Harri Potter dan Nonton Bareng Bertuah (PART III- END)

Finnaly bisa menulis lagi, badai seminar skripsi sudah usai. Istirahat sejenak sambil melanjutkan cerita sebelum ujian akhir 19 Juni. Oh my god dalam waktu 2 minggu kedepan harus belajar semua pelajaran selama 4 tahun kuliah. Ujian Kompre…

Hari Sabtu telah tiba. Kondisi Harri sudah baikan, namun efek Love potion itu masih belum hilang. Butuh dua sampai tiga hari agar efeknya bisa hilang sepenuhnya. Love potion itu adalah yang terkuat dari jenisnya. Sekarang saja ia masih menganggap semua wanita itu Lapender. Hal ini membuat Hermayoni makin murka dengan yang namanya Lapender. Nampaknya akan ada pertumpahan darah jika mereka bertemu.

Semua murid Hokwarts sudah bersiap-siap untuk acara nonton bareng malam ini. Ruon sudah siap dengan sweater merahnya. Harri juga sudah siap dengan kemeja ungunya, namun mulutnya masih komat kamit Lapender. Ini bukan merupakan hal yang bagus tentunya. Sudah senja, saatnya semua berangkat ke taman untuk nonton bareng.

“Lapender, kenapa kamu cantik sekali.”

“Harri sadar dong. Ini first date lo sama si Cocang. Masa baru pertama udah bakal kena tabok aja sih,” Ron menampar kecil pipi Harri.

 *

Taman sudah didekor sedemikian mungkin. Dengan tenda besar seperti tenda sirkus untuk melindungi dari angin malam yang dingin. Kursi disusun berundak-undak dengan layar di depan sebagai center. Secara kasar ini merupakan layar tancap namun dengan dana yang lebih besar. Harri dan Ruon berpisah. Ruon berjalan bersama Hermayoni dan Harri berjalan bersama Cocang.

“Ruon, kenapa merahnya beda sama merah baju aku. Kamu kenapa make merah maroon ?” kata Hermayoni.

“Udah lah baju doang dipermasalahin banget sih. Mau beli makanan apa buat cemilan di dalem ?”

“Beli popcorn aja yuk. Eh tuh si Cocang sama Harri lagi beli popcorn juga. Si Harri baik-baik aja kan ?” Kata Hermayoni pada Ruon sambil berjalan mendekati Harri.

“Hai kalian jalan berdua nih ?” kata Cocang.

“Iya. Lo cantik banget Co dengan baju khas cina itu,” puji Hermayoni

“Bang popcornnya dua ya. Iya kalian serasi sekali,” kata Ruon langsung berkata pada Co setelah memesan.

“Iya dia memang cantik sekali. Lapen…,”

“HEI popcornya enak sekali,” potong Ruon untuk menyelamatkan Harri yang akan mengigau Lapender.

“Eh masuk yuk ke teaternya,” ajak Co.

Di dalam kursi sudah mulai dipenuhi para pasangan yang ingin menikmati hiburan jarang-jarang ini. Walau hanya Layar tancap, ini sudah termaasuk tontonan mewah didunia sihir. Harri-Cocang ternyata duduk dua baris lebih depan dari Ruon-Hermayoni. Film masih akan diputar sekitar 15 menit lagi. Aura cinta sangat kental di teater ini.

“Sebenarnya lo sama Lapender hubungannya gimana sih ?” Hermayoni membuka pembicaraan.

“Gw sama Lapender ? Kami hanya teman biasa.”

“Kalau begitu…,”

“Hmmm…?” Ruon menunggu kelanjutan kalimat Hermayoni.

“Eh kenapa lo mau jalan sama gw yang kutu buku ?”

“Soalnya wanita pintar itu sexy loh.”

“Ah bisa aja.”

Nampaknya Ron-Hermayoni langgeng-langgeng saja. Hal itu jauh berbeda dengan Harri-Cocang. Sebuah ceksok terjadi di bangku mereka. Cocang berdiri dari tempat duduknya. Wajahnya jelas tidak menunjukkan ekspresi senang.

“LAPENDER ? Gw ini Cocang. Dasar cowok berengsek.”

PLAK. Sebuah gamparan mendarat tepat di pipi Harri. Popcorn yang Cocang pegang tak luput menjadi senjata yang mendarat di tubuh Harri. Waw ini menjadi prashow yang cukup menarik perhatian karena konflik ini tak kalah seru dibanding film yang akan diputar. Cocang langsung bangun dari tempatnya dan beranjak pergi meninggalkan Harri.

“TUNGGU LAPENDER. KAMU MAU KEMANA SAYANG ?” Teriak Harri yang berjalan mengejar Cocang.

“Makan nih Lapender,” Co melempar botol minum kosong yang ia bawa ke Harri.

“Ayo kita bantu Harri,” bisik Hermayoni yang menjadi penonton prashow itu.

“Udah biar aja. Malam ini hanya ada gw dan lo,” kata Ruon menahan Hermayoni yang ingin beranjak pergi.

“Iya habis ini kita masuk lagi.  Ayo cepat bantu.”

Ruon dan Hermayoni mengerjar mereka berdua yang berlari ke luar teater. Setidaknya Hermayoni dan Ruon bisa memberikan penjelasan untuk Cocang kenapa Harri bertindak aneh. Hermayoni sudah terbakar emosi karena ulah Lapender. Mereka akhirnya sampai di luar teater. Terlihat Cocang dan Harri sedang terlibat baku mulut.

“GW BUKAN LAPENDER. UDAH AH BT GW SAMA LO.”

Terdengar suara teriakan Cocang di kejauhan. Semua orang yang masih diluar melihat kejadian ini atau tepatnya menikmati kejadian ini. Terlihat Lapender sedang berjalan menuju pintu masuk. Hermayoni langsung mengubah haluan untuk mendatangi Lapender.

“Ruon, tolong lerai Harri dan Cocang. Gw akan tarik Lapender kesini agar dia memberikan penjelasan. Tuh dia ada disana.”

Hermayoni langsung berjalan cepat kearah Lapender yang berjalan sendiri ke arah Tearter. Lapender memandang Hermayoni dengan pandangan sinis. Hermayoni mencabut tongkatnya. Nampaknya harus dengan paksaan agar Lapender mau mengikuti perintahnya untuk memberikan penjelasan ke Cocang. Ptreficus totalus.  Sebuah cahaya kuning meluncur dari tongkat Hermayoni.

Lapender melihat mantera itu. Protego. Lapender berhasil mengelak, ia lalu meluncurkan mantera ke arah Hermayoni. Gamparo.Mantera itu tepat mengenai pipi Hermayoni. Pipinya panas, rasanya seperti digampar. Hermayoni mengelus pipinya. Grrr, ia makin marah dan meluncurkan mantera ke arah Lapender. Jambakcio. Seketika rambut Lapender berdiri dan seperti sedang ditarik. Ia mengerang kesakitan sambil menggayunkan tongkatnya. Gembelcia. Seketika baju Hermayoni langsung kusam dan kotor, warna merahnya langsung luntur, seperti baju gelandangan.

“Baju gw. Gw nyari baju ini sampai gw harus cabut tahu. Expeliarmus.”

Tongkat Lavender melayang dari tangannya. Hermayoni maju dan langsung menampar Lapender. Dan pertarunganpun dilanjutkan tanpa menggunakan tongkat. Sementara itu Ruon juga sedang berperang melawan amarah Cocang karena Harri yang selalu mengigau Lapender.

“iya benar. Ini ulah Lapender. Kamu harus percaya Co,” kata Ruon menambahkan.

“Heh dengar ya. Gw menerima surat cinta lo Harri bukan buat denger lo nyebut-nyebut Lapender.”

“Surat cinta dari gw ?” Harri menatap Cocang bingung.

“Loh kan lo yang ngajak gw pakai surat cinta itu.”

“Gw nggak pernah ngajak lo tuh. Bukannya lo yang ngasih surat cinta ke gw,” Harri semakin bingung.

“Nggak pernah tuh. Justru lo yang kasih duluan ke gw. Lo bilang di surat cinta lo kalau sebelum sedrik meninggal, dia ingin kalau lo yang menjaga gw. Ketika Sedrik sekarat dulu dia bilang ke lo kalau sebenarnya lo lebih pantas untuk mendapatkan gw ketimbang dia.  Kalau misalnya lo nggak jadian sama gw maka selamanya Sedrik tidak akan tenang. Makanya gw mau jalan sama lo,” jelas Cocang

Wah berarti ini ada yang mengerjai dong. Dan satu-satunya yang bisa melakukan ini adalah…, Ruooon.

“Ruooon, ini kerjaan lo kan,” Harri berkata dengan kesal.

“Gw hanya membantu kalian berdua. Berhasilkan walau hanya dengan sebuah surat cinta.” kilah Ruon.

“Waaa, gw berharap Sedrik ada disini.”

Cocang menangis. Yah kalau begini kelihatannya Harri habis melakukan sesuatu yang buruk kepada Cocang. Harri mendekati Cocang yang menutup mukanya dengan kedua tangannya. Harri menyentuh tangan Cocang dan menatapnya dengan hangat. Co, menatap wajah Harri. Hening. Mereka saling bertatapan dengan romantis.

“Lapender,” kata Harri pelan.

PLAK. Co langsung menampar pipi Harri dengan keras. Ruon langsung bergumam bodoh dalam hati. Harri memegang tangan kanan Cocang yang barusan digunakan untuk menaparnya.

“Hei jangan sentuh dia,” terdengar suara pria di depan Harri. Tidak mungkin. Itu…., Sedrik

“Sedrik ?”

Sedrik berdiri di hadapan mereka sekarang. Loh mana mungkin ? Ia kan sudah meninggal satu setengah tahun lalu. Namun ini tidak mungkin bohong. Sedrik berdiri di hadapan mereka sekarang. Terlihat Cocang kaget namun senang. Ia langsung berlari kepelukan Sedrik. Mana mungkin orang meninggal bisa hidup lagi. Aneh, kok jadi begini

Dikejauhan terdengar suara Hermayoni dan Lapender yang sedang jambak-jambakan. Para murid lebih suka aksi ini ketimbang film the avengers yang akan segera di putar. Pertarungan di dunia nyata jauh lebih seru. Terlihat mereka mengelilingi kedua wanita ini yang sedang bertengkar dan memberi mereka semangat.

“Gw kesel sama lo. Yang pertama lo selalu mendekati Ruon,” kata Hermayoni.

“Jangan salahin gw dong kalau gw cantik dan Ruon suka sama gw dan memutuskan jalan sama gw malam ini.”

“Eh yang jalan sama Ruon malam ini tuh jelas-jelas gw,” kata Hermayoni.

“Eh jangan ke GRan deh. Jitak nih. Orang tadi gw jalan kesini sama si Ruon,” kata Lapender.

“Jelas-jelas tadi gw udah di dalem bareng Ruon. Terus yang kedua karena love potion yang salah sasaran itu. Lihat tuh si Harri jadi korban.”

“Love potion ? Salah sasaran ? Apaan sih ?” Pertarungan mereka terhenti sejenak.

“Udah deh nggak usah so suci. Lo kemarin mau ngasih love potion ke Ruon kan ? Salah sasaran tahu, malah nyasar ke Harri.  Dasar lo centil.”

“Gw nggak pernah ngasih love potion apa-apa. Suer.”

“yang benar ?”

“Iya.”

Dari raut wajahnya kali ini Lapender tidak berkata bohong. Mereka berdua berdiri setelah berguling-guling di tanah.

“Hei, tolong kalian jangan bertengkar,” Ruon datang dan melerai mereka berdua.

“Ruon, sepertinya bukan Lapender yang memberikan Love Potion ke Harri.”

“Ah yang benar ?” Ruon bingung.

“Mana Harri ? Gw rasa ada seseorang yang berusaha merusak malam minggu kita,” kata Hermayoni.

Hermayoni mengambil tongkatnya dan mengacungkannya ke atas. Bunyi duar yang cukup besar menggema. Seketika orang-orang yang dari tadi mengerumuni dan mennonton peperangan Hermayoni vs Lapneder langsung terpental beberapa meter. Hermayoni, Ruon dan Lapender berjalanke arah Harri dan Cocang di kejauhan.

“Eh jangan ke sana,” tolak Ruon.

“Kenapa ?”

“Nanti gw bisa dalam bahaya.”

“Apasih. Ayo cepat.”

Hermayoni menggandeng tangan kanan Ruon. Lapender langsung menggandeng tangan kiri Ruon. Tidak mau kalah dengan Hermayoni.

“Ruon, katanya kamu malam ini jalan denganku, namun kata kutu buku ini dia jalan denganmu. Jadi sebenarnya kamu jalan dengan siapa ?” tanya Lapender.

“Dengan…,” Ron tak bisa menjawab, kedua wanita itu menatap Ruon dengan tajam.

“Loh kenapa ada Sedrik dan kenapa Ruonnya ada dua ?”

Pemandangan yang membuat bingung. Ternyata disini ada Harri, Cocang dan Sedrik serta ada Ruon juga. Kenapa Ruonnya bisa ada dua ? Kenapa Sedrik yang sudah meninggal bisa ada disini juga ? Kedua ruon mengenakan baju yang sama. Mereka sama sekali tidak ada bedanya. Ruon yang satunya datang mendekati mereka berdua.

“Ruon kenapa kamu ada dua ?” tanya Lapender bingung.

“Biar lo bisa jalan bedua sama gw dan Lapender kan ?” kata Hermayoni.

“Gw merasa dipermainkan,” Lapender kesal.

“Loh Ruon yang asli yang mana ? Gw merasa dipermainkan juga nih. Berengsek lo Ruon. Dasar buaya darat.” Hermayoni mencabut tongkatnya dan mengacungkannya ke Ruon. Lapender melakukan hal yang sama dengan Ruon.

“Yang mana Ruon yang asli ?” tanya LApender.

“Ayo jawab buaya darat ? Awas kalau bohong nanti nasib lo bisa kayak gini.”

Hermayoni mengarahkan tongkatnya ke sebuah batu. Seketika batu itu pecah menjadi berkeping-keping. Hermayoni kembali menatap kedua Ruon dengan wajah murka, seperti mau makan orang saja.

“GW bukan Ruon yang asli, dia yang asli.”

“Hei dia bohong. Dia yang asli bukan gw.”

“Bukan gw yang asli dia. Suer.”

Sementara itu beberapa meter dari tempat keributan dua Ruon vs Lapender vs Hermayoni, Sedrik yang tiba-tiba datang masih membuat misteri semua orang yang melihat.

“Dia bilang disuratnya. Katanya kamu pingin agar dia yang menjaga aku setelah kamu pergi. Emangnya benar ?” tanya Cocang

“Nggak kok. Dia bohong.”

“Hei, surat itu bikinan si Ruon,” kilah Harri.

“Sedrik, kamu kemana aja ? kenapa kamu bisa hidup lagi ?” tanya Cocang.

“Kekuatan cintamu yang bisa membangkitkan aku dari kubur.”

“Nggak mungkin. Nggak ada sihir yang bisa membangkitkan orang mati.”

“Gw kan edward cullen, mana mungkin bisa mati.” gombal Sedrik.

“Hei ini bukan cerita twlight ya jadi nggak usah ngawur,” Harri menyanggah perkataan Sedrik.

“Nggak penting deh gimana caranya gw bisa bangkit dari kubur tapi gw peringatkan deh the chosen one. Jangan mentang-mentang lo famous lo bisa dapetin semua cewek. Gw jelas-jelas lebih ganteng daripada lo. So gw yang lebih berhak mendapatkan Cocang. Ayo Co, kita pergi ke teater, sepertinya filmnya udah mau mulai,” Sedrik merangkul Cocang

“Lo, gw, end,” tambah Cocang ke Harri untuk mengakhiri drama nyata ini.

Harri melihat Sedrik dan Cocang yang berjalan menjauhinya. Baru 10 meter mereka jalan, Cocang tiba-tiba sudah berteriak. Ia berlari kembali ke arah Harri.

“Waa, Sedriknya jadi jelek.”

Sedrik itu berbalik dan ternyata…., ia adalah malpoy. Harri langsung teringat kalau Malpoy akan mengganggu Harri di malam minggu ini. Pasti Malpoy menggunakan ramuan Polijus untuk mengubah dirinya menjadi Sedrik. Pasti ia berhasil menemukan rambut atau apapun dari bagian tubuh Sedrik yang bisa dijadikan inti ramuan polijus. Haha, rasakan, khasiat Polijus sudah habis sebelum ia sempat menyelesaikan sandiwaranya. Malpoy hendak kabur namun Harri sudah mencabut tongkatnya dan meluncurkan mantera. Galauto maxima. Mantera itu tepat mengenai malpoy. Malpoy berjalan sempoyongan dengan hati super melow dan galau karena efek mantera itu.

“Hei tadi itu Malpoy ?” tanya Hermayoni yang datang menghampiri mereka berdua.

“Iya. Dia yang menyamar menjadi Sedrik dengan ramuan polijus.”

“Dan sepertinya dia juga yang membubuhkan love potion itu kepada lo Harri. Bukan gw loh yang ngasih,” kata Lapender.

“Iya dia sengaja ngasih buat merusak malam minggu lo,” kata Hermayoni.

“Oooh. Loh kok Ruonnya ada dua ?”

Harri bingung melihat Hermayoni yang bergandengan dengan Ruon dan Lapender yang juga begandengan dengan Ruon. Mereka berdua sangat akur.

“Setelah dipikir-pikir nggak penting yang mana Ruon yang asli. Yang penting kita berdua bisa jalan sama Ruon. Kalau Ruon tiba-tiba jadi satu lagi, baru kita bertarung lagi. Iya kan Lapender ?”

“Yoi. Mumpung sekarang ada dua jadi bisa kebagian satu-satu.”

“Tuh kan bro. Zaman sekarang satu itu nggak cukup,” kata kedua Ruon berbarengan.”

Akhirnya mereka bisa menonton film the avenger dengan tenang dengan pasangan masing-masing. Malam minggu ini berakhir dengan indah walau sebelumnya diawali oleh kekacauan. Sebelum peperangan besar tahun depan melawan voldemot, tahun ini adalah tahun bersenang-senang terakhir. Dan kisah cinta merupakan kisah yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan remaja bagaimanapun seriusnya sebuah kisah.

*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s