Konspirasi PART I : Before & After

Diet…, jika berbicara tentang satu kata ini pasti banyak suka dan dukanya. Siapa dari kalian yang pernah merencanakan ini ? Jika ada yang pernah berapa target penurunan berat badan kalian 5 kilo ? 8 kilo ? atau 10 kilo ? Dan apakah kalian berhasil meraih target kalian ? Berhasil atau tidak pastinya diet memiliki banyaaaaak sekali godaan yang membuat kalian lupa kalau kalian sedang diet.

Lalu ketika saya katakan kalau saya berhasil menurunkan 27 kilo dalam 3 bulan apakah kalian akan percaya ? Bagi yang belum tahu mungkin foto dibawah ini bisa menjelaskan kalimat saya. Apakah setelah melihat foto itu…., kalian tidak terpikir bahwa aku telah berbuat sesuatu yang tidak kalian pikirkan ? Diet, dengan tidak makan nasi, ngemil buah dan olahraga apakah bisa mengurangi berat badan seperti yang aku sering katakan pada kalian ? Hmmm, kalau orang-orang yang baru pertama aku temui sih langsung kaget dan tidak percaya jika aku bilang 27 kilo dalam 3 bulan.  I will give you a conspiracy

Do you beleive it ? Or is there any conspiration ?

Do you beleive it ? Or is there any conspiration ?

*

“Huaah.”

Aku meregangkan tubuhku saat keluar ruangan. Ujian akhir semester telah berlalu, menandakan sebuah hari baru akan terbit (lebay mode on). Gedung labtek 10 belum pernah terasa sedamai ini, saat semua ujian akhir semester telah dilalui dan libur super panjang akan segera tiba. Setelah ini, akan banyak to do list yang akan aku lakukan yaitu…, doing nothing. Yes, pulang ke kampung halaman, berkumpul dengan keluarga dan bermalas-malasan selama liburan.

Aku melihat lembar soal ujian yang baru aku lewati. Termodinamika II, pelajaran tentang … (lebih baik tidak usah dijelaskan deh). Aku melihat ke beberapa soal yang tadi tidak bisa aku kerjakan. Beberapa temanku yang study oriented berkumpul dan membahas jawaban yang mereka kerjakan tadi. Bergabung dengan mereka untuk mendengarkan ? Ah malas deh, nanti malah nyesel. Aku menuju ke tempat sampah dan membuang soal ujianku. BODO AMAT, bawaanku memang sudah mau libur.

Aku turun ke lantai dasar. Goodbye ruang X-316 selama kurang lebih 2 bulan. Aku (tidak) akan merindukanmu. Suasana lantai satu cukup ramai, namun semua berasal dari angkatanku. Angkatan yang lain sudah mengakhiri UAS lebih cepat, membuat mereka bisa lenggang langgeng kemana-mana duluan. Huh membuatku makin iri aja. Lebih baik aku bergabung dengan teman-teman yang sudah merasakan atmosfir yang sama denganku, atmosfir liburan.

Bau apa ini ? Kurasa ini bau kebebasan…, aku menghirup udara segar ketika sampai di pendopo tempat ngumpul teman-temanku. Saatnya bercanda gurau mengakhiri semester ini dengan mereka. Aku langsung mengambil tempat duduk yang kosong dan tenggelam dalam pembicaraan ringan bersama mereka.

Kenapa aku terlihat seperti senang sekali ? Tentu saja jurusan Teknik Kimia merupakan jurusan yang cukup freak menurutku. Jurusan ini membuatku sulit tertidur bahkan menjadi tidak punya waktu untuk tidur. Bahkan terkadang kefreakan jurusan ini sampai terbawa mimpi di kala tidurku yang sempit. Oleh karena itu libur semester ini sudah sangat aku tunggu-tunggu.

Dan liburan ini adalah liburan terpanjang yang pernah aku alami selama masa pendidikan. Bayangkan libur 2 bulan, mulai dari Mei akhir sampai Agustus awal. Memang antara semester 4 dan 5 jeda libur sangatlah panjang. Mau ngapain tuh 2 bulan ? Mempersiapkan materi kuliah di semester 5 ? Ini sih pekerjaan anak SO. Hal itu sama sekali tidak ada di to do listku.

Namun di liburan itu ada beberapa hal yang harus dipersiapkan seperti menjadi panitia syukuran wisuda dan ospek jurusan. Ah lumayan deh buat mengisi waktu liburan. Bisa mati lumutan juga jika sama sekali tidak ada pekerjaan yang dikerjakan. Oke everyday is holiday akan segera dimulai. Aku mendengarkan pembicaraan teman-temanku.

“Eh udah liburan nih, pada mau rencana ngapain ?”

“Gw mau VT nih di schlumberger, nanti disana kayak gimana ya ?”

“Ya paling begitu lah, persiapin mental aja. Jangan lupa oleh-olehnya ya.  Gajinya berapa  sih ?”

“Mau tahu aja deh.”

“Gw liburan bakal sibuk nih ngurus ospek kampus nih. Gw kan jadi kadiv acaranya. Pasti nanti bakal sibuk. Oya teman-teman jadi di ospek kampus nanti rencananya akan dibawa beberapa penurunan nilai ke angkatan 2010 … “ (Bayangin aja sendiri ya)

“Bagus juga tuh nilai yang mau dikasih, bisa diterapin ke ospek jurusan kita. Nanti pokoknya waktu ospek kampus jangan sampai tabrakan dengan waktu ospek jurusan ya. Soalnya materi yang akan diberikan ketika ospek jurusan nggak kalah penting sama ospek kampus. Panitia ospek kampus kan 2009 yang notabennya yang akan dikader di ospek jurusan. Nah materi yang akan dibawa di ospek jurusan kita adalah….,” (blablabla kurang lebih 15 menit)

“Kalau gw kayaknya liburan mau nyicil buat labtek (semacam kegiatan laboratorium yang cukup freak)”

“Oya sub jurusan kamu labtek dulu ya sebelum liburan. Selamat deh.” ( di Teknik Kimia ITB ada 3 subjurusan, teknik kimia umum, bioproses, dan teknologi pangan)

“Ya  sub jurusan lo juga ada kali, tapi sebelum masuk. Selamat deh.”

“Haduh gw takut nih labtek, nanti ada tes lisan dulu sama dosen sebelum dan sesudah laboratorium ya. Kalau belum dinilai pantes nanti pembicaraan awal diulang lagi baru bisa ngelab. Bisa mati nih. Apalagi gw orangnya geblek. Bakal ngulang pembicaraan awal berapa kali.”

“Yaudah berdoa aja dapet partner yang kagak geblek.”

“Iya nih labtek gila. Mana laboratorium ya dua hari lagi. 2 SKS yang sangat menyiksa.”

“Gw takut kalau ketemu dosen nanti dibego-begoin lagi. Lo tahu kan tahun lalu ada yang diginiin sama dosennya . ‘kamu kalau mikir dengkulnya panas nggak ?’. Ih dalem nggak sih dibilang gitu sama dosen.”

Dan segala realita dan derita mengenai semester 5 dibicarakan. Aduh…, aku jadi takut untuk menatap semester depan. Ah tenang aja, kan masih ada libur 2 bulan. Nikmati aja waktu nyantai ini dulu sebelum berperang dengan semester depan.

“Lo libur mau ngapain ?” Temanku menanyaiku.

“doing NOTHING. Namanya liburan ya nggak ngapa-ngapain lah. Oh ya ada satu yang mau gw lakuin pas liburan,” kataku.

“Apa tuh ?”

“DIET.”

Semua melihatku dengan tatapan heran. Senyum mencibir terarah kepadaku. Aku memang sudah merencanakan untuk menurunkan berat badanku yang sudah diatas normal. Minggu lalu adalah shocking terapi untukku. 90 kg, aku hampir tidak percaya dengan angka yang tertera ditimbangan. Aaargh, aku terlalu banyak makan. Saat itu aku langsung berencana untuk diet ketika liburan.

“Ini bukan kali pertama kita ngedenger ini. Ya diet-det, semoga sukses deh,” temanku mengatakan dengan sedikit cemooh.

“Eits, jangan pikir ini sama dengan perkataan diet gw sebelum-sebelum ini. Kali ini berbeda. Kali ini gw udah bener-bener niat untuk berdiet. Lihat aja gw akan turun 25 kilo dalam waktu 3 bulan sampai agustus ini.”

“Kalau mimpi jangan ketinggian nanti jatuhnya sakit loh.”

“Iih, kok pada nggak ngedukung sih.”

“Eh sama gw juga mau diet,” salah satu temanku berkata padaku.

Dia adalah Widi. Postur tubuhnya kurang lebih sama denganku. Ia juga bertubuh gemuk. Kalau dijejer, aku dengannya seperti angka 0 dan 0. Dia mau diet juga ? Ih ikut-ikut aja sih. Palingan Cuma gertak sambal. Yang ada liburan malah naiklah berat bada dia.

“Udah wid jangan ikut-ikutan mimpi. Nanti lo nggak lucu lagi kalau kurus.”

“Ya terserah sih. Lihat aja nanti,” kata Widi.

“Emang motivasi lo buat diet apa wid ?” tanya salah seorang teman.

“Ada deh. Belum tahu kan ?” kata Widi dengan nada sedikit membuat kepo.

“Kalau gitu kita taruhan yuk,” kataku dengan nada menantang.

“Boleh. Taruhannya apa ?” Widi menjawab dengan mantap.

“Taruhannya kalau penurunan berat badan gw lebih banyak lo harus traktir di…, hanamasa gimana lo mau ?”

“Siapa takut. Temen-temen jadi saksinya ya. Waktunya sampai hari pertama masuk kuliah ya,” kata Widi.

Aku menyetujui taruhan itu. Aku pasti menang. Niat ku sudah sangat kuat. Aku harus diet untuk menurunkan berat badan. Aku juga  tidak mau kehilangan 100ribu karena harus mentraktir hamanasa. Aku pasti akan berhasil memenangkan taruhan ini.

*

Tak terasa dua bulan telah berlalu. Jakarta membelaiku dengan angin sepoi yang begitu nyaman, membuatku malas untuk membuat perencanaan dalam hidup. Setiap hati nyaris tak ada kegiatan penting yang aku ikuti. Setiap hari kerjaanku tak jauh dari kata bermalas-malasan. Namun inilah nikmatnya liburan.

Pagi hari bangun siang ketika mentari sudah tertawa keras di langit. Pastilah mama selalu membangunkanku agar tidak kebablasan makan pagi. Setelah bangun aku langsung sarapan. Masakan mama yang begitu enak, lezat dan gratis begitu mebelai perutku. Sebagai anak kos yang servlba sulit mengatur keuangan tentunya tidak akan melewatkan  kesempatan makan gratis setiap hari.

Setelah perut kenyang, pekerjaanku adalah duduk di depan televisi, memindah chanel satu demi satu. Aku bahkan sampai hafal dengan susunan acara televisi kalau pagi menjelang siang. Kalau tidak acara gosip, kuis, atau acara musik interaktif dengan anak muda masa kini (baca alai) menjadi penontonnya. Biasanya aku menonton FTV atau sekedar pindah-pindah channel tanpa menyimak acara. Untuk televisi tidak rusak karena kebanyakan dipindah-pindah.

Kalau sudah bosan memindah-mindah channel, pekerjaanku adalah bermain internet. Kalau sudah melakoni aktivitas yang satu ini,.rasanya dunia hanya milik aku berdua, aku dengan komputerku. Mulai dari situs warta berita, facebook, twitter, tumblr youtube, blog bahkan sampai situs terlarang aku jelajahi. Huh ini akan makin membuat minus di mataku bertambah. Sekarang saja minus di mataku sudah minus 5. Nampaknya harus mengecek mata lagi nih setelah liburan. Namun satu pekerjaan dengan internet yang paling menyita waktu adalah bermain game online.

 Setelah menjelajah internet lalu makan siang, memanjakan perut dengan masakan mama yang menggunakan bumbu cinta sehingga begitu lezat, pekerjaanku adalah tidur sampai sore.  Kalau sudah tidur aku paling sulit untuk dibangunkan. Tidur sore adalah pekerjaan yang ingin sekali aku lakukan namun selalu terhalan oleh kewajibanku sebagai mahasiswa.

Hehe aku memang mahasiswa abal-abal, kuliah saja malas. Kalau dikelas aku terkadang tertidur karena suara suara dosen terdengar begitu merdu bagaikan simfoni klasik yang begiti nyaman membuat meja terasa menjadi kasur yang begiu empuk. Namun jika sudah tertidur aku harus tetap hati-hati. Kalau terlalu pulas bisa-bisa aku diusir dosen dan itu akan makin merusak martabatku sebgai mahasiswa. Terkadang juga mimpiku ketika tidur juga akan terganggu karena dosen memberikan kuis di tengah-tengah kuliah. Sepertinya makna kuis sudah bergeser dari yang dahulu aku emban. Kuis dimana-mana mendapat hadiah nah kalau ini malah mendapat pusing. Namun kalau disini tak ada suara-sura dari dunia nyata yang bisa mengusik alam.mimpiku. Berbagai petualangan sudah aku lalui dalam tidurku dan yang aku tahu tiba-tiba sudah adzan magrib.

Kepala rasanya segar ketika memanjakan kepala dengan mimpi indah yang begitu terlihat nyata. Dan ketika adzan sudah menggema, berarti itu menjadi alarm makan malamku. Perut serasa dimanjakan dengan makanan lezat penuh bumbu cinta yang dibuat oleh mama. Segala gizi pasti terpenuhi jika makan dirumah.

Setelah perut kenyang pekerjaanku selanjutnya adalah menongkrong di depan televisi untuk menyaksikan box office di salah satu televisi swasta. Kalau ini baru namanya menonton televisi yang sesungguhnya tidak seperti pagi hari dimana Televisi hanya akan berganti channel karena aku ganti-ganti salurannya. Suara jangkrik biasanya menemani malamku ketika aku tenggelam dalam alur film box office yang aku tonton.

Setelah aku puas atau pusing dengan televisi, saatnya naik ke lantai dua untuk memanjakan tubuh ti dikasur, kembali menlajutkan mimpi yang tadi sore berkecamuk di tidur soreku. Atau jika masih belum ngantuk aku biasanya main game online sampai pagi. Begitulah rutinitas yang aku lakukan selama dua bulan ini.

Selain rutinitas itu, pekerjaanku adalah jalan-jalan ke mall, nonton bioskop, reunian, pokoknya pekerjaan yang menguras kesenangan. Waaah ini baru yang namanya liburan. Aku serasa tenggelam dalam surga dunia yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Andai selamanya seperti ini.

Lalu dietku bagaimana ? Rencananya aku menyisipkan dua kegiatan di liburan kali ini yaitu lari pagi dan fitness. Namun dari kedua aktivitas itu hanya lari pagi yang kesampaian dan itupun hanya bertahan selama satu minggu sampai aku merasa keok dan malas. Aaargh, aku yakin widi pun akan mengalami hal yang sama denganku, jadi tenang-tenang saja.

Satu hal yang menjadi shocking terapi untukku pada liburan kali ini adalah berat badanku naik 5 kilo. Apakah timbangan badan ini salah ? Berat mama benar kok menggunakan timbangan ini, jadi aku naik berat badan dong ? Aaaaaa, serasa ingin berteriak namun tak ada gunanya. Teriak tak bisa menurunkan berat badan.  Diet gagal total.

*

Serasa ingin menangis, ritual keseharian yang begitu indah selama dua bulan terakhir nampaknya harus berakhir. Saatnya kembali ke realita. Aku akan segera memasuki semester ke 5. Aku sudai di bandung. Dua minggu lagi aku akan masuk ke semester awal perkuliahan dan sekarang aku harus menjadi panitia acara ospek jurusan.

Aku memasuki areal kampus yang cukup sepi, maklum masih masa liburan. Wah teman-teman pasti membuli-buli aku nih karena dietku gagal total. Waktu itu sudah terlalu sesumbar sih dengan program diet yang aku canangkan. Alhasil sekarang aku menekan ludah sendiri. Ah paling si Widi juga akan dibuli-buli karena dietnya gagal.

Aku menuju ke gedung jurusanku. Sudah 10 menut semenjak jam untuk berkumpul. Ah pasti ngaret, itu sudah menjadi kebiasaan teman-teman juga. Aku bergegas menuju ke tempat berkumpul saat seseorang yang aku lihat membuatku sangat sangat sangat tercengang.

“Hah Widi ?” kataku yang takjub dengan tubuh barunya yang…, kurus.

Ia jauh berbeda dengan Widi yang terakhir kali aku lihat. Pipinya yang tembem sudah menirus. Gumpalan lemak diperutnya telah menghilang bagai ditelan bumi. Gelambir lemak dilengah telah lenyap. Ia yang biasanya terlihat seperti angka nol sekarang terlihat seperti angka 1. Tubuhnya sekarang proporsional. Penampilannyapun berbeda, tak ada lagi celana jeans gombrong atau baju ukuran XL. Skinny jeans, tapi tidak terlalu skinny dengan atasan kaus dengan ukuran M.  Aku pangling, seakan tidak percaya dengan apa yang aku lihat.

“Hei, masih gemuk aja lo,” kata Widi dengan nada mengejek.

“Gimana mungkin lo bisa…,” aku masih tak percaya.

“Ya gw diet lah. Lo kok kayaknya malah makin gemuk ? Pasti diet lo hanya menjadi sebuah wancana ?”

“Tapi gimana bisa ? Lo turun berapa kilo ?”

“20 kilo. Masih mau turun lagi nih. Targetnya 3 bulan bisa turun 25 kilo.”

Aku menelan ludah. Hebat, benar-benar hebat. Aku masih tak percaya orang yang ada didepanku ini adalah Widi. Physicly, dia bukan lagi Widi. Aku harus mengakui kalau aku kalah dalam pertempuran ini. Wah berarti aku harus mentraktir dong. Hiks, 100 ribuku akan hilang deh.

“Cara diet lo gimana ?” tanyaku masih penasaran.

“Olahraga pagi, kurangi gorengan dan makanan berlemak, nggak makan nasi, ngemilnya buah, minum teh hijau.”

“Kalau nggak makan nasi terus makannya apa ?”

“Kalau pagi makan telur rebus sama pisang, kalau siang makan sayur-sayuran sama buah, kalau malam makan pisang aja. Ngemilnya buah-buah aja. Kadang-ladang makan daging juga kok. Yang jelas pagi wajib olahraga. Aku olahraganya lari kurang lebih 6 kilometer. Lo kenapa bisa gagal dietnya ?”

“Au ah,” kataku sedikit BT dan banyak iri pada Widi.

“Kapan nihtraktiran hanamasanya ?”

“Terserah lo deh.”

“Loh kok lo BT gitu. Kan gw jadi nggak enak.  Jadi nggak taruhannya ?”

“Ya jadilah. Secara gw udah janji. Ya tinggal bilang aja ke gw lo maunya kapan.”

Aku masih tak percaya dengan Widi. Apa dia mampu melakukan kebiasaan yang superekstrem seperti itu. Tidak makan nasi ? Orang Indonesia kalau belum makan nasi berarti belum makan. Apa dia kuat ? Olahraga 6 kilo meter yang berarti 15 putaran Saraga. Memangnya dia bisa mampu ? Orang dulu lari satu keliling saja tidak kuat. Mana mungkin ia bisa ? 20 kilo dalam dua bulan yang berarti 10 kilo sebulan yang bearti 2 kilo seminggu.

Teman-temanpun demikian. Semua membicarakan Widi hari ini, seakan tak percaya dengan apa yang telah dicapainya. Ada yang langsung ingin mengikuti langkahnya, muali dari cowok gemuk, wanita kalem sampai wanita pentolan berjilbab. Widi bak selebritis mendadak yang mendapat banyak wawancara tentang metode berdietnya.

Mustahil. Aku pikir sehebat apapun orang berdiet, tak akan bisa sampai seekstrem itu. Kecurigaan mulai menghinggapiku. Pasti ada sesuatu yang ia sembunyikan. Aku harus temukan apa yang dia sembunyikan itu. Aku akan bongkar kebohongannya.

bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s