Khayalan

Langit memang cerah dan udara juga tidak panas menyengat, namun kejadian yang terjadi di parkiran sebuah univeritas membuat hari seakan mimpi buruk bagi yang melihat. Cekcok mulut diantara sepasang kekasih terjadi karena suatu problematika.

Pria : Aku harus bilang bagaimana lagi ke kamu. Dia itu bukan siapa-siapa. Tolong kamu percaya sama aku

Wanita : Mana mungkin aku bisa percaya. Udah ketangkep basah bukannya mengaku malah ngeles. Cowok macem apa sih kamu ?

Pria : Mana mungkin aku mau mengakui hal yang tidak aku perbuat. Kamu tolong jangan emosi dulu.

Wanita : Ya iyalah kamu nggak mau bilang itu kenyataan. Maling mana ada yang mau ngaku.

Pria : Apalagi yang bukan maling, lebih nggak mau ngaku lagi.

Wanita : Kamu malu dong sama aku. Kuliah aku bayarin, pergi aku yang traktir, pulsa aku yang beliin, BB aku yang tombokin setengah, tuh motor aku yang lunasin. Apa sih yang enggak buat kamu ? Sekarang kenapa kamu malah kayak begitu, jalan sama cewek lain.

Pria : Dia itu bukan siapa-siapa aku. Dia itu Cuma teman lama aku. Kebetulan aja kita ketemu di mall. Karena udah lama nggak ketemu kita makan bareng. Udah cuma gitu aja kok. Aku cuma makan bersama dengan dia sembari ngobrol. Aku sama sekali nggak ngapa-ngapain sama dia.

Wanita : Oh Cuma makan aja ? Mana ada makan sampai pegang-pegangan tangan gitu.

Pria : Itu Cuma kebetulan aja tangan aku lagi megang tangan dia. Sumpah aku sama sekali nggak ada hubungan apa-apa sama cewek itu. Kamu mau dengerin penjelasannya langsung dari cewek itu ?

Wanita : Nggak perlu.

Pria : Terus gimana cara aku ngebuktiinnya ke kamu kalau aku sama dia itu nggak ada hubungan apa-apa ?

Wanita : Nggak perlu pake bukti-bukti segala.

Pria : Loh terus ?

Wanita : Nggak ada yang perlu diterusin. Kita udahan aja sampai sini.

Pria : Nggak bisa gitu dong. Kita udah 3 tahun pacaran loh. Aku…,

Wanita : Aku apa ?

Pria : Aku masih sayang sama kamu.

Wanita : Aku nggak mau digombalin kamu lagi. Dasar kamu nggak tahu diri.

Pria : Udah banyak kenangan yang kita lalui bersama. Kamu bilang kalau kamu mau nantinya menikah dengan aku. Kita akan…

Wanita : Udah nggak mempan. Lo gw end.

Pria : Baik aku akan bawa cewek itu ke hadapan kamu. Biar dia yang ngejelasin semuanya ke kamu. Kamu akan tahu betapa sayangnya aku ke kamu.

Wanita : Nggak perlu repot-repot deh. Udah ah, waktu aku nggak banyak. Udah ya aku capek. Anggep aja semua barang yang aku kasih ke kamu sebagai bayaran 3 tahun kita pacaran..

Pria : Tunggu jangan pergi dulu say.

Wanita : Aku nggak akan mau lagi sama kamu walaupun kamu itu cowok terakhir di dunia ini.

*

Sang pria mencari cara agar ia bisa membuktikan argumennya. Ia berencana membawa wanita yang dikira selingkuhan oleh pacaranya. Rencananya sang pria ingin agar wanita itu sendiri yang menjelaskan ke pacarnya kalau mereka bukanlah siapa-siapa. Dengan begini ia berharap hubungan yang telah dijalin selama 3 tahun bisa kembali seperti semula.

Namun sangat disayangkan satu hari sebelum rencana itu dilaksanakan, sebuah asteroid jatuh ke bumi. Asteroid itu sangatlah besar sehingga ledakan yang ditimbulkan ke bumi juga maha dahsyat. Akibat ledakan tersebut, peradaban umat manusiapun musnah. Tak ada lagi gedung-gedung bertingkat atau rumah-rumah mewah atau jalanan yang lebar, semua rata dengan tanah.

Entah bagaimana caranya, pasangan pria dan wanita ini berhasil selamat dari bencana. Hanya mereka yang bisa selamat dan hanya mereka manusia yang tersisa didunia. Manusia berada di ambang kepunahan, dan semua bergantung pada mereka.

Mereka berdua terpisahkan dan berada di tanah yang jauh. Si Pria tidak menyadari kalau masih ada si wanita yang tersisa dibumi, begitu juga si wanita. Namun mereka memiliki keyakinan kalau masih ada manusia lain yang selamat selain mereka. Oleh karena itu, mereka berdua berjalan tanpa arah di bumi yang telah hancur untuk mencari sisa spesies mereka yang tersisa.

Bertahun-tahun lamanya mereka berjalan tanpa tujuan. Hanya suara hati yang membisikkan arah kemana jalan harus ditapaki. Mereka bertahan hidup di bumi yang telah rusak dan mencari makan dari sumber daya seadanya. Hanya ketetapan hati yang membuat mereka yakin kalau ia tidak sendiri.

Akhirnya pada suatu senja di sebuah puncak bukit yang tinggi mereka berdua bertemu. Setelah bertahun-tahun tak pernah bertemu manusia lain, tentunya ini menjadi sebuah awal yang baik untuk umat manusia. Ini menjadi angin segar agar umat manusia tetap eksis di bumi.

Walaupun sudah lama berpisah, mereka tetap dapat mengenali satu sama lain. Dan tentunya mereka masih ingat tentang pertengkaran yang terakhir kali mereka alami sebelum asteroid itu menghujam bumi. Terjadi percakapan sengit diantara mereka berdua.

Pria : Kamu masih hidup ?

Wanita : Aku keliling dunia bukan untuk bertemu dengan pria berengsek sepertimu.

Pria : Ini pasti sudah menjadi takdir kalau kita memang harus selalu bersama.

Wanita : Lebih baik aku segera pergi saja.

Pria : Kamu mau pergi kemana ? Apakah kamu bisa menemukan orang lain di dunia ini ?

Wanita : Pasti masih banyak orang lain yang selamat.

Pria : Aku sudah bertahun-tahun menjelajah bumi ini dan tidak menemukan siapapun yang selamat. Kurasa hanya kita berdua yang tersisa.

Wanita : Aha, apakah kamu masih ingat kalimat terakhir yang kamu ucapkan dulu padaku sebelum berpisah. Aku menunggu hal itu sekarang.

Pria : Mmmm, aku bilang akan menghadirkan wanita itu kehadapanmu agar dia yang menjelaskan sendiri kalau aku tak ada hubungan dengan dia.

Wanita : Ok, sekarang aku beri kamu kesempatan untuk hal itu.

Pria : Apakah jika wanita itu yang menjelaskan kamu akan percaya kalau aku tidak selingkuh dengannya ?

Wanita : Mmmm, ya.

Pria : Baiklah, tunggu dulu. Aku akan mencari dia dan membawanya untukmu.

Wanita : Bukankah tadi kamu bilang hanya kita manusia yang tersisa di bumi ?

Pria : Apakah kamu masih ingat kalimat terakhir yang kamu katakan kepadaku.

Wanita : Ya. Aku tidak akan menerimamu walaupun kamu pria terakhir di bumi.

Pria : Toh jikalau aku pria terakhir di bumi kamu masih tidak mau menerimaku sebelum dia sendiri yang menjelaskan. Kurasa satu-satunya kesempatanku adalah dengan mencari wanita itu dan membawanya kesini. Kamu tunggu disini sampai aku kembali.

Wanita : Tapi…,

Sang pria sudah segera berlari sebelum sang wanita menyelesaikan kata-katanya. Menunggu. Hanya itu yang bisa dilakukan sang wanita. Hari demi hari berganti. Selama bertahun-tahun ia menunggu sang pria untuk kembali. Nihil, si pria tak kunjung datang.  Si Wanita merasa kesepian. Kalau si pria tidak kembali berarti ia sendiri di dunia ini.

Si wanita bimbang. Apakah ia lebih baik tetap disini atau pergi mencari si pria. Akhirnya si wanita turun untuk mencari kembali si pria karena ia yakin si pria tak akan bisa menemukan wanita itu di bumi ini. Dia juga merasa kalau hanya mereka berdua manusia yang tersisa di bumi.

Pertanyaan terbesit di benaknya ? Apakah ia bisa bertemu kembali dengan si pria ? Dunia ini luas dan bisa saja si pria berada di manapun. Si wanita mulai merasa khawatir. Namun bertapa terkejutnya si wanita ketika menemukan si pria di kaki bukit tempat ia menunggu.

Wanita : Kok kamu ada disini ?

Pria : Aku sedang menunggu wanita selingkuhanku yang kamu suruh cari. Kenapa kamu turun bukit ?

Wanita : Memangnya wanita itu ada disini ?

Pria : Tidak. Sudah bertahun-tahun aku menunggu disini, namun ia tak datang. Perasaanku mengatakan kalau lebih baik aku menunggu alih-alih mencari. Kamu belum jawab pertanyaanku. Kenapa kamu turun bukit  ?

Wanita : Aku bosan diatas sana.

Pria : Apakah itu alasan sebenarnya ?

Wanita : Ya

Pria : Bukan karena kamu ingin mencariku ?

Wanita : Jangan GR kamu.

Pria : Berarti kalau aku pergi mencari keliling dunia kamu tidak akan kenapa-kenapa kan ?

Wanita : …

Pria : Baiklah  kurasa tak ada gunanya aku menunggu wanita itu disini. Aku akan mulai mencari. Ini sengaja aku buatkan pondok jikalau kamu ingin turun ke kaki bukit. Aku pamit dulu untuk mencari.

Wanita : Tunggu.

Pria : hmm ?

Wanita : ….

Pria : Ada apa ?

Wanita : ….

Pria : Baiklah kalau tidak ada apa-apa. Aku pergi dulu untuk mencari apa yang kamu inginkan. Kamu tunggu disini.

Wanita : Baiklah kamu menang

Pria : Menang apa ?

Wanita : Aku memaafkanmu tanpa kamu perlu menunjukkan bukti apa-apa padaku.

Pria : Bukankah kamu tak mau bersamaku sebelum aku membawa wanita yang kamu kira selingkuhanku kesini ?

Wanita : Tak perlu. Cinta hanya bisa dirasakan dan tak membutuhkan bukti. Walaupun kamu bukan pria terakhir di Bumi aku tahu kamu mencintaiku karena aku bisa merasakannya

Pria : By the way, aku selingkih sih sama wanita itu.

Wanita : Apa ??? (Sambil menjewer si Pria)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s