Aargh Kompre (PART II)

by widikrisna

semoga endingnya pas.

Negara nan Jauh, Tahun 2500 Masehi

 Aku seperti terjatuh dari ketinggian 1000 kaki, namun tak merasakan benturan yang kencang. Semua sensasi aneh yang baru aku rasakan sudah menghilang. Aku mendarat di sebuah lantai berwarna keperakan dengan posisi tertidur. Ini udara dingin yang sama dengan yang keluar tadi. Aku menatap langit-langit tempat aku tertidur. Tak ada lampu, yang ada hanya langit-langitnya mengeluarkan cahaya putih.

Aku bangun dan aku yakin sekali ini bukan dikamarku. Sebuah gerbang super besar berada di hadapanku. Seperti ada cermin air yang bergeming di gerbang ini, sama seperti yang ada di kamarku barusan. Aku mundur, tak mau lagi main-main dengan cermin air itu. Sebuah kristal yang berada di atas gerbang itu berubah warna, dari hijau menjadi merah. Seketika cermin air itu lenyap dari gerbang. Apa sih ini ? Aku dimana sih ?

Aku menghadap ke belakang. Ada dua orang pria yang menatapku. Siapa mereka ? Kalau dilihat dari wajahnya mereka bukanlah orang Indonesia, yang satu bule Inggris dan yang satu berwajah Jepang. Siapa mereka ? Pakaian mereka terlihat seperti…, pakaian superhero dalam film fantastic four. Ah siapapun mereka, sepertinya mereka yang bertanggung jawab atas semua ini.

UJIAN KOMPREEEE. Intuisi itu kembali masuk ke otakku. Oh my god aku harus belajar. 2 jam lagi ujian kompre dimulai dan aku tak tahu berada dimana. Kepanikanku kembali. Aku kembali berjalan menuju gerbang itu dan memasukkan tanganku ke gerbang itu, namun tak ada yang terjadi. Aku masih tetap berada disini. Aku berbalik badan dan menatap kedua pria itu.

“Siapa kalian, dimana aku, kembalikan aku ke kosku.”

Mereka tetap berdiri sambil bergumam sesuatu yang tidak bisa aku dengar. Aku berjalan menuju mereka. DUK…, hah ada kaca toh rupanya. Nih kaca dibersihin pakai apa, kok mengkilap sekali sampai tidak terlihat. Aku mengepalkan tanganku di balik kaca itu, meninjunya lemah sembari meronta minta dikembalikan ke tempat asalku.

 Aku tak tahu bagaimana namun dalam waktu kurang dari 1 detik aku sudah berpindah tempat ke sebelah pria-pria itu. Aku masih berpose meninju kaca saat aku menyadari aku sudah di dalam. Hah, aku kaget setengah mati. Wow pemandangan di dalam sangat menakjubkan…, ini benar-benar teknologi mutakhir. Ada panel-panel yang menampilkan monitor dengan menggunakan udara sebagai medium perambatan layar. Jadi terlihat seperti proyektor 10 inci yang mengapung di udara. Ada robot metal yang lalu lalang dan ada manusia juga yang berdiri dibelakan panel. Semua melihatku bingung.

“Siapa kalian ? Dimana aku ?” kataku pada kedua pria itu.

“*@H*#*(G*F*$,” kata salah seorang pria. Ia berbicara dengan bahasa yang tidak bisa aku mengerti.

“Who are you ?” aku mencoba menggunakan bahasa Inggris.

“##HR*H#(*,” kata pria yang lain.

 

Aku jadi seperti alien yang tidak mengerti bahasa mereka. Salah seorang pria menyodorkanku sebuah cincin karet. Kupikir ia menyuruhku mengenakan itu. Aku memakai cincin itu di jari manisku. Tak ada yang terjadi. Namun setelah mendengar perkataan dua orang pria didepanku itu, aku yakin cincin karet ini fungsinya sama seperti google translate yang telah disempurnakan. Aku jadi mengerti perkataan mereka.

“Kumohon kamu tenang,” kata salah seorang pria.’

“Dimana aku ? Siapa kalian ?”

“Saya Robert dan ini Yukito. Sebelumnya saya memohon maaf telah membawa Anda ke zaman saya secara tidak sengaja. Anda berada di negara SC200 dan sekarang tahun 2500 Masehi.”

“Hah, kalian jangan bercanda ya. Kalian pikir saya akan percaya. Kalian pasti orang gila. Saya mau ujian 2 jam lagi. Kembalikan saya ke tempat asal saya.”

“Izinkan saya untuk menjelaskan. Kamu baru saja dibawa oleh mesin waktu yang telah kami ciptakan ke zaman ini. Ini adalah proyek pertama dan satu-satunya yang dijalankan dibumi saat ini. Jadi prinsip kerja dari mesin ini adalah memodifikasi dimensi ruang dan waktu untuk menciptakan lubang cacing yang akan menghubungkan antara satu dimensi waktu dengan dimensi lain,” kata pria yang bernama Robert.

“Apa sih ini ? Aku yakin aku masih di Indonesia dan sekarang tahun 2012. Aku pasti tadi ketiduran dan jalan sambil tidur. Dan ketika aku terbangun ternyata aku sudah berjalan sampai rumah sakit jiwa dan kalian penghuni rumah sakit jiwa ini kan ?” kataku yang tak percaya dengan segala perkataan Robert.

“Kami tidak berbohong. Kalau di masamu, maka ini adalah negara Perancis. Kumohon kamu bisa tenang. Jangan kami, manusia tahun 2500, menganggap manusia tahun 2012 adalah manusia yang brutal.”

“Tenanglah Yukito, ia pasti shock dengan keadaan ini,” kata Robert

“Ngibul, mana pintu keluarnya ? Aku harus ujian 2 jam lagi”

“Baiklah kalau kamu mau keluar. Robert bagaimana kalau kita izinkan dia melihat dunia tahun 2500 agar ia percaya” kata pria yang bernama Yukito.

“Kau perlu ditemani nak ? Siapa namamu ?”

“Aku tak mau berkenalan dengan orang asing, apalagi orang gila.”

“Baiklah jika tak perlu ditemani. Komputer tolong bawa orang tak bernama ini keluar,” kata Yukito.

“Permintaan anda akan segera dilaksanakan.”

Kaget. Sejak kapan atap bisa berbicara seluwes itu. Dalam waktu 1 detik aku sudah berpindah tempat. Sebenarnya sihir seperti apa sih yang mereka gunakan ? Ah masa bodoh, aku harus segera pulang untuk siap-siap ujian apapun materi yang aku kuasai. Oke di Bandung rumah sakit jiwa terdekat adalah di Jalan Riau, nah kalau tadi aku ngelindur sampai situ berarti aku harus naik satu angkot untuk sampai di kos.

 Wow dimana ini ? Aku berada di sebuah hutan yang sangat luas. Pepohonan hijau tumbuh rindang dengan sulur menjulur ke segala arah. Udara begitu segar dan asri. Tak ada suara kecuali suara satwa yang saling bersahut-sahutan. Langit begitu biru tanpa ada asap hitam yang mengotori. Awan terlihat lebih dekat dari biasanya. Hutan begitu rindang, cahaya matahari tak mampu menembus payung dedaunan yang tumbuh lebat dari ranting pohon. Nampaknya aku sudah gila karena ujian kompre, halusinasi ini semakin nyata.

 Mungkin ini di hutan kota siliwangi. Ya ini pasti disitu. Aku berlari ke sebuah arah, namun hutan semakin liar dan tak mungkin ini di hutan siliwangi. Aku panik dan berlari makin kencang, bukan karena ujian kompre yang sudah sebentar lagi namun karena aku bahkan tak tahu ini dimana dan kapan. Apakah aku sedang bermimpi ataukah aku sudah menjadi gila ? Aku sampai di sebuah sungai, airnya begitu putih dan jernih, sampai-sampai aku bisa melihat ikan berenang di dalam sungai itu. Aku berhenti berlari, apakah kedua orang itu benar ? Kalau ini masa depan, kenapa malah ada hutan bukannya kota metropolitan ?

“Bagaimana kamu masih percaya ini tahun 2012 ?”

Aku melihat ke sumber suara. Itu dua pria yang tadi aku temui. Mereka terbang…, waw sungguh sihir yang hebat. Hanya ada seberkas cahaya yang menyangga kaki mereka untuk manapak di angkasa. Mereka merendah dan akhirnya sampai di depanku.

“Jadi ini benar-benar tahun 2500 ?” aku bertanya pada mereka.

“Komputer bawa kami masuk kembali.”

Apakah Yukito adalah ahlis ihir gila ? Ataukah aku yang sudah gila ? Dalam waktu kurang dari 2 detik, aku sudah kembali ke ruangan tadi. Takjub, ini bukanlah sebuah halusinasi atau ilusi, ini kenyataan dan aku harus bisa mengakuinya.

“Kamu mau bukti apa lagi ?” tanya Yukito.

“Kalau ini tahun 2500, kenapa yang ada malah hutan bukan kota metropolitan ? Dimanapun aku tolonglah bawa aku pulang. Aku harus ujian kelulusan.”

“Kamu masih belum yakin ini tahun 2500 ? Baiklah akan kami jelaskan sampai kamu mengerti. Komputer bawa kami ke ruang makan.”

Sekejab aku langsung berpindah tempat. Kali ini tempatnya lebih santai. Sebuah meja kayu ditengah taman yang begitu asri. Taman ini dipenuhi bunga-bunga dan semerbaknya sangat merilekskan tubuh. Hawa disini pas, tidak panas juga tidak dingin. Mereka berdua mempersilakanku duduk, kursi kayu langsung bergerser otomatisi.

“Dimana ini ? Kenapa aku bisa berpindah-pindah tempat secepat ini ? Tolong ujianku sudah mau dimulai,” kataku sambil melihat arlojiku panik.

“Kamu mau minum apa ?” tanya Yukito santai.

“Tolonglah ujian ini tentang hidup dan matiku. Aku ingin pulang”

“Untuk apa kamu melihat arlojimu ? Kamu sedang berada di tahun 2500, ujianmu sudah berlangsung 488 tahun lalu. Sekarang kamu mau minum apa ?” jawab Yukito santai.

“KALIAN JANGAN BERCANDA. BAWA AKU PULANG,” kataku sambil menggebrak meja.

“Tenanglah. Kamu harus tenang dulu baru nanti kamu akan kami pulangkan. Kamu akan kami pulangkan ke waktu kepergianmu,” kata Robert mencoba menanangkanku.

“Kurasa jus jahe hangat bisa menenangkannya. Komputer tolong secangkir jus jahe hangat untuknya,” kaya Yukito.

Seketika ada secangkir minuman hangat di depanku. Cangkir berwarna putih dengan asap yang menyembul dari cairan yang ada di dalamnya. Aromanya harum, ada bau jahe dari dalam gelas ini. Aku melihat ke dua orang itu, apakah ada racun di minuman ini ?

“Minumlah, tidak ada racun di gelas itu,” kata Robert sambil tersenyum ke arahku, aku masih tetap tidak meminum.

“Baiklah kalau kamu tidak percaya. Komputer bawakan untuk kami juga.”

Seketika ada dua cangkir mendarat di atas meja. Cangkir itu muncul dari ketiadaan. Apakah ini surga dimana semua keinginan akan langsung terkabul hanya dengan mengucapkan apa yang diinginkan ? Apakah teknologi yang membuat dunia ini menjadi surga ? Ataukah ini memang benar-benar disurga ? Kalau iya berarti aku sudah mati dong.

 Robert dan yukito meminum jus jahe itu, aku mengikuti mereka. Enak…, aroma jahe yang pas sungguh membua diriku lega. Sensasi rileks langsung memijit urat sarafku, menurunkan tekanan darahku yang meninggi. UJIAN KOMPREEE. Ah intuisi itu sudah tidak mempan lagi. Nampaknya aku sudah menerima kalau ini tahun 2500 dan ujianku telah selesai 488 tahun lalu.

“Baiklah nampaknya kamu sudah tenang. Kamu mau bertanya beberapa hal atau langsung kami pulangkan ke waktu dimana kamu terhisap ke lubang cacing ?”

“Aku ingin bertanya. Semua ini karena teknologi ?”

“Iya. Semua kemewahan dan kemudahan ini dikarenakan teknologi umat manusia yang sudah jauh lebih maju daripada zamanmu. Kamu lihat lima cincin ini,” kata Robert sambil menunjukkan lima cincin karet yang melingkar di jarinya.

“Untuk apa cincin itu ?”

“Aku akan jelaskan satu persatu dan kamu pasti akan kagum. Yang pertama adalah cincin berwarna putih yang ada di jempolku ini. Ini adalah cincin yang menjaga kesehatan fisik kami. Tak perlu olahraga atau pengobatan, kami akan tetap sehat asalkan kami mengenakan cincin ini. Gen umat manusia akan dibuat tetap sehat oleh cincin ini. Semua virus dan bakteri tak mampu menembus pertahanan yang dibuat cincin ini kepada manusia. Lalu yang kedua adalah cincin hijau di telunjuk. Cincin ini berisi semua pengetahuan alam semesta. Kamu tak perlu belajar untuk mengerti semua istilah dan teorema fisika. Segala peristiwa sejarah dari zaman adam sampai sekarang terangkum di sini dan terintegrasi dengan otakmu. Cukup bertanya dalam hati maka kamu akan mendapat jawabannya.”

Aku langsung berpikir dalam hati. Wah enak juga kalau punya cincin itu. Tak perlu belajar maka ujian komprhensif sudah bisa aku libas dengan mudah.

“Lalu yang ketiga adalah cincin berwarna merah di jari tengah. Ini sama dengan cincin yang ada di jari manismu. Ini adalah cincin yang berfungsi untuk komunikasi. Cincin ini bisa mengerti semua bahasa yang pernah dipakai umat manusia dari zaman adam sampai sekarang. Selain itu cincin ini adalah telepon hologram. Ini prinsip kerjanya sama seperti telepon pada zamanmu, namun kita tidak hanya menggunakan suara melainkan seluruh tubuh yang diproyeksikan dalam bentuk hologram. Kami juga bisa berkirim pesan tulis dari cincin ini”

Aku menekan cincin yang melingkar di jarimanisku. Benar saja, muncul layar di depanku. Layar tu menggunakan udara sebagai media perambatannya. Wah enak juga nih kalau telepon modelnya seperti ini. Loh kok di layar itu tertulis, “tidak ada teman.”

“Kamu harus menambahkan ID-ku agar kita bisa berhubungan. Sistemnya sama dengan jejaring sosial dimasamu, hanya yang berteman yang bisa berhubungan. Lalu yang keempat yang berada di jari manis. Ini merupakan cincin terpenting dari kelima cincin. Cincin di jari manis ini yang menghubungkan kita dengan super komputer dunia. Dunia ini diatur oleh sebuah superkomputer yang berada di kutub utara. Komputer tersebut sudah diprogram untuk tunduk pada setiap perintah manusia. Komputer itu adalah benda tercanggih di bumi ini, disusun oleh 10 pangkat 99 superkonduktor dengan prosesor inti milyar. Hanya tinggal mengatakan permintaan, maka komputer akan menjalankan perintah tersebut dalam waktu cepat. Kalau kamu lapar tinggal minta pada komputer, maka komputer akan menyuruh robot membuatkan pesananmu lalu makanan tersebut di teleport langsung ke depan meja. Semua sumber daya diambil oleh robot dan mereka yang mengelolanya dengan diatur oleh superkomputer itu. Semua bisa kamu peroleh hanya dengan menyebutkan keinginanmu. Begitu cara kerjanya. Super komputer itu dijaga ketat oleh sistem pertahanan tercanggih di dunia,.”

“Apa kaliah tidak takut kalau komputer itu melakukan pemberontakan karena bosan diatur oleh manusia ?”

“Tenang saja. Komputer ini hanya dirancang untuk patuh bukan untuk berpikir. Jadi tak mungkin ada pemberontakan. Lalu yang terakhir ada di jari kelingking adalah cincin energi. Cincin ini bisa memanipulasi medan energi di sekeliling kita. Kita bisa terbang dengan menapak pada medan energi yang diciptakan cincin ini. Tadi kamu sempat lihat kami terbang bukan ? Itu karena cincin ini memadatkan energi di sekitar kaki. Selain itu kami juga bisa membuat perisai atau menyerang dengan menggunakan medan energi ini.”

“Aku takjub dengan teknologi kalian. Lalu kalau semua sudah semudah ini, apa pekerjaan manusia ? Kalian tak butuh guru untuk mengajari kalian, kalian tak butuh chef untuk membuatkan makanan untuk kalian, kalian tak butuh uang untuk mendapatkan keinginan.”

“Jumlah manusia tidak sebanyak ketika zamanmu dulu. Aktivitas manusia ya tidak ada. Satu-satunya pekerjaan yang tidak boleh komputer lakukan adalah berpikir seperti scinetist. Manusia adalah scientist atau makhluk sosial. Manusia hanya tinggal menikmati semua teknologi peninggalan nenek moyang ini. Jika bosan ya tinggal bilang pada komputer ingin berwisata keliling dunia. Jika ingin bermain ya tinggal bilang ke komputer ingin bermain game seperti apa. Jika kamu tinggal disini tak perlu ada, kemiskinan, perang, kelaparan, semua hidup dalam damai. Bahkan kamu tak perlu ada ujian.”

Jreng. Sepertinya Tuhan mengabulkan doa sembarangan yang tadi aku sebutkan. Wah ternyata mulutku ampuh juga ya untuk mengucapkan doa.

“Lalu kenapa tadi suasana luar malah hutan bukan kota metropolitan ?”

“Kami membangun hutan diatas kota. Karena kami sudah bisa teleport, kami tak butuh jalan dan kendaraan. Jadi semua kota terdiri dari gedung-gedung yang saling berdempetan. Diatap gedung kami membuat ekosistem hutan untuk sumberdaya, sumber oksigen, sumber air dan lain-lain. Kami bukanlah makhluk perusak alam seperti manusia tahun 2012. Kami tak butuh bahan bakar fosil lagi. Energi listrik kami peroleh dari antimateri yang bisa diperoleh dengan sangat mudah. Kami tak menghasilkan sampah yang bisa merusak lingkungan. Mungkin bagi manusia 2012, tempat ini adalah surga,” kata Robert.

“Memangnya sama sekali tidak ada orang jahat disini ?” tanyaku yang makin takjub dengan manusia-manusia ini.

“Untuk apa berbuat jahat ? Ingin menguasai dunia ? Semua manusia disini adalah penguasa dunia. Tinggal berkata apa yang diinginkan, komputer akan melaksanakan. Kita sama sekali ada dalam keadaan damai.”

“Apa kalian tidak merasa bosan hidup terlalu enak seperti ini ?”

“Tidak. Kami menikmati semua ini. Memangnya kamu tidak bosan hidup sengsara dan penuh konflik di tahun 2012 ?”

“Namun itulah makna kehidupan saat manusia melihat tantangan dan berusaha menyelesaikannya. Memangnya kalian sama sekali tidak ada tantangan ? Bagaimana jika terjadi gempa atau tusnami yang akan merusak superkomputer kalian ?”

“Kami sudah memasang sensor di seluruh penjuru dunia. Sensor itu akan merekam semua pergerakan bumi dan memberikan prediksi akan kejadian alam yang mungkin mengamcam peradaban. Jika akan terjadi gempa, komputer akan secara otomatis akan menanggulanginya. Sudah ada ribuan gempa besar yang berhasil di tanggulangi.”

“Lalu bagaimana jika ada meteor yang jatuh ke bumi ?”

“Kami punya satelit supercanggih yang bisa memetakan galaksi. Setiap pergerakan benda alam bisa terdeteksi. Jika ada sinya asteroid akan menabrak bumi, superkomputer akan menanganinya. Tinggal tembak saja dengan antimateri.”

Robert meneguk jus jahenya sampai habis. Akupun meneguk jus jahe itu. Ah perutku jadi sedikit lapar. Kalau di zamanku aku harus keluar dan berkutat dengan makanan murah karena persediaan uang yang harus dihemat. Kalau disini…,

“Kamu lapar ? Komputer bawakan pizza untuk dia, dengan kaviar, parutan emas, dan hati lembu yang diawetkan selama 100 tahun. Desertnya bawakan yang termewah yang bisa disajikan,” kata Yukito.

Tak sampai 10 detik makanan sudah terhidang dimeja. Waaaaah, nampaknya enak sekali. Tadi Yukito bilang ada kaviar dan parutan emas ? Nampakanya hal tersebut bukan main-main. Ada benda hitam dan berwarna emas. Aku sama sekali belum pernah makan kaviar apalagi emas. Memangnya emas bisa dimakan ya ? Desertnya…, seperti puding dengan warna putih yang 10 kali lebih putih dari susu. Yukito langsung pamer teknologi kepadaku.

“Makanlah, kamu pasti belum pernah memakan ini ? Di zaman ini emas bukanlah hal yang mewah lagi. Satu-satunya hal yang mewah di zaman ini adalah….”

“Yukito stop, jangan kamu beberkan rahasia masa depan pada manusia kuno,” kata Robert menghardik Yukito.

“Baiklah.”

Manusia kuno ? Untung dia tidak bilang manusia purba. Memangnya di dunia seperti surga ini ada yang masih bisa dibilang barang mewah ? Emas saja sudah dijadikan makanan seperti ini. Btw, rasanya emas seperti apa ya ? Aku langsung melahap semua makanan itu. Wah enaknya…. Aku belum pernah merasakan makanan seenak ini. Ini jauh lebih enak dari makanan yang aku pernah makan sebelumnya.

“Apakah kalian masih mengenal Tuhan jika kalian menganggap ini surga ?”

Robert langsung menjawab.

“Kata siapa ini surga ? Bagimu mungkin ini surga, namun tidak bagi kami. Maaf aku tak bisa menjawab pertanyaan itu. Itu adalah rahasia masa depan.”

“Baiklah. Aku ingin bertanya satu hal. Di zamanku tanggal 21 Desember 2012 ada desad desus akan kiamat atau ada serangan alien atau apalah. Nah sebenarnya apa yang terjadi ketika itu ? Tolong cek di database kalian ?” Aku bertanya penuh penasaran.

“Oh tidak bisa. Database tertutup untuk manusia tahun 2012.”

“Kalau alien ada tidak ? Lalu apa sebenarnya yang berada di segitiga bermuda ?”

“Kami tidak akan menjawab pertanyaanmu. Itu merupakan rahasia di masamu dan akan tetap menjadi rahasia.”

Sial, perntanyaan yang membuatku kepo dan menjadi misteri dunia pada tahunku malah tidak bisa diceritakan. Aku kan ingin tahu apa sebenarnya jawaban atas fenomena-fenomena itu. Sepertinya mereka tetap memegang kaidah bahwa masa depan adalah misteri bagi masa lalu. Aku melanjutkan pertanyaanku ke topik yang bisa dijawab.

 “Oh ya,  jika kelima jari sudah dipasangi cincin, dimana kalian memasang cincin pernikahan kalian ?”

“Cincin pernikahan ?” Robert dan Yukito saling lepas pandang dengan ekspresi bingung.

“Iya. Memangnya kalian tidak menikah ?” aku mengolok mereka.

“Apa itu menikah ? Sebentar aku cek dulu di database ya,” kata Robert sambil memejamkan mata, seakan mencari folder pernikahan di otaknya. Sebegitu mudahkan mendapatkan informasi di zaman ini ? Hanya memejamkan mata dan kamu akan tahu semuanya.

“Oh, aku baru tahu manusia zaman dulu melakukan itu. Pernikahan ya ? Cukup unik juga. Aku baru tahu. Hal itu sudah tidak kami lakukan lagi,” kata Robert sembari tersenyum santai.

“Lalu bagaimana kalian dilahirkan ?”

“Komputer yang mengurusnya. Dua sel dipertemukan dalam tabung kemudian selama 1 tahun kami akan tumbuh di dalam tabung.”

“Lalu kalian tidak mengenal cinta ?”

“Apa itu cinta ?”

“Oh tidak. Yasudahlah lupakan pertanyaanku. Biarlah itu menjadi rahasia masa lalu. Lalu siapa keluarga kalian ? Ibu, bapak, adik, kakak ?”

“Kami terlahir individu. Ketika kami lahir kami diasuh oleh robot sampai usia kami 17 tahun dalam sebuah rumah asuh bersama anak-anak yang lain. Ketika usia kami 17 tahun kami diberikan tempat tinggal dan tinggal menikmati semua fasilitas ini.”

Memang dunia seperti ini enak, namun ada satu hal yang terlupakan oleh manusia-manusia ini bahwa setiap manusia pasti memiliki perannya masing-masing untuk dunia. Jika manusia tidak mengerjakan apa-apa, untuk apa mereka dilahirkan ? Di zaman ini manusia sudah tak memiliki tantangan dalam hidupnya, ini sama saja seperti memiliki raga tanpa jiwa. Dan manusia sudah kehilangan rasa cinta, komputer telah memanipulasi tatanan kehidupan dan menghapus kata cinta dari tatanan tersebut. Manusia tanpa cinta, mungkin seperti remaja tanpa galau.

 Aku sempat berpikir ulang tentang permintaan terakhirku. Meminta dunia yang bebas dari kemiskinan, perang, kelaparan, tantangan dan UJIAN KOMPRE. Oh ya aku harus segera pulang dan melanjutkan berlajar untuk ujianku. Eh apa aku minta dikembalikan ke waktu satu bulan sebelum aku ujian kompre sehingga aku punya waktu lebih lama untuk belajar, atau aku minta dipulangkan ketika aku lulus saja. Ah kemanapun tujuan waktuku aku harus pulang.

“Bagaimana, apakah kamu akan tetap tinggal disini ?” tanya Robert.

“Tentu saja tidak. Aku ingin segera pulang.”

“Kenapa ? Bukankah ini surga bagimu ?”

“Ini bukanlah surga. Kehidupan manusia bukanlah tentang bagaimana komputer mengatur. Kehidupan manusia adalah mengenai tantangan dan bagaimana harus menyelesaikannya. Aku tak mau hidup didunia yang tak ada perasaan yang namanya cinta dan kasih. Manusia seharusnya memiliki jati dirinya dan bukan tinggal hidup menikmati fasilitas teknologi. Tak ada satu komputerpun yang bisa menciptakan cinta. Ujian bukanlah suatu hal yang harus dihindari namun harus dihadapi agar manusia menjadi orang yang lebih baik. Sekarang izinkan aku pulang.”

“Masalahnya…,” Robert dan Yukito saling lepas pandang.

“Masalahnya mesin waktu merupakan teknologi yang scientist baru bangun. Kami tak bisa mengontrol secara pasti ujung dari lubang cacing. Tadi merupakan uji coba pertama dan kebetulan ujung lubang tersebut mengarah ketempatmu.”

“Maksud kalian aku terjebak disini ?”

“Aku menyesal untuk berkata ini, tapi iya.”

“Tidak kalian bohong kan ? Aku mau pulang. Aku ingin bertemu teman-temanku, keluargaku, orang tuaku. Aku tak mau terus disini. Apakah benar-benar tidak ada cara untukku dapat pulang ?”

“Sebenarnya ada, namun ini sangat berrisiko. Kami bisa membuka kembali lubang cacing dan mensetnya tujuannya ke tempat terkahir yang dikunjungi, namun berhubung kami belum pernah mencoba bisa saja lubang tersebut malah membuka ke zaman yang tidak kamu ketahui. Jika itu terjadi maka untuk selamanya kamu akan terjebak di zaman itu. Atau yang lebih buruk lagi, bisa saja lubang cacing akan menghilang ketika kamu berada di dalamnya. Hal itu bisa terjadi karena tidak stabilnya lubang itu sendiri, maklum ini uji coba yang masih sangat dini. Jika hal itu terjadi kamu akan langsung hancur lebur.”

Aku menganga, pilihan yang sulit. Jujur, walaupun dunia zaman ini seperti surga, aku merindukan dunia yang dulu dimana manusia akan saling bersosialisasi, memiliki tujuan hidup dan saling mencintai. Aku ingin pulang dan menyelesaikan ujianku.

*

Sudah 2 hari aku memikirkan keputusanku masak-masak. Akhirnya aku memutuskan mengambil risiko untuk kembali ke zamanku. Aku tak peduli apapun yang terjadi. Aku yakin aku akan bisa pulang. Memang selama 2 hari aku seperti berada ke surga, namun aku tidak menyukai ini. Aku lebih betah duniaku yang lama. Hidup penuh dengan konflik dan intrik yang membuat hariku lebih hidup. Aku kanget semua teman dan keluargaku.

 Ujian kompre, here i come…. Aku masuk ke dalam ruangan tempat aku datang. Cermin air sudah berpendar di dalam gerbang tempat aku datang. Sial, aku tak boleh membawa apapun pulang ke zamanku. Jangankan cincin hijau yang berisi ilmu pengetahuan itu, bahkan satu bakteripun tak boleh kubawa pulang. Sebelum aku pulang aku sudah disterilkan dari kondisi lingkungan disini.

 Lampu kristal di gerbang sudah menyala hijau, gerbang sudah siap untuk digunakan. Aku memejamkan mata. Tuhan maafkan aku meminta hal yang aneh-aneh. Aku meminta dunia yang tidak ada ujian, kelaparan, kemiskinan dan sebagainya. Aku tahu ini masih di dunia dan aku tak akan bisa mendapatkan surga di dunia. Surga hanya bisa aku dapatkan ketika sudah meninggal nanti. Selama aku masih ada di dunia, aku pasti akan mendapatkan tantangan dan ujian yang akan membawaku menjadi insan yang lebih baik. Jika aku lulus, maka surga akan menantiku nanti.

 Tuhan aku  memohon agar Kau bisa mengembalikanku ke tahun 2012. Tolong kembalikan ke 8 jam sebelum aku ujian ya tapi, soalnya agar waktu belajarku lebih banyak lagi. Ah apa yang aku pikirkan ? Asalkan aku bisa kembali ke zamanku, bertemu keluarga, teman-teman dan ujian kompre lagi aku sudah sangat bersyukur. Aku ingin kembali ke dunia penuh tantangan dan cinta. Aku memandang Robert dan Yukito yang bergumam di balik kaca.

“Harus aku akui, aku kagum dengan plan-Bmu,” kata Robert pada Yukito

“Apakah kita tidak terlalu banyak berbohong padanya ?” tanya Yukito.

“Tidak. Masa depan haruslah tetap rahasia. Aku yakin ia akan percaya dengan semua penjabaran akan masa depan yang kita karang-karang ini. Mana ada cincin yang mengetahui semua ilmu pengetahuan, kalau mau pintar ya belajar. Mana ada cincin yang bisa mempengaruhi medan energi. Mana ada cincin yang bisa menjaga kesehatan tubuh. Toh kita saja sekarang sedang berjuang melawan virus dan bakteri yang makin bervariasi. Ia sepertinya percaya dengan semua hologram yang telah kita persiapkan untuk mengelabuhinya.”

“Haha, sepertinya ia juga mentah-mentah percaya dengan superkomputer dan hutan itu. Hebatkan plan yang sudah aku persiapkan jika ada manusia yang terbawa masuk ke lubang cacing itu. Untung dia tidak memilih untuk stay karena kita akan langsung menghabisi nyawanya jika ia memilih tinggal selamanya disini. Tapi kenapa ya dia tidak memilih tinggal di kehidupan seperti ini ?,” kata Yukito dengan sedikit mengoyombong.

“Dia bilang karena dia cinta zamannya. Kamu lupa memepersiapkan apapun tentang cinta. Apa sih sebenarnya cinta itu ? Kenapa dia sepertinya mengumbar-umbar sekali. Aku malas mencari di database.”

“Aku juga malas. Sepertinya hal tidak penting dari tahun 2012. Tapi harus aku akui, aku suka dengan bentuk manusia tahun 2012 daripada bentuk kita yang sekarang. Boleh tidak aku tetap berada di hologram bentuk manusia seperti ini ?” Yukito menatap tubuh penyamarannya.

“Kenapa memang ? Kamu malu karena tubuh kita sudah bermutasi ?”

“Aku merasa lebih tampan saja dengan bentuk seperti ini.”

“Sudah jangan main-main. Kita harus segera pulangkan dia. Ini sekaligus uji coba apakah kita bisa mengontrol ujung lubang cacing ini. Jika kita berhasil maka penemuan kita sudah mendekati keberhasilan..”

“Apakah kita bisa dengan tepat mengembalikannya ke masa dia datang ?”

“Itu mustahil Yukito. Pasti akan ada galat waktu. Galatnya sangat bervariasi bisa satu jam, satu hari, satu tahun bahkan satu abad. Semoga dewi fortuna selalu bersamanya. Jika ini berhasil maka Kita akan memperbaiki umat manusia dengan bantuan mesin waktu ini. Sudah banyak kekacauan yang manusia perbuat pada bumi. Aku ingin sekali kehidupan tahun 2500 ini bisa….,”

“Lubang cacing siap,” kata Robert memotong perkataan Yukito.

“Oke. Kamu sudah pastikan dia sudah steril dan tidak membawa materi genetik ditubuhnya kan ? Bisa bahaya jika virus masa depan akan terbawa ke tahun 2500.”

“Sudah. Aku yakin daya tahannya jauh lebih baik daripada daya tahan kita yang sudah termutasi ini. Ingat dibandingkan bumi tahun 2012, kondisi bumi tahun 2500 itu…,”

“Kenapa dia melambai-lambai ?” Yukito memotong kata-kata Robert sembari melihat di balik dinding kaca.

Aku mengucapkan selamat tinggal pada mereka dengan melambaikan tanganku. Cermin air sudah terbentuk di gerbang itu. Baiklah, mereka bilang ini adalah pertaruhan antara hidup dan mati. Pilihannya hanya 3 kembali ke tempat zamanku, ke zaman antar berantah, atau mati. Kuharap dewi fortuna bisa berpihak kepadaku seperti biasanya.

“Lubang cacing sudah siap. Kamu bisa masuk sekarang. Selamat tinggal.”

Suara itu menggema di ruangan besar itu. Aku berbalik badan dan melangkah ke depan gerbang. Aku tak akan pernah melupakan perjalanan ke surga ini. Dan sekarang saatnya aku kembali ke dunia yang penuh tantangan dan UJIAN KOMPRE. Oh ya aku bahkan sudah hampir lupa dengan semua materi yang aku jejal 3 hari lalu. Ah bagaimana ini ? Ah masa bodoh, yang jelas aku mau pulang. Aku memasukkan tanganku ke dalam cermin air. Sensasi aneh itu kembali aku rasakan.

*

Indonesia, Tahun 2012 Masehi

Aku mengusap wajahku. Apakah aku bermimpi tadi ? Berjalan-jalan ke tahun 2500 masehi, ke dunia yang seperti surga ? Mimpi tadi terasa sangat nyata. Satu hal yang membuatku makin yakin itu kenyataan adalah karena sekarang masih pukul 18.00. Ujian Kompre masih besok padahal aku yakin tadi sudah melewati tengah malam dan sudah mendeklare kalau ujian kompre sudah hari ini.

 Apakah aku sudah gila karena kurang tidur ya ? Apakah kewarasanku menghilang karena semua teorema yang kujejal ke otak ? Apakah batas antara mimpi, kenyataan dan halusinasi sudah kabur dari otakku sekarang ? Lihat sisi positifnya, tak peduli mimpi atau kenyataan yang jelas aku jadi punya waktu lebih lama untuk belajar.

 Ah TUHAN SEMOGA…, ups aku ingat sekarang. Ini pasti ganjaran Tuhan karena berdoa sembarangan. Pasti Tuhan memberikan mimpi yang sangat nyata agar memberiku pelajaran untuk tidak berdoa sembarangan. Oke… kali ini aku akan berdoa dengan benar.

“Ya Allah berilah aku dan semua teman-temanku kemudahan dalam mengerjakan ujian komprehensif. Jangan biarkan kami terjebak oleh trap dalam pertanyaan-pertanyaan yang akan kami hadapi. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin dan apapun hasilnya akan kami terima. Bagiku, ujian kompre adalah ujian yang menilai apakah aku layak menjadi engineer atau tidak.”

Aku mengamini doaku. Hah…, aku ada sebuah cincin karet hijau yang melingkar di jari masniku. kenyataan atau mimpi sih ?

 

Advertisements

7 comments on “Aargh Kompre (PART II)

  1. Hmm…. keren wid! Gw akhirnya pertama kali ngeliat cerita bikinan lu yang agak sci-fi. Yah… meskipun ga sci-fi tingkat tinggi amat sih, hahaha. Ternyata yang lu ceritain di situ… manusia udah ga ada ya? hahaha. Bumi juga kynya udah ga jelas ky gimana bentuknya.

    Btw gw suka banget ama moralnya deh. Dinamika itu memang harus ada buat driving force seorang manusia. Ya bukan berarti masalah harus selalu ada… tapi dengan adanya suatu permasalahan, manusia akan berusaha mencari solusi dan bertindak, mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang. Kalo kata orang “nikmatilah prosesnya”, ya itulah yang ‘orang’2 tahun 2500 ga punya (mereka ga kuliah tekim kali ya, makanya ga ngerti proses, hahaha). Cinta juga penting. Manusia makhluk sosial. Inget kan kuliah PKK kmaren, di level kedua (ato ketiga ya) dari bawah piramida manusia, dibilangin kalo manusia butuh suatu “komunitas” yang menjadi “tempat” dia untuk bisa hidup nyaman dan bahagia kan?

    Eh astaga… gw baru menyadari satu hal yang bisa diperdebatkan oleh pembaca (butuh waktu aga lama juga buat menyadarinya lho). Di part 1 kan Robert jadi subjek pertama buat ngetes mesin waktunya. Di situ juga dibilangin “kita akan membuat sejarah baru” sebagai penguat bukti bahwa dia yang pertama. Oke… di part 2, si mahasiswa TK (sebut saja TK) masuk ke masa ketika Robert masih ada. Menjelang akhir cerita Robert bilang sesuatu tentang plan B Yukito kan? Berarti si TK inilah subjek pertama dalam ngetes mesin waktunya kan? Pertanyaannya: sebenernya Robert ato TK yang berpindah waktu? Emang agak sulit dijawab sih, apalagi terkait masalah ruang dan waktu. Bikin cerita terkait 2 hal itu tuh ga gampang lho. Harus gw akui lu lumayan hebat bikin cerpen semacem ini. Ga semua orang bisa lho 😀

    Ah… terakhir, quote favorit gw di cerpen ini, “Manusia tanpa cinta, mungkin sama dengan remaja tanpa galau” 😀

    Ayo, Wid! Gw menunggu karya2 lu yang berikutnya nih, tapi yah… jangan lupa belajar kompre, mau kapanpun itu lulusnya, hehe. Kerjain RP yang bener (walaupun gw juga lagi aga mentok sih). Penelitian mudah2an juga dilancarin, aamiin.

    Anyway… Good job, Wid!

    …seharusnya gw nyari jurnal buat Bpk. SA, tapi malah sibuk baca ini dan komen panjang… :p

    • Thanks ri sudah menjadi pembaca setia blog gw. Ah senangnya kalau misalnya ada yang komentar, jadi semangat nulisnya.
      Yang berpindah waktu itu si Anak TK. Plan B itu maksudnya rekayasa2 yang dibuat kalau ada manusia yang terhisap ke lubang cacing, gimana agar manusia tahun 2012 tidak melihat realita tahun 2500 kayak gimana, coz itu rahasia. Manusia & bumi nya kayak apa –> itu gw ingin membuat pembaca mengira-ngira sendiri. Semua penggambaran tentang bumi dan manusia yang gw buat kan cuma bagian dari plan B itu, whish is rekayasa.
      Iya nih sumpah takut gw sama kompre….
      Semoga kita semua bisa lancar RP, penelitian dan kompre ya…, Amin

  2. hmmm…ada satu yang mengganggu pikiran gw. karena ada kata2 dewi fortuna yang diucapkan oleh si manusia masa depan. padahal kan dia udah nggak percaya hal2 macam cinta dan tuhan. harusnya dewi begituan nggak ngerti juga dia, hehehe….

    • Thanks estu for reading my story
      Oh my god, gw nggak terpikirkan sekalipun tentang pemikiran dewi fortuna itu. Anggep aja dewi fortuna = berhasilnya kemungkinan yang sangat kecil (sepersatumiliar). Hehe. thanks anyway utk masukannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s