Kupas Tuntas Sotoji

Soto merupakan makanan adalah makanan khas indonesia yang terbuat dari sayuran, soun, dan bahan lain yang disiram dengan kaldu daging. Daging yang paling sering digunakan adalah sapi, ayam, dan kambing. Setiap daerah di Indonesia memiliki jenis soto sendiri yang tentunya style tiap soto pun berbeda, misalnya soto kediri, soto madura, soto betawi, siti padang, soto bandung, soto sokaraja, soto banjar, soto medan, coto makasar. Soto juga dinamai berdasarkan komposisi yang digunakan seperti, soto ayam, soto babat, soto kambing. Jadi orang Indonesia pasti doyan yang namanya soto.

Sekarang ada sebuah inovasi soto yang menambah daftar jenis soto di Indonesia.  Soto ini pertama dan satu-satunya di Indonesia. Apa itu ? (Suara drum bak pengumuman pemenang.) Ya itu adalah Sotoji.  Apa itu sotoji coba ? Soto Bancji ? Bukan… Sotoji adalah Soto jamur instan.

SOTOJI

SOTOJI


Ya, Sotoji, Soto jamur lezat, tinggi kandungan serat dan protein nabati….. Mungkin jika kalian pergi ke supermarket dan mencari kemasan seperti ini di rak mie instan, kalian masih belum bisa menemukan produk ini. Sebenarnya sotoji adalah produk UKM yang sedang berusaha menembus pasar makanan instan di Indonesia. Sotoji sendiri berada dibawah naungan PT Tri Rastra Sukses Sejahtera. Lalu sebenarnya apa itu sotoji dan apa kelebihannya dibandingkan produk mie instan lainnya. Oke aku akan jelaskan ke kalian semua.


Sebelum ini aku sudah mengunjungi dan membaca wesite resmi sotoji yaitu www.sotoji.com. Setelah memperdalam website tersebut (halah), aku mencoba menyimpulkan apa itu sotoji dan apa bedanya dengan produk mie instan lain.


•    Komposisi Sotoji -> Sohun, jamur tiram goreng, bumbu, minyak soto, bumbu cabe. Jadi Sotoji menggunaakan sohum bukan mie kuning seperti kebanyakan mie instan lainnya. Sotoji adalah soto instan bukan mie instan. Jadi bayangkan ada membeli soto namun dalam kemasan.


•    Jamur kering di dalam bungkus sotoji-> ini salah satu yang membedakan sotoji dengan produk mie instan lain yang biasanya hanya menggunakan bawang goreng.


Itulah informasi yang bisa kuperoleh dari website yang bisa memberi gambaran perbedaan sotoji dengan mie instan lainnya. Cukup inovatif, mengingat belum ada yang menyajkan soto dalam kemasan. Selama ini yang ada hanya mie rasa soto dalam kemasan.


Oke, aku pun memesan sampel sotoji pada form pemesanan di website deblogger.com. Setelah menunggu beberapa hari akhrinya Sotojiku sampai di Jakarta. Wuih baru setengah jalan karena aku kos di Bandung. Setelah dipaket menggunakan travel akhirnya Sotoji sampai juga di tanganku.  Aku langsung membuka paketku.  Hmmm, ada beberapa review yang ingin aku tulis. Aku akan membagi reviewku menjadi tiga bagian : kemasan, rasan dan overall.


1.    Kemasan


Kemasan merupakan hal pertama yang akan dilihat konsumen. Kita memang jangan menilai buku hanya dari sampul, namun sampul adalah hal pertama yang kita lihat dari sebuah buku tentunya. Hal ini sama juga dengan makanan. Konsumen pasti akan melihat makanan dari pembungkusnya terlebih dahulu. Dengan demikian, kemasan harus dapat memberikan impresi spontan yang baik kepada  konsumen karena tujuan akhir dari pengemasan adalah untuk menciptakan penjualan. Berdasarkan kuliah Food packaging yang saya ambil di kampus, kemasan memiliki 6 Fungsi yaitu Wadah makanan, Pelindung makanan, Menarik perhatian konsumen, Sarana promosi, Menjangkau pasar yang jauh (kemasan yang baik akan memperpanjang masa kadaluarsa sehingga bisa dipasarkan ke tempat yang jauh), Gengsi konsumen (nenteng barang dengan kemasa bermerek lebih prestise dari pada neneng kresek), dan pempraktis untuk dibawa


Setelah menilik lebih lanjut berikut review saya untuk kemasan.


Faktor


Kemasan


Komentar Saya


Saran Saya


Warna kemasan


Kemasan didominasi warna hijau tua dan muda dengan degradasi di bagian belakang


Saya suka dengan pemilihan warna degradasi hijau, menimbulkan kesan ringan dan segar.


Gambar kemasan


Halaman depan : Logo produk dan gambar semangkuk sotoji siap hidang dibalut pita hijau di sekeliling mangkuk


Gambar mangkuk terlalu besar. Gambar menutupi hampir 70 %
kemasan depan.


Perkecil gambar mangkuk dan isi dengan konten lain yang lebih meninjolkan produk seperti jamur. SOTOJI adalah soto JAMUR. Disayangkan tidak adanya gambar yang menonjolkan atau mempromosikan jamur. Ingat kemasan depan adalah hal yang pertama dilihat konsumen.


Halaman belakang : Cara memasak, logo produk, barcode, food grade dan jenis plastik kemasan.


Gambar cara memasak terlalu besar dan masih bisa dirapatkan agar bisa diisi konten lain.

  • Isi dengan keunggulan jamur dalam bentuk gambar-gambar yang bisa menarik perhartian konsumen.
  • Mungkin bisa dipikirkan gambar maskot untuk sotoji, seperti gambar jamur.


Tulisan kemasan


Halaman depan : Logo produk, penjelasan singkat produk, informasi tentang produsen, berat bersih, dll


Tulisan “Soto jamur lezat,tinggi kandungan serat…” tidak terlalu jelas. Seharusnya tulisan ini terlihat jelas karena ini adalah ciri khas Sotoji.

  • Perjelas tulisan “Soto jamur

    lezat….”.

  • Tambahkan juga tulisan “dilengkapi jamur kering” karena hal ini yang membedakan Sotoji dengan yang lain.
  • Tulisan berat bersih diubah warna karena tidak terlihat jelas


Halaman belakang : Cara memasak, informasi nilai dan gizi, komposisi, data produsen, dll


Tulisan cara memasak, informasi gizi dan komposisi terlalu besar.

  • Tulisan bisa diperkecil dan dijadikan satu kolom.
  • Bisa Juga ditambahkan profil singkat produsen untuk memperkenalkan Sotoji yang merupakan produk baru dari UKM.


Komposisi


Sohun, jamur tiram goreng, bumbu, minyak soto, cabe bubuk


Sebagai konsumen cukup bingung dengan bahan yang dipakai untuk bumbu dan minyak soto


Perlu di definisikan lagi komposisi dari bumbu dan minyak soto apa saja agar lebih informatif


Informasi Nilai Gizi


Takaran saji, umlah sajian per kemasan, protein, karbohidrat, lemak, energi total


Informasi gizi masih belum kurang bisa menjual kepada
konsumen.

Tambahkan kandungan vitamin, kalsium, dan zat-zat lain yang terkandung di dalam produk.

Tambahkan keunggulan mengonsumsi jamur dari segi gizi untuk memperkuat konten jamur yang dibawa oleh Sotoji


Regulasi


DEPKES RI No P–IRT…., terletak di bagian kanan bawah kemasan depan


Izin BPOM biasanya untuk perusahaan besar dan yang
mengeluarkan adalah DepKes (BPOM). Tetapi untuk perusahaan kecil atau menengah, biasanya cukup Dinas Kesehatan setempat. Regulasi sudah cukup aman
menurut saya.


Logo P-PIRT yang berarti Pangan Industri Rumah Tangga bisa menjadi suatu nilai jual karena mendukung perekonomian rumah tangga skala menengah. Bisa ditambahkan di profil produsen mengenai industri rumah tangga.


Kadaluarsa dan kode produksi


Tulisan terletak di bagian belakang kemasan sebelah tengah bawah.


Belum ada kode produksi. Namun sebagai konsumen, saya tidak terlalu mempedulikan kode produksi.

2.    Rasa dan Isi Makanan
Setelah kemasan makanan saya tilik, maka hal selanjutnya adalah rasa dari SOTOJI itu sendiri. Konsumen memilih produk karena rasanya. Rasa harus menimbulkan kesan tersendiri dari konsumen sehingga konsumen ingin membeli lagi. Soto merupakan makanan yang sudah umum dinikmati orang Indoensia, jadi soto seharusnya sudah akrab dan bisa dinikmati oleh lidah orang Indonesia.


Oke, sebagai orang Indonesia aku suka dengan Soto, menu makan siangku hari ini adalah SOTOJI. Aku langsung membuka kemasan Sotoji. Isi dari kemasan sesuai dengan komposisi, ada Sohun, jamur tiram goreng, bumbu, minyak soto, cabe bubuk.

isi kemasan Sotoji

isi kemasan Sotoji


Setelah mengalami proses pemasakan, didapat semangkuk sotoji. Dari aroma cukup menggugah selera. Berhubung aku sudah lapar, langsung saja kuhantam.  Oke, ada beberapa review yang ingin aku sampaikan mengenai rasa sotoji.

Faktor

Komentar Saya

Saran Saya

Rasa

Rasa Sotoji sesuai dengan judulnya yaitu rasa soto. Rasa kuahnya enak. Tingkat keasinan dan gurihnya pas, tidak terlalu menyengat juga tidak hambar. Namun rasa kuah tidak jauh berbeda dengan mie instan rasa soto pada umumnya. Satu hal yang membedakan rasa Sotoji adalah rasa kenyal dan sedikit asin dari jamur tiram kering yang direbus.

Lakukan inovasi pada rasa, seperti rasa soto betawi atau soto bandung dan lain-lain agar makin meningkatkan nilai jual dari soto itu sendiri.

Isi kemasan

  • Tidak semua orang suka dengan sohun.
  • Pelengkap untuk soto masih kurang.
  • Bisa dibuat dua varian yaitu dengan sohun atau dengan mie kuning sehingga konsumen bisa memilih
  • Bisa ditambah sayuran kering seperti kol atau tauge kering untuk meningkatkan kesan soto pada Sotoji. Konsumen lebih ingin semua sudah berada di dalam kemasan alih-alih menambahkan sendiri
  • Request : pingin deh ada koya di dalam kemasannya.

Porsi

Dengan kondisi perut yang lapar (jam makan siang), seporsi sotoji sudah cukup mengenyangkan. Bila ditambah dengan nasi sudah cukup untuk menjadi menu makan siang.

3.    Overall

Lima langkah yang telah aku lakukan adalah.
1.    Mengunjungi website Sotoji dan deblogger
2.    Memesan sampel untuk lomba blog Sotoji
3.    Menunggu pesanan datang selama kurang lebih 5 hari
4.    Mencermati kemasan Sotoji
5.    Menikmati semangkuk Seotoji


Setelah melakukan lima hal tersebut, aku akan memberikan kesan pesar serta review secara keseluruhan pada produk yang baru aku coba pertama kali ini.

Faktor

Komentar Saya

Saran Saya

Apa itu Sotoji ?

Saya suka dengan konsep sotoji yang ingin mengemas soto asli di dalam sebuah kemasan yang praktis ditambah lagi adanya jamur tiram yang membedakan sotoji dari soto lainnya.

Perkuat konsep Sotoji, pelopor soto jamur tiram instan pertama dan satu-satunya di Indonesia untuk kemasyarakat

Pemasaran

Pemasaran dan publikasi hanya dilakukan via website dan dari blog-blog para peserta lomba blog yang menurut saya masih kurang.

  • Manfaatkan jejaring sosial seperti facebook dan twitter untuk lebih memasyarakatkan Sotoji. Seharusnya media ini dibuat terlebih dahulu dan para peserta lomba harus join jejaring sosial Sotoji
  • Lakukan sosialisasi tentang sotoji, latar belakangnya dan produknya di media cetak daerah tertentu. Setiap distrik/daerah/area umumnya memiliki majalah khusus untuk warga daerah tersebut. Iklan melalui media itu tidak semahal media nasional.

Kemasan sotoji

Kemasan masih belum terlalu menjual kelebihan Sotoji yaitu soto instan (bukan mie instan), adanya jamur tiram kering, dan produk UKM

  • Ciptakan maskot dan jingle yang mencerminkan kelebihan Sotoji di kemasan
  • Atur kembali layout kemasan Sotoji dan perbanyak konten yang menjual produk Sotoji

Isi Sotoji

Rasanya enak, pas dilidah saya. Namun rasa tidak terlalu berbeda dengan mie rasa soto lainnya

Perkuat lagi unsur soto dalam Sotoji seperti inovasi rasa dan penambahan pelengkap yang ‘soto banget’.


Sebelumnya saya meminta maaf jika dalam tulisan saya terlalu banyak kritik dan tuntutan. Maksud dan kritik saya adalah untuk memberikan masukan pada produk Sotoji. Semoga apa yang saya berikan bisa membawa perubahan yang lebih baik untuk Sotoji. Saya berharap produk UKM ini bisa sukses di pasar nasional dan mungkin bisa sukses di pasar internasional kedepannya. Ayo Sotoji, harumkan namamu dipasar nasional dan internasional.

Sekilas tentang jamur tiram

Sekilas tentang jamur tiram

Sumber : sotoji.com

Sumber gambar :

http://marjanhati.files.wordpress.com/2011/12/jamur-tiram.jpg


http://st281560.sitekno.com/images/art_16550.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s