Harri Poter dan Nonton Bareng Bertuah (PART I)

Bagi para penggemar Harry Potter, take it easy aja ya. Gw nggak bermaskud melecehkan Harry Potter atau semacamnya. Hanya mencoba mengeksplor sisi lain dari Harry Potter yang juga seorang remaja biasa. Haha. Oleh karena itu gw plesetin sedikit biar tidak ada kesamaan tokoh dalam kisah ini dengan kisah yang sebenarnya.

Hari ini merupakan hari biasa dalam kehidupan Harri. Harri hanyalah seorang murid tingkat 6 yang sedang menjalankan studinya di sekolah sihir terbaik di dunia, Hokwarts. Namun dibalik semua kehidupannya yang biasa di Hokwarts ia mempunyai misi yang begitu penting untuk dunia. Sebagai the choosen one, dia harus bisa mengalahkan voldemot tahun depan.  Siapakah itu voldemot ? dia adalah penyihir jahat yang berusaha untuk menguasai dunia. Well, masih tahun depan kan, jadi saatnya menikmati suasana Hokwarts yang indah seperti biasanya.

Dalam menghadapi kesehariannya, Harri ditemani teman-temannya di asrama Gripindor. Ada 4 asrama di Hokwarts, Gripindor, Sliterin, Ravenclow, Hafelpuff. Harri mempunyai dua orang sahabat sejati yang selalu setia menemani petualangannya selama 5 tahun terakhir, mereka adalah Ruon dan Hermayoni. Tahun pertama ketika dia harus menembus kamar jebakan yang berisi anjing berkepala 3, jerat setan, dan lain-lain itu, Harri ditemani kedua sahabatnya. Ketika tahun kedua harus menembus kamar rahasia, Harri ditemani Ruon. Dan seterusnya, kedua sahabatnya selalu setia menjadi tokoh pendamping untuk Harri.

Tahun ke-6 merupakan tahun yang cukup berat untuk Harri. Ada beban yang harus dipikulnya. Setelah kemunculan Voldemot diakui dunia sihir, Harri menjadi semacam idola. Dia adalah orang yang nantinya harus melawan Voldemot. Voldemot adalah penyihir hitam yang berdandan ala ular dengan hidung pesek dan kulit putih, yang mempunyai ambisi untuk mengusasi dunia sihir. Dia berusaha mengumpulkan pasukan dari segala penjuru dunia dan segala jenis makhluk. Permintaan ditolak, avada kedavra bertindak.

Namun sebuah ramalan mengatakan bahwa Harri akan menjadi penghalan untuk ambisi Voldemot. Oleh karena itu ketika Harri baru lahir Voldemot mendatangi rumah Harri, membunuh kedua orang tuanya dan hendak membunuh Harri juga. Karena sihir kuno dan cinta dari ibunya, dan mungkin karena masih tidak punya dosa (Secara masih bayi), Harri poter yang masih bayi tidak bisa dibunuh dengan kutukan kematian avada kedavra. Kutukan itu malah berbalik ke Voldemot, dan Voldemotpun mati untuk sementara.

Setelah beberapa belas tahun, akhirnya Voldemot bangkit kembali dan kembali menebar teror di dunia sihir. Menurut ramalan, salah satu dari mereka (Harri dan Voldemot) akan berperang dan salah satu dari mereka harus mati. Tentunya itu menjadi beban untuk hari setelah dunia memberinya tittle the chosen one.

Di tahun ke-6 ini, bahkan dambeldor, kepala sekolah Hokwarts, memberikan semacam latihan khusus untuk Harri. Harri pikir ia akan berlatih sihir-sihir yang super ajaib, namun ternyata mereka hanya jalan-jalan ke masa lalu lewat baskom yang disebut pensive. Lewat pensive itu, Harri dan Dambeldor menstalker masa lalu Voldemot untuk menemukan potongan-potongan misteri dari masa lalu untuk memenangkan masa depan.

Toh bagaimanapun Harri pasti menang melawan Voldemot. Dia kan jahgoannya, awal-awal pasti terdesak namun belakangnya pasti menang. Prosesnya yang seru, itu yang membuat daya tarik kisah ini menjadi menjual. Well, lewatkan sesi seriusnya. Sama seperti remaja pada umumnya. Harri juga mempunyai kisah-kisah yang sering tidak tereksplor.

Tahun keenam merupakan saat-saat tercermerlang untuk kisah cinta Harri. The choosen one bagaikan mantra paling ampuh untuk menyihir para wanita di Hokwarts untuk bertekuk lutut padanya. BT, mungkin itu sekarang yang sering dialami Harri ketika menemukan surat-surat cinta di kasurnya. Kalau surat cinta tidak digubris, love potion bertindak. Sudah banyak love potion yang hampir Harri minum. Untung ada Hermayoni yang bisa mendeteksi adanya love potion dengan mantra-mantranya.

Hari ini adalah hari Senin, saatnya memulai kembali rutinitas sebagai murid Hogwarts. Sebagai murid biasa, pastinya ada perasaan malas dan ingin melanjutkan tidur. Namun ini Hogwarts, kalau telat nanti kena detensi. Harri dan Ruon langsung menuju ke aula besar untuk sarapan sebelum masuk ke kelas pertama di hari senin.

“Hei, kenapa kalian lemas sekali. Semangat boys, ini hari Senin.”

“Justru itu. Masih pingin weekend nih. Kita kan bukan kayak lo yang berotak emas,” kata Harri sambil menopang dagunya sembari memejamkan mata.

Ron malah melanjutkan tidurnya. Ia menggunakan kedua tangannya sebagai bantal dan mengeluarkan dengkur kecil sebagai intro dari tidur yang baru dimulainya. Sepertinya makanan super enak yang tersaji belum bisa membangunkan semangat mereka di Senin pagi ini.

“Mau bangun sendiri atau gw yang bangunin,” Hermayoni mengacungkan tongkatnya ke arah mereka berdua.

“Aku sudah bangun.”

Harri langsung membuka mata. Daripada kena sihir Hermayoni mending ia langsung bangun saja. Hermayoni tahu benar cara membangunkan mereka dengan tepat dan mengerikan. Harri meluncurkan senyumnya sebagai isyarat untuk Hermayoni berhenti mengacungkan tongkatnya pada dia. Sekarang tongkat Hermayoni mengarah ke arah Ruon yang masih tertidur. Wah bisa gawat nih kalau sampai dibangunkan Hermayoni.

“Gw pakai cara yang halus deh,” kata Hermayoni

“Biar gw aja yang bangunin dia.”

“Lo diem aja deh. Biar gw aja. Dreamo configo”

Suara ‘tar’ terdengar dari ujung tongkat Hermayoni yang menyala sesaat. Sepuluh detik kemuian, Ruon terbangun dengan wajah yang super ketakutan.

“Laba-labaaa. Aragog. Aku bermimpi aragon tiba-tiba masuk ke dalam aula besar. Ia kemudian mengacau. Karena aku terlalu pulas tidur ia memakanku sebelum aku sempat bangun. Seram sekali mimpiku. Muka aragog itu sangat menakutkan. Mimpi itu terlihat sangat nyata.”

Keringat keluar deras dari dahi Ruon. Pasti nanti malam Ruon tidak bisa tidur nih. Oleh karena itu Harri paling takut kalau sudah dibangunkan Hermayoni karena dia menggunakan cara yang cukup barbar agar membuat siapapun kapok tidur. Ruon langsung meminum air untuk menenangkan dirinya. Terlihat wajahnya masih shock.

Harri melihat makanan yang dimasak peri Hokwarts. Ada ayam bakar, roti goreng, sosis, wah enak-enak. Sebagai pemanasan minum jus labu dulu deh. Sebelum sempat meneguk, Hermayoni menghentikan langkah Harri. Harri memandang bingung Hermayoni.

“Tunggu. Kurasa itu sudah dibubuhi love potion. Revelasio.”

Sebuah asap berwarna merah jambu muncul dari atas gelas yang ingin diminum Harri. Positiv. Jika ada asap ini berarti sudah ada love potion di dalam gelasnya. Ini bukan kali pertama hal ini terjadi. Lama-lama bisa gila juga kalau setiap hari diteror cinta seperti ini. Wanita sekarang memang gila kalau sudah suka dengan seorang pria.

Neutralisto purifico. Sekarang minuman itu aman.kata Hermayoni.

“Terima kasih Hermayoni. Kalau nggak ada lo bisa-bisa keperjakaan gw udah hilang nih.”

“Kira-kira ini siapa yang ngasih ya ?” tanya Ruon.

“Kurasa si anak Ravenclow yang sekarang sedang melihat ke arah lo Harri. Coba tengok ke belakang.”

Harri langsung menengok kebelakang dan memergoki dua orang anak gadis sedang melihat ke arahnya. Mereka terperangah kaget dan lansung buang muka disertai cekikian kecil di meja mereka. Sudah berbuat gila, malah ketawa ketiwi pula. Harri bingung, memangnya semenarik itukah titel the choosen one.

“Gila mereka berdua berkomplotan ? Kalau sampai kejadian, nanti gw dibagi dua dong sama mereka,” kata Harri

“Makanya Ri, kamu cari pacar yang cepat.  Jangan galau terus kayak begitu. Kalau orang-orang udah tahu lo punya pacar kan nanti yang ngejar-ngejar lo pada mundur,” Ruon menggoda Harri.

“Ya suka-suka gw dong mau punya pacar kapan.”

“Titel the chosen one itu berat kalau harus dipikul sendiri. Nah makanya lo butuh cewek secepatnya.”

“Iya deh terserah lo Ruon. Oh ya hari ini pelajarannya apa sih ?” Harri melihat ke arah Hermayoni.

“Emm, jam 8 kita ada transfigurasi lalu dilanjutkan dengan pelajaran mantera tingkat lanjut. Kalian sudah mengerjakan PR transfigurasi kan ?”

“Tentu sudah dong. Karena PR itu kami sampai telat tidur dan mengantuk sekarang,” jawab Harri sambil memotong daging ayam dari tulangnya.

“Oh my GOD,” kata Ruon dengan mulut setengah penuh oleh salad kentang.

“Kenapa Ruon ?” tanya Hermayoni.

“PR gw ketinggalan di kamar. Gw ambil dulu deh,” namun sebelum Ruon sempat melangkah, Hermayoni sudah menghalangi Ruon.

“Aduh Ruon plis deh. Kita ini tinggal di dunia sihir. Accio PR transfigurasi Ruon,” Hermayoni mengacungkan tongkatnya.

Tak sampai 10 detik, selembar perkamen datang dari pintu aula yang terbuka. Dengan santai Hermayoni menangkap kertas itu. Sebuah senyum olokan ia lontarkan ke Ruon. Hermayoni membuka perkamen itu dan membacsa tulisan yang tercertak di kertas itu. Ia menyipitkan mata, mencoba mengenali sesuatu yang janggal dari tulisan itu.

“Bagaimana Mentransfigurasi Minyak Kelapa menjadi Minyak Diesel. Oleh Ruon. Wow ini tulisan yang sangat bagus Ruon. Bahasanya sangat terstruktur. Kau bahkan tidak salah mengeja mantera untuk mengubah Minyak Kelapa menjadi Minyak Diesel, Hidrodeoksigenasio,” kata Hermayoni.

“Aku heran, bahkan para Muggle meribetkan hal semudah ini. Mereka bahkan harus membuat pabrik besar dengan perancangan yang ribet. Kalau kita tinggal satu mantera dan lambaian tongkat maka Minyak Kelapa sebanyak apapun akan langsung tertransfigurasi menjadi minyak diesel yang bisa dipakai kereta kita,” kata Harri menambahkan. –> kayaknya anak tekimitb doang yang mengerti maksud gw menulis ini buat apa

“Ruon, kamu copy paste kan ?” Hermayoni menutup perkamen itu dan langsung menatap Ruon dengan tajam.

“Tidak gw nggak copy paste.”

“Gw kenal banget kalau ini ada di buku karangan perry. Mengaku saja Ruon.”

“Tidak kok,” Ruon mengelak.

“Keluarkan pena bulu lo. Gw lebih percaya dengan perkataannya daripada perkataan lo. Gw akan mengecek apakah lo menggunakan mantera copy paste sehingga membuat pena bulu lo menulis persis apa kata di buku.”

“Baiklah gw mengaku. Gw copy paste tugas itu. Habis udah malem nggak sempet kalau harus baca lagi.”

“Makanya Ruon. Kalau copy paste yang pinter. Seenggaknya jangan pakai mantera copy paste, tulis sendiri biar nggak plek sama kayak di buku,” kata Harri.

“Iya-iya.”

“Oke. Gw nggak akan mengadu sama mekgonagal. Udah ah gw mau ke kelas dulu,” kata Hermayoni.

“Bukannya masih setengah jam lagi sebelum kelas dimulai ?” kata Harri.

“Gw kan kutu buku. Masa datangnya mepet-mepet.  Bye boys.”

Hermayoni lekas pergi dari mereka berdua. Untuk ukuran penyihir seumuran dia, dia memang kelewat pintar. Ruon dan Harri melanjutkan sarapannya. Terlihat murid-murid yang lain juga masih pada bersantai di aula besar sembari menunggu kelas jam 8. Hermayoni memang kelewat rajin untuk datang cepat ke kelas.

“Pantes aja dia belum pacaran sampai sekarang.  Freak banget orangnya,” kata Ruon.

“Siapa ? Hermayoni ? Lo bilang lo suka sama dia ?”

“Iya sih. Karena kepintarannya itu gw naksir. Itung-itung buat memperbaiki keturunan biar pinteran dikit.”

“Terus di Lapender mau lo kemanain ?”

“Zaman sekarang satu mana cukup. Lo cepetan dong cari biar kita bisa double date. Gimana hubungan lo sama si Cocang ? Lo masih naksir dia kan ?”

“Ya begitulah.”

“Si Sedrik kan udah koid dua tahun lalu. Semenjak itu dia masih jomblo loh. Udah tunggu apa lagi. Dia pasti senang dengan titel the chosen one.”

“Nah itu dia kayaknya dia masih terbayang-bayang sama Sedrik. Ngomongnya aja jadi agak ngelantur. Malu ah, masa tiba-tiba datang terus nembak.”

“Ya nggak gitu juga Ri. PDKT dong.”

*

Sudah 10 menit lewat dari jam 13. Seharusnya profesor Flitchwik sudah datang untuk mengajar mantera tingkat lanjut. Suara gemuruh murid yang mengbrol membuat gaduh suasana kelas. Namun kegaduhan itu tak membuat Hermayoni bisa melepaskan pandangannya dari buku.

“Sial…, tadi kuis transfigurasi gw nggak bisa,” Ruon mengeluh

“Makanya siapa suruh copy paste,” kata Hermayoni dengan mata masih terpaku dengan buku.

“Eh Hermayoni kan hari sabtu malam ini ada acara nonton bareng di taman. Lo mau nonton di sebelah gw. Kalau mau nanti gw belikan tiketnya.”

Sabtu ini ada acara nonton bareng di taman. Ini merupakan hiburan yang jarang-jarang untuk anak hokwarts. Film muggle yang sedang hapening akan disiarkan di hokwarts. Hermayoni langsung menutup bukunya dan fokus dengan pembicaraannya dengan Ruon. Wah sinya lampu kuning kalau Hermayoni memendam sesuatu dengan Ruon.

“Bukankah kamu pergi dengan Lapender ?”

“Tidak. Dia sudah diajak pergi oleh pria lain. Sepertinya ia menjauh dari gw.”

“Mmm, baiklah gw mau. Eh lo pakai baju apa, biar kita matching nih,” Hermayoni tiba-tiba agresif.

“Pakai warna merah aja, biar gripindor banget.”

“Oke deh.”

“Lo akan pergi dengan siapa Harri ?” tanya Hermayoni.

“Kupikir kita akan pergi bertiga.”

“Lo nggak tahu ya ? Satu orang maksimal beli 2 tiket. Kayaknya sengaja biar datanganya berpasang-pasangan deh,” kata Ruon.

“Oh. Males ah nonton layar tancep kayak gitu.”

“Biar layar tancep yang pentingkan hiburan. Kapan lagi ada acara bioskop yang diputer di hokwarts. Btw filmnya The Avengers loh. Katanya seru,” Hermayoni menambahkan.

“Males ah, mending tidur deh. Eh udah datang tuh gurunya.”

Kelas yang berisik langsung hening oleh kedatangan sosok kecil profesor Flitchwik. Kalau guru datang bawaan murid semua langsung mengantuk. Oke perjuangan melawan kantuk dimulai. Hal ini berlaku untuk sebagian besar murid dan yang pasti bukan Hermayoni.

*

Hari yang cukup melelahkan. Semua karena kuis yang tiba-tiba diadakan diakhir pelajaran. Kuis di pelajaran mantera diadakan karena profesor Flitchwik BT karena banyak murid yang tidur. Harri langsung tumbang di atas kasurnya yang empuk. Keempat teman sekamarnya juga langsung pada tumbang sama seperti Harri.

Harri mengambil setumpuk surat yang tertindih tubuhnya diatas kasur. Ini adalah surat cinta yang diarahkan kepadanya. Ia melihat sebuah surat yang mengundang perhatiannya. Diatas surat tersebut tertulis nama yang sangat ingin dilihatnya. Cocang. Seketika kantuk langsung hilang. Harri langsung bangkit dari kasurnya dan membuka surat itu.

“Kenapa lo ?” tanya Ruon.

“Surat cinta dari Cocang.”

“Yang bener ?”

“Iya. Dari surat ini Cocang mengajak gw untuk nonton film sabtu besok bersama. Ia sudah membelikan tiketnya untuk gw. Wah gw udah nggak sabar nih.”

“Katanya malas ngelihat layar tancep kayak gitu ?”

“Siapa bilang gw mau lihat layar tancepnya ? Gw mau nontoninin cocangnya aja deh. Wah nggak nyangka dia yang bakal ngajakin duluan.”

“Ya iyalah lo kan the choosen one.”

*

Bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s