Konspirasi (PART III) : End

Terlihat lagi. Widi dengan kembarannya. Aku sedang membeli makan saat melihat Widi berjalan di seberang jalan. Ia berdua, dengan seorang pria yang bertubuh gemuk dan berwajah sama dengan dirinya dulu. Keyakinanku akan selama ini yang berinteraksi dengan kami adalah kembaran Widi semakin menjadi-jadi. Mereka berdua sama, namun satu versi gemuk namun versi kurus. They are twin, definetely

Sial, aku sedang dalam antrian dan tidak bisa mengejar Widi. Aku memikirkan sebuah cara untuk membongkar semua ini. Namun memangnya sampai kapan mereka mau bertukar peran ya ? Memangnya Widi kurus mengerti dunia perteknik kimiaan yang freak ? Apa ia juga kulia jurusan TK namun di universitas lain ?

Malam-malam, paling enak bermain twitter dan langsung membocorkan semuanya melalui jejaring sosial ini. Aku langsung login ke akunku @anonim. Aku pikir ini adalah media paling tepat untuk membongkar apa yang telah aku dapat terhadap widi. Yak berbagai kalimat langsung bergulir di timeline ku.

anonim : udah tahu belum kalau @widikrisna itu kembar ?

syahrini : @anonim hah kembar apa ?

widikrisna : @syahrini @anonim iya, emang nggak pd nyadar kalau selama gw kurus yang berinteraksi dengan kalian itu kembaran gw. Hahaha

anonim : @syahrini @widikrisna i’m serious. Guys kalian harus tahu kalau Widi itu kembar. Widi yang asli still fat like me

widikrisna : @anonim @syahrini gw rasa ada yang kena sindrom iri tanda tak mampu. Haha

idealis : @anonim emang lo punya bukti kalau @widikrisna itu kembar ?

anonim : @idealis @widikrisna gw lihat dengan mata kepala gw sendiri. Berani sumpah kesamber geledek

Sebuah SMS masuk ke ponselku. Aku langsung mengambil ponselku yang tergeletak diatas kasur. Dari Widi.

“Apa sih maksud lo pasang tweet kayak gitu ? Nyebelin tahu nggak.”

“GW Cuma mau membongkar fakta dibalik tubuh kurus lo. Udah 2 kali gw ngelihat lo sama kembaran lo. Ngaku aja kali Wid daripada nanti repot sendiri.”

widikrisna : iya gw kembar loh saudara-saudara. Mau lihat saudara kembar gw ? @idealis @anonim @syahrini

Syahrini : hah beneran @widikrisna ? tag @anonim

widikrisna : @syahrini seriusan. Selama ini yang berinteraksi dengan kalian itu saudara kembar gw. I’m still fat. (@anonim : udah puas blm ?)

anonim : RT @widikrisna : @syahrini seriusan. Selama ini yang berinteraksi dengan kalian itu saudara kembar gw. I’m still fat.

Syahrini : @anonim @widikrisna kalau begitu bawa dong saudara kembar lo ke kampus. Eh ini beneran nggak sih ?

Widikrisna : beneran. Tanya aja si @anonim

Idealis : jadi lo masih gemuk @widikrisna ? Gw juga bingung nih. Beneran nggak sih lo itu kembar ? Atu Cuma karangan si @anonim yang gagal diet ?

Anonim : Beneran. Gw udah lihat kembarannya. @widikrisna @idealis @syahrini

Syahrini : @anonim gw nggak percaya kalau belum lihat sendiri. @widikrisna @idealis

Idealis : RT  @syahrini : @anonim gw nggak percaya kalau belum lihat sendiri. @widikrisna

Widikrisna : Besok gw bawa deh kembaran gw ke kampus. Maaf ya kalau selama ini gw ngebohongin kalian krn yang interaksi dg kalian itu kembaran gw @anonim @syahrini @idealis

Anonim : iya. Bring wididut again. @widikrisna

Widikrisna : Iya, gw bohong tentang success diet & akan membawa kembaran gw yang kurus ke kampus. Retweet kalau lo puas dengan pengakuan ini @anonim

Anonim : RT @widikrisna gw bohong tentang success diet & akan membawa kembaran gw yang kurus ke kampus. Retweet kalau lo puas dengan pengakuan ini.

*

Aku berangkat ke kampus dengan penuh semangat. Kalau dipikir kenapa sih kayaknya aku sensi sama widi ? Well jelas karena dia berbohong tentang kekurusannya. Ya iyalah 20 kilo dalam 2 bulan, siapa yang percaya ? Yang aku lakukan hanyalah menunjukkan kebenaran pada semuanya. Aku tak menyangka ia bisa selicik itu, menyuruh kembarannya mengaku sebagai dirinya.

Hari ini masih ospek jurusan, jadi sekarang statusku masihlah seorang panitia yang harus mengurus ini itu. Teman-teman langsung menyambutku di tempat berkumpul. Sudah kuduga mereka langsung membicarakan tweet yang bergulir semalam.

“Lo beneran ngelihat widi itu kembar ?”

“Iya, dua kali gw lihat,” kataku meyakinkan mereka.

“Bukan karena lo iri terus…,”

“Eits, ini bukan fitnah loh. Gw emang bener-bener lihat.”

“Iya gw baca di timeline. Katanya si Widi mau muncul dengan kembarannya hari ini.”

“Iya. Kita tunggu aja.”

Sudah jam 7, saatnya ospek dimulai. Kenapa Widi tak kunjung datang ya ? Ia kan biasanya tepat waktu. Hari sudah menjelang siang. Sekarang ospek jurusan sedang acara di ruangan dan diisi oleh program studi. Akhirnya aku melihat batang hidung Widi muncul ke kampus. Ia datang sendiri dan dia kurus. Loh katanya mau muncul dengan saudara kembarnya ?  Aku langsung mendatanginya.

“Mana widi yang asli ?”

“Dia masih malu sama kalian semua. Katanya dia nggak enak udah bohong sama kalian. Tapi kata Widi, dia mau nemuin kalian nanti malam di ayam cobek. Pada dateng aja habis magrib.”

“Eh beneran lo itu bukan Widi ?” tanya salah seorang teman.

“Iya bener. Gw yakin banget ini Cuma kembarannya Widi,” kataku meyakinkan.

*

Senja telah terbit, bagaikan sebauh dentang yang akan menyikap kabut di suatu jalan. Aku sudah tak sabar melihat kembali Widi yang asli dan membuktikan kalau dia masih gemuk sepertiku. Aku sudah tak sabar membuktikan kalau dia selama ini bohong dan menempatkan saudare kambarnya untuk menjadi dia. Haha aku akan buktikan kalau mustahil menurunkan 20 kilo dalam2 bulan.

Restoran cobek tidak terlalu ramai, mungkin karena belum jadwal masuk kuliah. Biasanya restoran ini selalu ramai dikunjungi mahasiswa yang ingin melepas lapar karena makanan disini memang enak-enak. Aku dan enam orang teman masuk ke restoran cobek. Widi melambaikan tangan, kami langsung menuju ke arahnya. Hah dia sendiri, mana kembarannya ? Aku langsung duduk di meja yang telah dipesannya.

“Mana Widi yang asli ?”

“Bentar lagi dia datang kok,” kata kembaran Widi

“Btw nama lo siapa ? Kok Widi nggak pernah cerita kalau dia kembar ?”

“Ya buat apa dia cerita juga. Nama gw ? Ntar aja biar Widi yang cerita.”

“Nah terus si Widi dimana ?” tanyaku.

“Eh pesen makan dulu. Gw dah pesen nih.”

“Widinya dulu dimana ?” tanyaku.

Seketika makanan datang. Banyak sekali makanan yang kembaran Widi pesan. Ada 5 piring makanan yang berbeda; ayam bakar, rawon,iga bakar, ayam cobek dan soto. Gila benar nih makanan untuk satu orang. Aku dan keenam teman yang lain bingung melihat lima porsi makanan yang terhidang di meja.

“Lo makan segini banyak ?”

“Nih Widi udah datang,” kata kembaran Widi.

“Maksud lo apa sih ?”

“Kalian mau ngelihat Widi kan ? Biar gw menggemukan badan dulu ya sampai 90 kilo lagi. Setelah itu kalian akan bisa bertemu kembali dengan Widi.”

Kembaran Widi langsung memakan ayam dan nasi di salah satu piring dengan membabi buta, seakan ia belum pernah makan selama 1 minggu. Apa sih maksudnya ? Aku kesini bukan untuk melihat orang ini makan.

“Apa sih maksud lo ? Kita kesini mau ngelihat Widi,” kataku.

“Iya, tunggu sampai berat badan gw jadi 90 kilo dulu ya, habis itu lo semua bisa ngelihat Widi lagi.”

“Lo itu Cuma kembaran dia kan ?”

“Iya. Widi yang asli nunggu sampai kembarannya ini naik kembali menjadi 90 kilogram.”

“Jadi lo bukan kembaran dia ?” tanyaku.

“Sebenernya kalian maunya apa sih ?”

“Mau ngelihat Widi atau nggak ?”

Aku tak bisa menjawb. Bingung dengan pertanyaan itu. Widi langsung berkata kepadaku.

“Gw udah mencoba jujur ke lo kalau ini bener-bener gw tapi lo nggak percaya. Gw bilang gw kembarannya lo juga masih ragu. Terus ketika lo meminta untuk mau melihat Widi yang asli dan ketika gw mau mengabulkannya lo bingung dengan permintaan lo. Gw bingung sama lo.

Widi menlan ludah dan melanjutkan bicaranya.

“Gw suka kesal sama kalian yang selama beberapa minggu belakangan ini menilai gw dari fisik aja. Kalau misalnya kalian mau ngelihat widi yang dulu ya tunggu gw memakan semua makanan ini dan kembali ke 90 kg. Tapi asal kalian tahu, gw nurunin berat badan bukan karena ingin dikomentarin.  Selama dua minggu ini gw pusing sama komentar kalian mengenai fisik gw. Please untuk kedepannya anggap aja gw nggak pernah gendut dan berhenti menilai gw dari fisik. Semua kebiasaan yang gw lakukan ini juga jangan dianggap kebiasaan diet namun karena memang sudah kebiasaan gw. Kadang-kadang gw suka kesal dengan kalian yang menejek gw karena gw makan. Emangnya gw nggak boleh makan ? Emangnya orang diet nggak boleh ngemil ? Please kedepannya anggap gw yang kayak begini itu titik nol awal kalian ngelihat gw. Jangan mengomentari lagi gw yang diet. Bagaimanapun juga gw tetap diri gw hanya saja fisik yang sudah berbeda.”

“ Gw senang kalau misalnya ada yang mau meniru jejak gw untuk diet. Nah buat kalian terutama lo yang katanya mau diet, “ kata Widi mengarah kepadaku.

“Memang memiliki tubuh yang kurus jauh lebih enak. Gw udah merasakan sendiri bagaimana memiliki dua tubuh yang jauh berbeda. Tubuh kurus membuatmu lebih ringan, tidak cepak capek, gampang memilih baju. Tapi satu hal yang harus kalian tahu adalah jangan sampai tubuh kurus membuat kalian lupa siapa diri kalian. I’m still me dan gw mau kalian menanggap begitu juga. Buat yang mau diet harap pertimbangkan kembali jikalau kalian berhasil apakah kalian akan kehilangan ‘the real you’ atau tidak. Dan apakah orang di sekeliling kalian akan menganggap kalian sama atau berbeda. Memang jangan terlalu diambil pusing apa kata orang di sekeliling kalian namun terkadang apa yang dikatakan orang di sekeliling kalian membuat perasaan sedikit tertusuk. So please kepada kalian semua berhenti berkata sesuatu mengenai fisik gw. Anggap saja gw nggak pernah gemuk. I’m still me.”

“Mmm, ada satu pertanyaan. Kalau lo bener-bener bisa mengurangi berat badan 20 kilo dalam 2 bulan, apa rahasianya ? Motivasi lo apa ?”

“Biar sehat dan berhemat. Tidak percaya ? Nih kalian buka link ini ya nanti di rumah. Dan satu hal di dunia ini nggak ada yang nggak mungkin.” kata Widi menyodorkan secarik kertas yang berisi sebuah url.

“Dan satu hal lagi yang ingin gw ucapkan ke kalian. Mulai sekarang gw berhenti diet. I’m will be back on rice again. Jadi please jangan komen apa-apa kalau misalnya gw makan normal lagi. I’m serious about it. Tapi…,”

“Tapi apa ?” kataku.

“Tapi tolong bantu menghabiskan ini semua ya.”

“Oya satu hal lagi,” tanyaku.

“Apa lagi ? Masih menganggap gw kembar ?”

“Gw bingung aja. Terus yang gw lihat lo kembar itu siapa ?”

“Emang kapan lo lihat ?”

“Pas minggu lalu lo mau pulang. Di pull travel sama kemarin pas lo mau beli makan malam di warung samping masjid.”

“Kalau minggu lalu di travel gw itu ketemu sama temen SMA gw di angkot. Dia emang gemuk dan agak mirip gw. Lo pakai kacamata nggak pas ngelihat ? Mata lo kan minus parah.”

“Oh iya, pas gw lihat emang lagi nggak pakai kacamata coz lagi gw bersihin. Hehehe. Terus satu lagi.”

“Apa lagi ? Masih belum percaya ?”

“Nggak gw udah percaya kok. Gw mau tanya larutan X itu apa sih ?”

“Cek link ini aja deh.”

Pesan dari gw : Punya tubuh yang ideal memang lebih enak dari tubuh yang kegemukan. Namun i’m still widi yang seperti dulu, jadi tolong anggap gw sama seperti dulu. Gw udah berhenti diet sekarang, tapi kebiasaan sehat masih akan gw lakukan. Jadi tolong jangan banyak komentar apa-apa kalau gw makan-makanan yang orang normal makan. Terkadang ucapan kalian terkait fisik atau kebiasaan baru gw itu cukup menyakitkan walaupun sebenarnya kalian nggak berniat demikian.

Advertisements

3 comments on “Konspirasi (PART III) : End

  1. Hmm… sebagai seorang teman yang sering ketemu lu (meskipun udah aga lama ga ketemu juga sih, since kompre), gw minta maaf kalo seandainya gw pernah mengeluarkan kata2 ga enak yang berhubungan ama fisik lu

    tapi honestly, wid… gw super kagum lho dengan pencapaian lu. gw kagum dengan orang2 yang punya cita2 dan berhasil membuktikannya, siapapun itu. makanya kalo ngeliat lu kadang suka “wuidiih”. gw bukan ngejek, tapi justru malah terkagum2. sori kalo seandainya ga kekontrol dengan benar. tapi lu beneran keren lho, Wid. keren banget

    sejak pertama kali gw berkunjung ke rumah lu, gw sebenernya langsung bisa nebak motivasi utama lu untuk diet. Daan… ternyata benar, setelah gw buka link yang lu kasih di akhir. Meskipun gw baru tau detailnya sih, tapi setidaknya dugaan gw bener. gw sejak saat itu ga pernah nanya lu lagi kan kenapa lu diet? (CMIIW)

    Alhamdulillah lu bisa lulus sekarang, Wid. Keluarga lu pasti sangat bahagia dan bangga dengan lu. Sementara itu gw blom berhasil lulus dan cuman bisa ikut foto bareng lu tanpa toga, ahaha… tapi setelah baca post yang satu ini, gw jadi makin terinspirasi. doain gw biar bisa nyusul 3 bulan lagi. Ntar dateng ke syukwis gw juga ya, hahaha.

    Udah ah kepanjangan :p

    You’re a great man, Wid!

    • nyatai aja Ri. Gw nggak suka mendem dendam kok, kalau emang ada ucapan yang pernah nyakitin (tentang fisik ini) ya paling gw juga udah lupa. Take it easy aja. I’m sorry juga atas kesalahan gw ke lo (udah mau puasa nih. hehe)
      Emang terkadang pas ucapan-ucapan tentang fisik gw dulu itu menjadi cambukan buat gw untuk membuktikan kalau gw bisa dan selama ada niat, “nothing is imposibble”. Well, dulu gw mikir turun 25 kg itu imposibble, namun setelah ada niat dan kemauan gw sadar kalau hal itu tuh mungkin dan gw udah berhasil membuktikannnya.
      Semangat Ri, gw yakin lo lulus Oktober nanti. Selama ada kemauan disitu ada jalan dan lo itu orang berkemauan keras. Doain gw bisa cuti kerja pas syukwis oktober nanti (doain cepet dapet kerja ya).

  2. Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin….

    sukses ya, Wid. mudah-mudahan dapet kerjaan yang menambah pengalaman dan lu enjoy menjalankannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s