agama dapat hidup di Jakarta. Kita harus menjaga keberagaman ini, sebagai sebuah modal sosial yang penting untuk kita semua.
    DPD RI memiliki wewenang ikut membahas undang-undang dengan DPR RI, memberikan pandangan dan pendapat pada undang-undang maupun kebijakan pemerintah, melakukan pengawasan, serta ikut dalam memberikan pandangan terhadap calon-calon Badan Pemeriksa Keuangan.
    Selain itu, DPD RI merupakan penghubung antara aspirasi daerah dengan pemerintah dan penyelenggara negara di tingkat nasional. Anggota DPR dipilih melalui daerah-daerah pemilihan, yang pada umumnya besaran daerah pemilihannya adalah kabupaten/kota atau gabungan kabupaten/kota; sementara anggota DPD RI daerah pemilihannya adalah provinsi, dan hanya 4 orang dari setiap provinsi yang berhak menjadi wakil daerah.
    Karena itu hubungan yang kuat dengan konstituen merupakan conditio sine qua non, prasyarat yang harus dipenuhi oleh siapa saja untuk menjadi wakil daerah di DPD RI.

    H. Dani Anwar
    Ketua Komite I
    Anggota DPD RI/MPR RI
    Daerah Pemilihan Provinsi DKI Jakarta

  6. Terima kasih pak Dani Anwar yang mau berkunjung ke gubuk saya ini untuk memberikan komentar.

    Jujur saya bukan orang yang politik atau setidaknya mengerti betul tentang undang-undang dan segala sesuatu yang berbau pemerintahan. Saya hanyalah mahasiswa biasa yang sedang mencari ilmu untuk masa depan. Yang saya bisa bantu kepada para anggota DPD hanyalah aspirasi yang saya tuangkan melalui tulisan-tulisan seperti ini.

    Saya setuju dengan bapak. Jakarta adalah cerminan negara ini sebagai ibu kota negara. Wajah Jakarta adalah wajah Indonesia. Sebagai salah satu masyarakat Jakarta, saya juga sudah mengetahui apa-apa saja yang menjadi budaya Jakarta. Tentunya setiap masyarakat juga memiliki budayanya masing-masing karena ada beragam etnis dan suku tinggal di Jakarta. Namun saya yakin semua masyarakat Jakarta menginginkan yang terbaik bagi Jakarta, termasuk saya.

    Jika bapak berkunjung kembali ke gubuk saya ini dan membaca repy komentar ini, saya ingin berkata, lanjutkan program kerja bapak. Saya optimis pasti apapun yang bapak kerjakan memang untuk kebaikan Jakarta. Tidak ada anggota DPD lain yang bisa diharapkan untuk kepentingan Jakarta kecuali bapak dan ketiga anggota DPD DKI Jakarta.

    Untuk mendapat aspirasi dari masyarakat mari bapak mulai dengan media sosial. Kemarin ketika diskusi dengan Bu Siti Nurbaya, beliau mengatakan DPD akan menggunakan media sosial untuk lebih dekat dengan masyarakat. Mari pak memulai dengan media sosial untuk mendapat aspirasi. Warga Jakarta sebagian besar sudah akrab dengan facebook & twitter & bloh. Anak muda jaman sekarang senang mengekspresikan diri dengan status atau tweet atau blog. Insyaallah aspirasi akan datang setiap hari melalui media sosial tersebut. Ambil kritik yang membangun dan tinggalkan kritik yang menjatuhkan. Semoga kinerja akan lebih meningkat setelah lebih banyak aspirasi yang masuk.

    Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s