ekstraterestrial (PART III)

“Jadi biar aku luruskan. Kamu menganggap ini bukan sekedar mimpi dan kamu memutuskan untuk membantu alien itu ?” kata Mike.

“Ya. Aku yakin aku tidak gila dan ini bukan mimpi. Alien itu yang memberitahu apa yang telah direkamnya kepadaku melalui gelombang mimpi. Apa yang aku lihat itu bukanlah mimpi namun kejaiain yang terjadi di markas FDI.”

“Ia bisa menembus markas FDI ? Dimana itu ? Apakah area 51 ? Seperti apa markasnya John ?”

“Hmm, teknologi alien ini sangatlah maju. Ia bisa menembus benda padat, tembus pandang dan teleportasi.”

“Bukankah sebagai manusia,kita seharusnya membantu sesama manusia ? Apakah alien itu sudah mencuci otakmu ?” kata Diana.

“Alien itu membutuhkan radioaktif unutk menyelamatkan umat dan planetnya dari kepunahan. Hanya uranium dan plutonium yang tersedia di bumi, radioaktif yang bisa mereka pakai. Kita masih punya sumber radioaktif yang banyak, aku ingin membantu dia dan spesiesnya. Apa salahnya berbagi sedikit kepada makhluk lain diluar bumi.”

“Kenapa alien itu tidak langsung mengambil radioaktif yang disimpan di markas FDI dan mencuri UFOnya untuk pulang ?”

“Katanya radioaktif itu disimpan di ruangan yang tidak bisa dijangkaunya. Sia-sia jika ia pulang tanpa radioaktif itu..”

“Memangnya kenapa ia tak bisa menjangkaunya ? Katamu teknologinya canggih.”

“Oksigen adalah racun bagi alien itu. Ruangan tempat radioaktif itu disimpan dipenuhi oksigen kadar tinggi dan laser yang dapat menembus pakaian astronotnya. Ia akan bernasib sama seperti temannya jika berusaha menembus masuk ruangan itu. Aku melihat sendiri ruangan itu dalam mimpiku. Dia butuh bantuan kita.”

“Bagaimana jika FDI itu menetapkan kita sebagai tersangka karena membantu alien itu membawa lari radioaktif ? Kita bisa dipenjara seumur hidup dengan melarikan radioaktif sebegitu besar. Itu unsur yang sangat berharga loh.”

“Well, kita harus punya rencana untuk membantu alien itu agar hal itu tidak terjadi. Apa kalian mau ikut Diana, Mike ?”

“Well, walaupun ini sulit dipercaya dan tidak masuk akal, asakan kamu yang bicara aku pasti percaya. Oke aku ikut denganmu,” kata Diana.

“Tunggu, sebelum aku berkata ya. Aku ingin lihat dulu wujud alien yang akan kita tolong. Sungguh, walaupun ini berasal dari ucapan sahabatku, aku masih ragu. Maaf John jika aku tak mempercayaimu hanya saja ini terlalu tidak masuk di akal,” kata Mike

“Well, memang ini sangat tidak masuk di akal. Dan aku tak bisa menyuruh alein itu menunjukkan dirinya di hadapan kalian.  Bagaimana ya ?”

Bingung juga kalau disuruh menunjukkan bukti dari kisah alienku kepada kedua sahabatku. Akupun tak pernah menyangka kalau aku akan mengalami hal seperti ini, terjebak diantara konflik dua planet dan dua makhluk. Aku tak akan menyangka akan menemukan radioaktif sangat langka dan mahal, kalau misalnya radioaktif itu bisa aku jual, mungkin aku akan kaya.

“Well, tak perlu John. Aku percaya padamu. Aku akan membantumu walaupun itu akan menyeretku ke masalah. Kau adalah sahabat baikku,” kata Mike memegang pundakmu.

“Jadi bagaimana rencananya ?” tanya Diana.

“Begini rencananya…,”

 

*

“Halo pak.”

“Ya, kami dengar anda menemukan sesuatu di halaman rumah Anda Tuan John ?”

Suara berat terdengar dari balik gagang telepon. Panggilan ini merupakan langkah awal dari rencana yang akan kami mainkan untuk membantu alien itu. Satu rules yang aku dan teman-temanku inginkan adalah, jangan sampai para agen FDI itu yang memainkan kami. Kamilah yang harus menciptakan permainan untuk mereka.

“Ya saya menemukan sebuah kotak. Saya tidak tahu ini kotak apa. Saya pikir, mungkin ini ada hubungannya dengan kejadian kemarin.”

“Bisa anda deskripsikan kotak itu seperti apa ?”

“Kotak itu berukuran 20 centimeterkubik, berwarna hitam dan terbuat dari metal. Salah satu sisinya memancarkan cahaya kuning. Kotak ini juga sangat berat bahkan saya pun tidak bisa mengangkatnya.”

“Sangat berat ?”

“Benar pak, saya dan keluarga saya sudah mencoba mengangkatnya, namun tak seorangpun kuat. Ia seperti menempel ke tanah di halaman belakang rumah saya. Kami sudah mencoba segala cara, namun tak bisa terangkat.”

“Tadi Anda bilang bercahaya ?”

“Iya. Di salah satu sisinya ada cahaya kuning. Cahaya itu tak panas. Suhu di semua sisi tetaplah sama. Kami takut kalau ini bom atau semacamnya. Jadi apa yang harus kami lakukan pak ?”

“Anda tenang saja. Satu jam lagi agen FDI akan datang dua jam lagi ke tempat anda. Terimakasih atas informasinya Tuan John.”

“Sama-sama pak,” kataku sambil menutup gagang telepon dan tersenyum kecil pada teman-temanku.

“Sekarang mari kita tunggu agen FDI itu datang dan kemudian kita akan bermain.”

*

Mobil agen FDI itu hitam, model sedan, dengan derung yang super halus. Mobil itu berhenti tepat di depan rumahku yang terletak di balkon desa. Dua orang turun dari mobil. Mereka mengenakan kemeja hitam. Pria yang berkacamata berusia lebih tua dari yang satunya. Mungkin ia adalah komandan yang lebih berkuasa.

Aku menyambut kedatangan kedua orang itu. Kedua orang tuaku sudah kuungsikan dirumah tetangga. Mereka juga malas bertemu lagi dengan agen-agen ini. Mereka sudah menganggap kejadian kemarin hanyalah mimpi, jadi mereka dengan senang hati tak ikut campur dalam kegiatan ini. Aku melontarkan senyum sebagai salam pembukaku pada mereka.

“Selamat siang Pak John,”

Kami bersalaman dan mereka memperkenalkan diri, menunjukkan kartu identitasnya padaku. Kotak radioaktif itu telah kuletakkan di halaman belakang, dekat dengan tempat jatuhnya UFO. Kotak itu telah diset agar memiliki berat 1 ton oleh si alien dengan teknologi metalnya. Itu merupakan sistem pertahanan dari kotak metal itu agar tak sembarangan bisa diambil orang. Jadi aku tak sepenuhnya berbohong mengatakan kalau kotak itu berat.

“ Bisa beritahu kami dimana kotak itu ?”

“Ada dihalaman belakang pak. Mari saya antar.”

Kami berjalan menuju ke halaman belakang. Kedua agen itu tak banyak bicara atau menunjukkan ekspersi muka. Well, mereka sangat dingin.

“Itu pak.”

Aku menunjuk ke sebuah kotak yang tergeletak di atas tanah. Kedua agen itu mencoba mengangkat kotak itu namun tak satupun bisa mengangkatnya. Terdengar mereka berbisik sesuatu sembari berjongkok di dekat kotak. Aku tak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan. Agen yang lebih muda berdiri dan mendekatiku yang berdiri di belakang mereka.

“Tuan John. Apa anda bisa menceritakan kepada saya mengenai kronologi anda bisa menemukan kotak ini. Kami sudah pernah mengecek keseluruhan halaman Anda dan tidak menemukan apa-apa.”

“Baik, saya menemukan kotak ini…,”

“Bisakah kita membicarakan hal ini di tempat yang lebih tertutup. Di ruang tamu mungkin.”

“Anda ingin agar saya tidak melihat pekerjaan rekan Anda ?” kataku.

“Saya lebih senang menganggap kalau saya adalah tamu biasa yang tak perlu dicurigai.”
“Baiklah, Kalau begitu silakan masuk pak.”

Kami berdua masuk ke dalam rumahku. Aku bercerita kepada agen ini tentang bagaimana aku menemukan kotak itu. Sebenarnya hampir 100 persen aku berbohong padanya. Namun aku harus menunjukkan ekspresi meyakinkan agar tak ketahuan bohong. Sepertinya agen muda ini percaya.

Sementara itu di halaman belakang agen yang satunya masih berusaha untuk mengangkat kotak itu. Ia menyerah dan mengeluarkan kotak radioaktif yang satunya. Siapa tahu kotak ini bisa membantu sesuatu. Agen itu menempelkan kedua sisi kotak radioaktif itu. Seketika kotak itu menjadi ringan dan bisa terangkat. Agen itu menghela nafas lega.

“John ?” Mike menatap sang agen yang sedang berjongkok di halaman belakang rumah John.

“Siapa Anda. Apa yang anda lakukan di halaman belakang rumah sahabatku ? Apakah Anda pencuri ?” kata Mike mendekat ke pagar rendah halaman belakang rumahku.

Agen itu berdiri dan memasukkan kedua kotak radioaktif itu ke dalam sakunya. Ia memperkenalkan diri kepada Mike dan menunjukkan kartu identitas FDInya. Mike terlihat kaget dengan hadirnya agen FDI ke rumahku.

“Tenang saja Mike. Dia bukan pencuri,” aku muncul dari pintu belakang.

“Kulihat dia mengambil sesuatu dari halaman rumahmu. Seperti kotak metal berwarna hitam. Kotak itu berada di dalam sakunya. Walaupun dia FDI, ia tak bisa seenaknya mengambil sesuatu yang berada di halamanmu.”

“Oh jadi kotaknya sudah bisa terangkat pak ?”

“Tuan John dan Tuan Mike, kalau tidak keberatan kita bisa membicarakan hal ini di dalam rumah. Saya tak suka udara panas perkebunan yang menyengat.” Kata agen tadi.

“Ayo Mike masuk ke rumah. Jangan melawan perkataan bapak-bapak ini atau kau akan berada dalam masalah.”

Kami semua masuk ke dalam rumah. Aku menyajikan jus botol kepada mereka. Kedua agen itu meminta Mike berjanji untuk tidak berkata apa-apa kepada siapapun tentang kedatangan FDI dan tentang kotak itu. Mike awalnya menolak namun nada paksaan dari pada agen akhirnya membuatnya setuju.

“Dimana kedua orang tuamu Tuan John ?”

“Mereka sudah menganggap kejadian kemarin adalah mimpi. Jadi mereka lebih memilih untuk pergi sejenak dari rumah sementara Anda datang pak.”

“Jadi sebenarnya apa isi kotak itu pak ?” tanyaku.

“Entahlah. Kami juga belum tahu. Kami akan menyelidikinya. Baiklah sudah saatnya kami pulang. Kabari lagi jika anda menemukan sesuatu yang asing di rumah Anda.”

“Baiklah pak.”

“Terima kasih atas jamuannya. Dan kami mulai mempertanyakan apakah kalian manusia atau bukan.”

Aku dan Mike saling lepas pandang. Kami berdua mulai bingung. Kami sudah membubuhi obat tidur ke jus yang kami sajikan untuk kedua agen ini. Seharusnya khasiat obat tidurnya sudah bekerja, namun kenapa mereka berdua masih segar bugar begitu. Dan kalimat terakhir dari para agen memberikan sinyal sesuatu yang tidak beres terjadi pada rencana mereka.

“Maksud bapak ?”

“Mana ada manusia yang berpihak pada alien,” agen yang lebih muda tersenyum pada kami berdua.

“Kami tahu dia ada disana.”

Agen yang lebih tua mengacungkan sebuah pistol ke suatu arah. Pistol itu berbeda dari psitol yang sering ia lihat di televisi. Ia menembakkan sebuah peluru, namun bukan peluru besi seperti biasa. Seperti sebuah cahaya putih yang merambat. Cahaya itu tepat mengenai sebuah objek tak terlihat di sudut ruangan. Seketika tubuh alien itu mulai terlihat dan tidak transparan lagi. Sebuah jerat dari kilatan listrik mengikat tubuhnya. Ia terjatuh dan menggelepak di tanah.

Aku dan Mike hendak berdiri, namun entah mengapa mata kami terasa sangat berat. Rasa kantuk yang amat sangat tiba-tiba menyerang. Jangankan untuk berdiri, untuk menutup mata saja kami tak sanggup. Kamipun terjatuh di tempat duduk kami. Aku masih bisa mendengar sebentar apa yang FDI itu ucapkan

“Kalian pikir bisa membodohi FDI. Kami telah menukar gelas jus yang seharusnya menjadi menjadi milik kami. Dan jangan pikir kacamata ini hanya kacamata biasa. Tak ada yang bisa lolos dari kacamata ini.”

Kedua agen itu membawa alien itu keluar rumah dengan hati-hati agar tak ketahuan siapapun. Alien ditangan, radioaktif di saku, mereka mulai berpikir kalau mereka adalah pemenang dalam pertarungan ini. Starter mobil, namun mesin tidak menyala. Starter kedua dan katiga kali namun tidak menyala.

“Ada apa dengan mobil ini ? Kenapa indikator bensinnya menunjukkan kalau tangki kosong ? Aku yakin tadi tangki masih penuh.”

“Sial, pasti ini ulah petani gandum itu. Mereka tak hanya bedua. Cepat panggil bantuan ke markas. Aku ingin dalam satu jam kita sudah ada kendaraan untuk pergi,” kata salah satu agen.

Seseorang menampar-nampar pipiku, namun aku terlalu malas untuk membuka mata, rasanya sangat berat. Guncangan yang cukup keras mambuatku harus sadar dari alam bawah sadarku. Aku membuka mata. Kepalaku terasa pusing. Diana berdiri di depanku, ia yang menggoyangkan tubuhku dan Mike sampai kami terbangun.

“Kenapa malah kalian yang terkena senjata kalian sendiri. Ayo cepat bangun.” Kata Diana.

“Mereka menukar gelasnya Diana.”

“Aku sudah mengosongkan tangki bahan bakar mereka. Mari kita lanjutkan rencana kita. Tunggu, kembali tertidur guys. Cepat agen itu kembali,” kata Diana melihat ke jendela.

Diana langsung sembunyi di balik sofa. Aku kembali mengambil posisi pingsan tanpa mengecek, begitu juga dengan Mike. Terdengar bunyi pintu depan terbuka. Suara langkah kaki dari sepatu pantofel yang menyentuh lantai kayu. Sudah pasti itu langkah kaki salah satu agen FDI. Suara langkah kaki itu terdengar semakin dekat sampai aku yakin kalau agen itu sekarang sedang berdiri di sampingku.

Secara cepat aku langsung meraih kaki agen itu dan mendorongnya sehingga ia terjatuh. Bunyi gedebuk kencang terdengar saat kepala agen itu membentuk lantai dengan kencang. Ups, pasti terasa sakit sekali, aku pernah mengalaminya. Lantai kayu rumahku memang sangat kuat.

“Oh my god John. Kau membuat agen ini pingsan. Kau akan dipenjara.”

“Well, sekalian saja berbuat yang lebih gila kalau begitu. Pasti aku akan dipenjara juga.”

Aku mengambil kotak radioaktif itu disakunya. Sekarang tinggal satu agen yang harus dihadapi dan alien itu akan selamat. Diana melucuti senjata yang dibawa agen itu.

“Lalu bagaimana dengan agen yang satunya ?”

“Aku ada akal,” kata Diana.

Diana lantas mengarahkan pistol ke atap rumah dan meledakkannya. Terdengar suara ledakan yang cukup keras. Peluru besi itu melesat ke atap.

“Apa yang kamu lakukan ?”

“Pasti agen itu akan masuk karena mendengar suara itu. Saat itulah kita selengkat dan lumpuhkan dia. Oke, let’s break some rule,” kata Diana.

Hanya butuh waktu 5 menit untuk melumpuhkan agen itu. Ketangguhan Diana masihlah sama. Ilmu bela dirinya masih sama seperti dulu. Kami berdua berjalan menuju mobil untuk menyelamatkan alien itu sebelum kedua agen itu sadar dari pingsannya.

“Wow, aku baru pertama kali lihat alien yang sebenarnya. Jadi kita tak sendiri di dunia ini,” kata Diana kagum.

“Cepat ambil air di ember itu. Ia butuh air untuk mengembalikan kekuatannya.”

Aku melakukan hal yang sama seperti waktu itu, memberikan air melalui selang ke alien itu. Alien itu keluar dari mobil dan menatap kita bertiga. Aku menyerahkan dua kotak radioaktif itu kepadanya. Alien itu mengambilnya dan memasukkannya ke dalam baju astronotnya. Satu kedipan mata dan kami sudah berpindah tempat ke tepi danau. Wow, teleport memang praktis. Alien itu memandangi kami bertiga yang terlihat kagum dengan kemampuan ini.

“Kenapa kita bisa berpindah tempat ?” tanya Mike bingung.

“Ini teleport Mike.”

Pesawatku butuh air sebagai bahan bakar. Aku sedang memanggil pesawatku datang kemari.”

“Bagaimana caramu memanggil pesawatmu ? Bukankah pesawatmu sedang ditawan di markas FDI ?”

“Itu bukan masalah. Pesawatku bisa menembus material apapun. Sebentar lagi ia akan sampai.”

“Kau tidak bisa pergi semudah itu.”

Aku melihat sumber suara lain. Suara seorang pria. Ada lima orang memakai kemeja hitam namun wajah orang tersebut berbeda dengan yang tadi. Gawat, agen-agen FDI lain sudah datang. Mereka semua mengacungkan pistol kearah aku, teman-temanku dan alien itu. Agen-agen itu bergerak maju mendekati kami semua.

“Tunggu. Kenapa kalian tidak memperbolehkan ia pergi ?” aku berkata pada semua.

“Dia mencuri radioaktif kita.”

“Apa kalian tidak tahu untuk apa ia mengambil radioaktif itu ? Ini dilakukan untuk menyelamatkan planet dan spesiesnya dari kepunahan.”

“Apakah menurutmu bukan pencuri jika mengambil uang di brankas orang lain kemudian pergi tanpa izin ? Walaupun uang itu digunakan untuk pengobatan, itu tetap saja tindakan pencurian.”

Ketiga agen itu berjalan makin dekat dengan tempat kami berdiri. Seketika alien itu mengacungkan tangannya ke arah agen-agen itu. Ribuan peluru meluncur dari pistol para agen sebagai refleks. Namun tak ada satu peluru yang bisa menembus, kapsul tak terlihat menyelubungi tubuhnya. Cahay putih menyala dari ujung tangan alien dan semua agen pingsan seketika.

Suara dengung pelan terdengar diatas danau. Pesawat luar angkasa milik alien telah sampai. Ia berputar dengan cepat, melawan gravitasi bumi yang mencoba menarik turun. Jalur air terbentuk, menghubungkan danau dengan sisi piring terbang. Alien itu menyerahkan kedua kotak radioaktif ke tanganku.

Aku tak mau mencuri di planetmu. Aku serahkan radioaktif yang telah kukumpulkan pada kalian.”

“Lalu bagaimana dengan planet dan spesiesmu ? Bukankah hanya radioaktif ini yang bisa menyelamatkanmu.”

Aku tak ingin membuat kalian susah. Kami bukanlah pencuri. Kami adalah makhluk beradab yang menjunjung tinggi hukum dan integritas. Jika ini perbuatan terlarang, maka kami tak akan melakukannya. Aku tak ingin merusak hubungan manusia dengan spesiesku.”

“Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang ?”

Aku akan pergi dari planet suburmu ini untuk mencari sumber radioaktif lain dimana aku bisa mendapatkannya secara legal. Manusia adalah spesies yang beruntung, bisa tinggal di bumi yang subur dan indah ini. Jagalah planet ini dengan baik. Jangan sampai teknologi membuat alammu rusak. Aku melihat bumi sekarang cenderung menuju ke arah kerusakan. Ini sama seperti planetku dulu. Dulu planetku sama seperti bumi, indah dan hijau namun sekarang semua telah berubah karena polusi dan eksploitasi sumber daya berlebihan tanpa memperhatikan daya dukung alam. Pesanku, jagalah bumi ini, jangan sampai kalian harus mengais-ngais di planet makhluk lain seperti sepsiesku ini. Terimakasih kepada kalian semua karena telah membantuku.”

 

Sebuah cahaya menyinari alien itu. Sosoknya perlahan lenyap ditelan cahaya yang berasal dari bagian bawah piring terbang itu. Dua kotak radioaktif itu berada di tanganku. Walaupun, ia bukan manusia, ia memiliki integritas yang lebih dari manusia. Piring terbang itu pergi secepat cahaya.

Setelah itu, aku menceritakan semua yang dikatakan alien itu pada FDI. Seperti biasa, mereka tak memperbolehkan aku bercerita apa-apa pada semua orang mengenai hal ini. Ini merupakan super top secret. Baiklah, sebagai penduduk bumi yang baik aku harus mengikuti hukum. Namun aku menceritakan semua yang dikatakan alien itu pada teman-temanku. Sebuah pesan yang mengatakan bahwa kita semua harus menjaga bumi dengan sebaik-baiknya.

Berbulan-bulan dan bertahun-tahun berlalu. Aku tak pernah lagi mengalami hal menakjubkan seperti ini. Kedua orang tuaku sudah menganggap kejadian itu hanyalah mimpi. Well, lama kelamaan aku juga bingung apakah itu mimpi atau kenyataan. Kalau ditilik lagi memang sangat tidak masuk diakal. Apakah kala itu aku hanya berhalusinasi karena terlalu lelah bekerja dan menginginkan sesuatu yang baru dalam hidup ? Hmmm, entahlah. Yang jelas nyata atau tidak, we must save this earth form destruction.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s