[No Title]

Sebenarnya ini postingan lama yang aku repost lagi. Coz weekend ini pulang ke rumah namun nyokap nggak ada karena harus pulang kampug ke Jateng. Walaupun begitu setiap hari pasti nelponin ke rumah. haha, i love you mom

Tatkala ada seorang ksatria gagah berani yang ingin mengambil mahkota tanda kekuatan sejati yang berada di gunung tertinggi. Sudah ratusan ksatria kuat dari seluruh penjuru dunia yang mencobanya, namun tak satupun yang berhasil.  Ksatria gagah ini sudah menyebrang tujuh lautan dan tujuh samudar untuk sampai ke gunung tempat mahkota itu berada. Kekuatan dan kesaktiannya sudah tidak bisa dianggap remeh lagi. Sang ksatria itu telah sampai di puncak gunung dan mahkota itu telah berada di hadapannya. Mahkota itu sangat indah, berlapiskan emas dengan pancaran berlian dari setiap sudutnya. Namun sebuah asap muncul menghalangi langkah ksatria itu. Asap itu menjelma menjadi sebuah sosok jin besar.

“Wahai ksatria pemberani,” suara jin tersebut lantang dan menggema di seluruh penjuru gunung.”
“Jika kau ingin mendapatkan mahkota ini, kau harus menghadapi 3 tantangan terlebih dahulu, apa kau sanggup ?”
“Sanggup,” Kata ksatria itu dengan penuh percaya diri.
“Baik tantangan pertama kau harus penuhi cekungan danau kering di atas gunung ini dengan air laut sampai penuh. Apa kau sanggup ?” kata sang jin menunjuk sebuah danau yang kering di puncak gunung.
“Saya sanggup.”

Selama 1 tahun sang ksatria itu naik turun gunung dan menuju laut, guna memenuhi tantangan sang jin. Berkat kegigihan sang ksatria ia berhasil memenuhi danau itu dengan air laut.

“Wahai jin, lihat cekungan itu sudah penuh dengan air laut.  Aku telah berhasil menghadapi tantangan pertama, apa tantangan keduanya ?”
“Tantangan keduanya berada dibelakangmu ?”

Sang ksatria berbalik. Seekor ular sudah menggeliat, siap menerkam sang ksatria. Ular tersebut sangat besar bahkan dapat dikatakan raksasa.

“Tantangan keduanya kau harus bisa mengalahkan ular itu.”

Sang ksatria mengeluarkan pedangnya dan menghadapi ular itu. Ular itu sangat kuat dan ganas. Sang kstaria hampir dibuat mati oleh ular itu. Namun berkat kakuatan dan kegigihan sang ksatria, ia berhasil mengalahkan ular itu.

“Aku sudah berhasil mengalahkan ularmu. Apa tantangan terakhirnya ?” kata sang ksatria dengan lantang.
“Baik kau akan menghadapi tantangan ketiga. Jika kau lulus tantangan ini, aku akan menyerahkan mahkota tanda kekuatan sejati itu kepadamu. Pada tantangan terakhir ini kau sendiri yang akan menentukan tantangan yang harus kau lalui. Aku hanya akan memberimu sebuah pentunjuk.”
“ Baik apa petunjuknya ?”
“Kau harus melakukan tantangan yang menurutmu sebanding dengan semua pengorbanan yang ibumu lakukan kepadamu.”

Sang ksatria berpikir keras memikirkan tantangan itu. Namun pada akhirnya ia tidak dapat menemukan apa tantangan yang sebanding dengan pengorbanan ibunya. Ksatria itu akhirnya menyerah. Ia tahu bahkan kedua tantangan itu tidak akan mampu sebanding dengan apa yang dilakukan ibu terhadapnya. Kedua tantangan itu hanyalah tantangan kecil bila dibandingkan dengan pengorbanan seorang ibu kepada anaknya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s