Earth Hour, Apakah Efektif ?

Apakah Anda sudah punya rencana hari Sabtu malam tanggal 30 Maret 2012 nanti ? Apakah Anda akan pergi ke mall atau tempat hiburan lain untuk melepas penat selama seminggu beraktifitas ? Ataukah Anda akan menghabiskan waktu dirumah bersama keluarga ? Pastinya banyak kegiatan yang dapat Anda masukan ke agenda Anda malam minggu tersebut. Namun ada satu agenda yang sudah masuk ke to do list sebagian orang di dunia. Yes, it’s Earth hour

Tunggu, sebelum saya berbicara lebih jauh tentang earth hour, Anda semua sudah mengerti bukan apa itu earth hour ? Saya sedang tidak membicarakan tentang jam besar berbentuk globe ya. Ok saya hanya mereview sedikit apa itu earth hour. Seperti dikutip dari website voa pada hari Rabu, 22 Februari 2012, yang berjudul “5 Kota Besar Indonesia Dukung Aksi Earth Hour 2012”, Earth Hour merupakan inisiatif organisasi World Wildlife Fund (WWF) (link), untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim. Dalam kampanye earth hour tersebut, dihimbau masyarakat mematikan listrik dalam waktu 1 jam.

 

Earth hour

Earth hour

Kampanye ini dimulai pada tahun 2007 di Sydney. Saat itu lebih dari 2,2 juta orang menyatakan sikap menghadapi perubahan iklim dengan cara mematikan lampu secara bersamaan selama satu jam. Pada tahun berikutnya, event ini telah menjadi event global yang diikuti oleh lebih dari 35 negara. So, kalau Anda baru pertama kali mendengar earth hour berarti…, ya lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Tahun ini, ‘Earth Hour’ di Indonesia akan dilaksanakan untuk keempat kalinya. Menurut penurutan Direktur Program Iklim dan Energi WWF Indonesia, Nyoman Iswarayoga, di website VOA, ada lima yaitu DKI Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Semarang, dan Bali yang siap mendukung program ini (website voa).  Jadi kalau Anda tinggal di salah satu kota tersebut, jangan kaget jika terjadi mati lampu pada pukul 20.30-21.30.

Earth Hour Indonesia 31 Maret 2012

Earth Hour Indonesia 31 Maret 2012

 

Terbesit di benak saya. Hanya satu jam mematikan lampu, apakah hal tersebut akan berpengaruh terhadap iklim seperti yang tercantum di salah satu tujuan dari kampanye Earth Hour2012 yaitu “Menjaring sebanyak-banyaknya individu, rumah tangga, dan bisnis untuk ikut mematikan lampu sebagai simbol kontribusi mereka terhadap perubahan iklim.” Ya mematikan listrik tentunya bisa menghemat energi tapi hanya satu jam dalam setahun dan 1 tahun samadengan 8760 jam yang berarti hanya seperdelapanribu tahun. Apakah ini efektif ?

Mungkin kita semua berpikir. ”Ah hanya satu jam, pasti tidak akan efektif.” Lalu pikiran tersebut akan membuat kita malas mengikuti kampanye ini.“Ini hanya hal kecil yang buang-buang waktu”, pasti beberapa dari kalian ada yang berpikir demikian. Awalnya aku juga berpikiran demikian namun setelah ditilik, sepertinya pemikiran itu salah. Mari kita telaah bersama.

       Jumlah penduduk : lima kota sasaran earth hour 2012 Indonesia. Data berdasar sensus 2010

Penduduk

DKI Jakarta

9.607.787

Bandung

3.174.499

Jogjakarta

388.088

Semarang

1.553.778

Bali

3.890.757

Total

18.614.909

= 18.000.000

 

       Anggap ada 18 juta penduduk di lima kota tersebut yang mematikan listrik sebesar 60 watt (kurang lebih 1 lampu) selama satu jam.

Penghematan watt = 60 watt x 18 juta x 1 jam = 1080 juta watt/jam = 1,08 juta kwh

 

       1 kWH kurang lebih memproduksi emisi 16,44 pon (7,45 kg) CO2.

Massa reduksi emisi CO2= 1,08 juta x 16,44 pon CO2 = 17,76 juta pon CO2 = 8,05 juta kg CO2 = 8.050 ton CO2

 

     Satu ton karbon dioksida kurang lebih akan memenuhi kubus dengan rusuk 8 meter (volume 1 ton CO2 kurang lebih 550 m3 ). Jadi volume karbon dioksida yang dapat dikurangi dapat dihitung.

Volume reduksi emisi CO2= 8.050 ton CO2/m3 x 550 m3 = 4.427.500 m3 = kurang lebih 4,5 juta meter kubik

Gambaran volume emisi 1 ton CO2

Gambaran volume emisi 1 ton CO2

 

–    Satu 1 ton emisi CO2 akan meningkatkan temperatur global kurang lebih sebesar 0.0000000000015 oC.

Peningkatan temperatur yang dicegah = 0.0000000000015 oC/ton x 8050 = 0,000000012075oC

–    Biaya produksi listrik perkwh dengan bahan bakar minyak = Rp 2000,-

Penghematan biaya = 1,080 juta kwh x Rp 2.000,- / kwh = Rp 2,16 Milyar 

 

Kalau dilihat dari derajat penurunan memang kecil, namun kalau dilihat dari volume reduksi CO2 dan biaya penghematan sangatlah besar. Dalam situs voa,sebuah studi baru yang dilakukan Badan Antariksa Amerika(NASA) memperingatkan bahwa bumi abad ini bisa mengalami perubahan iklim yang cepat dan membahayakan jika tingkat pemanasan global yang diakibatkan perbuatan manusia mencapai apa yang diakui secarainternasional sebagai “batas aman” yaitu 2 derajat Celcius.

 Angka 0,000000012075 sangatlah kecil dibandingkan 2 derajat celcius. Namun menurut saya itulah yang ingin ditujukan oleh earth hour kalau perubahan besar dimulai dari hal kecil. Jika kita tetap berpikir bahwa bumi kita akan tetap selalu aman, tunggu beberapa puluh tahun lagi sampai bumi kita keluar dari comfort zone-nya karena angka kecil tersebut telah berubah menjadi raksasa yang menggulingkan keseimbangan bumi. Ketika hal tersebut terjadi maka yang hanya bisa lakukan adalah menyesal. Apakah Anda hanya akan menunggu sampai hal itu terjadi ? Cara untuk menjawab ‘TIDAK” atas pertanyaan yang saya ajukan tersebut sebenarnya mudah. Cukup dimulai dengan mematikan listrik Anda pada Sabtu, 30 Maret 2012 pukul20.30-21.30. Ingat perbaikan besar dimulai dari hal-hal  yang kecil.

Earth hour is just the beginning, banyak hal lain yang bisa Anda lakukan untuk bumi setelah itu. Coba lihat lambang earth hour diatas. Angka 60 disertai tanda plus (+). FYI, tanda plus maksudnya Earth Hour tidak hanya berhenti sampai hanya 60 menit mematikan lampu, namun juga ditambah dengan adanya perubahan gaya hidup menjadi gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. There so many things that we can do, seperti membawa tas belanja sendiri, mematikan komputer jika tidak dipakai, dan lain-lain.

Mungkin penjabaran diatas hanyalah sebuah angka yang tidak pasti untuk mengubah iklim dunia. Ada banyak faktor yang tidak dipertimbangkan dalam perhitungan volume reduksi CO2 tersebut.Banyak asumsi yang saya ambil dalam perhitungan seperti banyak watt, banyak waktu (jam) dan terutama banyaknya partisipan yaitu 18 juta. Namun sesuatu yang pasti sedang terjadi pada bumi kita adalah global warming.

Saya harap perhitungan volume reduksi emisi CO2 yang saya hitung tersebut meleset menjadi lebih besar. Pertanyaannya, apa yang bisa membuat angkat tersebut (jam dan watt) menjadi bertambah ? Tentunya jumlah jam dan watt yang digunakan untuk earth hour lebih dari yang diperhitungan. Dan siapa yang bisa membuat hal tersebut terjadi ? Anda.Dan jika malam tanggal 30 Maret 2012 anda  menjadwalkan untuk tinggal dirumah, tidak pergi ke pusat hiburan dan lain-lain berarti Anda adalah  18 juta asumsi saya

“March 31st 8.30-9.30 pm

One hour for our earth

it’s earth hour”

Jadi kesimpulannya 

1 Jam Earth Hour di 5 kota besar Indonesia = Reduksi 4,5 juta meter kubik CO2 = Reduksi 1,08 juta kwh = Menghemat 2,16 Milyar rupiah

24 jam Earth Hour = ??? (Silakan hitung sendiri)

 Earth hour, apakah (anda mau membuatnya) efektif ?

sumber

http://www.jabarprov.go.id/index.php/subMenu/75
http://www.bps.go.id/aboutus.php?sp=0
blog.rojakstyle.com/?p=494
http://www.bps.go.id/hasilSP2010/jateng/3300.pdf
http://yogyakarta.bps.go.id/component/content/article/44-umum/194-laporan-eksekutif-hasil-sp2010.html
http://www.voanews.com/indonesian/news/NASA-Bumi-Bisa-Alami-Perubahan-Iklim-yang-Membahayakan–135370138.html

Artikel ini diiuktsertakan dalam lomba blog voa (sumber)

Artikel ini menang juara 2 lomba blog VOA Periode Maret. Ayo yang belum ikutan, tunggu apalagi.

Pengambilan Hadiah IPod Touch 4G di Kantor VOA

Pengambilan Hadiah IPod Touch 4G di Kantor VOA

Advertisements

14 comments on “Earth Hour, Apakah Efektif ?

  1. menurut gw earth hour itu bukan usaha penurunan emisi. tapi usaha kampanye penghematan energi. sebagai ajakan untuk hidup dengan lebih bijak menggunakan energi. (di luar isu konspirasi di balik isu global warming)

    • Thanks estu for komen.
      Kalau menurut gw sama aja. Penghematan energi dari earth hour akan berujung ke usaha pengurangan emisi. Kan pas earth hour matiin listrik –> bhn bakar fosil utk pembangkitan listrik berkurang –> emisi berkurang.
      Ada di poin tujuan earth hour indonesia juga which is “Mengukur perubahan emisi gas rumah kaca di
      Jakarta”. Jadi ya dua hal itu saling berhubungan.
      Kalau masalah konspirasi, gw si ambil sisi positifnya aja kalau earth hour adalah usaha bagus, nggak peduli apakah global warming terjadi atau nggak karena ada efek positif yang ditimbulkan

  2. Pingback: Earth Hour, Apakah Efektif ? « Kontes Ngeblog VOA

  3. sukses bg.. slmat >>!
    mengapa hanya di 5 kota saja.. hmm kalau dampaknya positif buat bumi kita kenapa gak seluruh kota aja,, *gelap2an kan enak.. hohoo

    • 5 kota saja –> soalnya 5 kota itu konsumsi listriknya paling besar jadi ditargetkan di situ. Kalau himbauan kan ke semua kota juga. hehe
      Sama-sama mas, terima kasih. Salam kenal

    • Setuju, satu jam itu sebenarnya bisa dijadikan patokan minimal aja. Kalau sudah punya kesadaran pasti nggak akan mempermasalahkan angka 1 jam itu melainkan melakukan penghematan yang optimal. Thanks for reading

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s