Godaan Pas Puasa (PART I)

berhubung bulang ramadhan, ya aku posting cerita tentang puasa

Sisi kiri : Udah buka puasa aja. Dari tadi pagi lo itu udah marah-marah, emosian dan ngedumel sendiri. Daripada puasa lo Cuma laper sama haus mending lo batalin sekalian.

Sisi kanan : Jangan…, tadi pagi lo emang khilaf, tapi jangan dilanjutin dengan kekhialfan yang lebih lanjut. Allah akan mengampuni hambanya asalkan dia mau bertobat.

Aku           : Biasakah kalian berdua diam, aku benci dengan konflik.

Aroma butter yang lembut disertai kayu manis serta adonan yang baru keluar dari oven mulai menggodaku. Walaupun tempat ini ditutupi gorden untuk menghormati orang yang berpuasa, mereka tak akan bisa menyembunyikan aroma superlezat yang menggoda selera. Donat Jeko memang makanan favoritku…, biasanya sih kalau sudah melihat kedai ini bawaanku langsung ngeborong untuk kunikmati sendiri.

Konflik batin antara setan dan malaikat mulai menggelora. Bisikkan antara membatalkan puasa dan mempertahankan puasa terdengar di hati. Maju tidak ya…, aku melirik arlojiku dan jarum jam masih menunjukkan jam 2 siang. Masih sekitar 4 jam menuju waktu berbuka. Moodku sangat tidak baik hari ini dan hanya satu obatnya which is Jeko rasa tiramisu plus jeko almon plus jeco hazelnut.

Sisi Kiri  : Udah maju aja daripada mood lo jelek kayak gitu. Nanti kan bisa diganti puasanya. Bolong sehari dua hari juga nggak masalah kan.

Sisi kanan : Kamu udah dewasa, bukan anak kecil lagi. Masa kamu nyerah begitu aja sama nafsu kamu. Kuatkan diri, istigfar. Ayo keluar dari mall ini. Terlalu banyak godaan. Lebih baik kamu bertadarus untuk memperbaiki mood.

Sisi Kiri : Udah capek-capek ke mall terus kamu mau pulang begitu aja. Denger nih, kamu tuh seharian ini udah kebanyakan marah. Pahala puasa kamu udah ilang. Kalau dilanjutin juga puasa kamu Cuma nahan laper sama haus. Nah mending kamu sekalian nggak usah puasa. Nanti habis lebaran kamu ganti dengan puasa yang super khusuk.

Sisi kanan : Jangan dengerin nafsu kamu. Umur manusia nggak ada yang bisa nebak, siapa tahu kamu nggak dikasih umur sampe lebaran. Gimana kalau nanti kamu ketabrak terus meninggal ?

Sisi Kiri : Udah jangan dengerin dia. Pake deh logika kamu. Kamu itu masih muda, kamu juga aware kok, kemungkinan kamu ketabrak tuh kecil. Daripada pulang kerjaan lo Cuma ngedumel dan bawaannya pingin marah which is merusak pahala puasa, mending kamu buka. Coba deh kamu ingat apa yang terjadi sama kamu hari ini…,

Yang terjadi padaku hari ini ? Hari ini adalah hari berat untukku, how a bad day. Aku mengingat kembali mengapa aku sampai punya pemikiran untuk membatalkan puasaku hari ini dengan makanan kesukaanku. Makin diingat bawaan modd malah makin jelek.

 

*

Nit-nit-nit. Akhirnya alam bawah sadarku terusik juga dengan suara alarm ini. Aku tak tahu sudah berapa kali aku men-snooze alarm ini. Rasanya sudah lebih dari 5 kali aku menunda untuk bangun. Dengan posisi mata masih segaris aku melihat ponselku. Hah jam 4.35. Aku langsung terbangun dengan kaget. Imsak tinggal 5 menit lagi dan subuh tinggal 10 menit lagi.

Hidup sebagai mahasiswa di kota kembang ini memang harus mandiri. Kalau dulu di kampung halaman pasti aku dibangunkan mama kalau sahur. Ketika bangunpun makanan sudah siap. Kalau sekarang…, hidup ngekos berarti sahur harus bangun sendiri dan beli makan sendiri. Dan salah satu kebiasaan burukku adalah tukang tidur. Kalau sudah tidur butuh usaha ekstra untuk bangun.

Tanpa pikir panjang aku langsung keluar kamar untuk membeli makanan. Aku tak pernah memasak untuk sahur, semua aku beli di warung dekat kosan. Aduh keburu tidak ya makan dulu…. Aku tak kuat kalau tidak sahur. Pernah aku tak sahur ketika puasa karena tidak bisa dibangunin, yang ada aku hampir pingsan di sekolah. Well, itu menjadi pelajaran penting dimana kalau puasa memang harus sahur dulu.

“Baru bangun nih ?” teman sebelah kamarku menyapaku. Dari wajahnya sih dia sudah kenyang.

“Kok lo nggak bangunin gw sih ?”

“Udah. Lonya aja yang kayak kebo. Orang gw aja bangun karena alarm lo yang suaranya segede petasan banting. Udah sana beli makan keburu imsak.”

Aku langsung menuju ke warung dekat kosanku. Di bulan puasa seperti ini, banyak warung yang buka ketika sahur. IMSAK. Kumandang suara ‘imsak’ terdengar dari masjid ketika aku berjalan menuju warung. Wah berarti sebentar lagi waktu adzan tiba. Lampu warung masih menyala, alhamdulillah masih buka warungnya. Warung sudah sepi, secara sudah imsak.

“Mbak, mbak,” aku memanggil penjual, ayo dong cepetan.

“Mau makan? Ini sudah imsak.”

“Tak apa mbak, mumpung belum subuh.”

“Yasudah, saya ngikut pelanggan aja.”

Mbak-mbak itu mengambil nasi dipiring dan menyibak gorden tempat lauk disajikan. Waduh…, nasib kesiangan. Lauknya hanya tinggal sayur kangkung, tempe goreng dan sambal. Yasudah tidak ada pilihan lain. Selain nasi, tempe, dan kangkung. Wait…, loh uangku kemana ? Oh my god aku lupa bawa duit. Gini nih kalau keburu-buru, uang sampe ketinggalan. Thenksin juga nih kalau ngutang dulu. Aduh gimana nih, mana tidak ada teman yang aku kenal lagi di warung ini yang bisa kupinjam uangnya.

“Mbak kalau misalnya saya ngutang dulu boleh nggak. Uang saya ketinggalan, habis ini langsung saya bayar,” kataku.

“Yasudah.”

Aku memang sering membeli di warung ini. Penjual warung juga sudah hafal denganku. Jadi ngutang seporsi tak menjadi masalah bagi mereka. Akhirnya sepiring nasi dengan kangkung dan tempe goreng. Huh, biasanya kalau sahur aku makan ayam, ikan atau daging. Aku mulai mengeluh dalam hati. Baru suapan pertama dan…. Allahuakbar-Allahuakbar.

Adzan subuh berkumandang kencang. Warung ini memang terletak satu gang dengan masjid jadi suara adzan terdengar. Aduh bagaimana ini sudah adzan. Aku tak tahu sebenarnya batas tidak boleh makan apakah awal adzan atau akhir adzan. Ah masa bodoh, aku melanjutkan suapan keduaku. Bapak pemilik warung keluar dan melihatku dengan bingung.

“Nggak puasa ? Sudah adzan subuh.”

“Iya pak tadi saya kesiangan. Ini juga saya sudahi makannya.”

Daripada ragu-ragu mending tidak kulanjutkan deh makannya. Aduh baru dua suap dan aku masih lapar. Aku meneguk segelas air dan mulai berpuasa. Nampaknya hari ini bakal tidak kuat nih puasanya. Aku pulang ke kosan dengan perut yang masih lapar.

“Ini semua gara-gara lo.”

Aku memarahi laptopku seakan ia adalah makhluk hidup. Microsoft word yang sedang aku kerjakan berjudul “Supercrtitical Thermodynamics Extraction”. Karena tugas ini semalaman aku begadang sehingga menyebabkan tidurku kelewat nyenyak. Aku baru ingat ada tugas ini kemarin malam jam 12 dan harus dikumpukan hari ini. Ketika itu aku panik dan langsung memulai mengerjakan makalah ini. Semalam aku baru tidur jam 2 pagi karena tugas sudah 95 % rampung. Sekarang setelah subuh, aku tinggal menyelesaikan 5 % sisa tugas ini.

Kuliah jam 7 pagi setelah itu langsung dilanjut kuliah sampai jam 11 kemudian dilanjut lagi sampai jam 12. Setelah itu ada kuliah lagi jam 15. Hari senin memang hari yang padat. Aduh menyiksa banget sih kuliah pagi pas puasa, pasti nanti bawaannya ngantuk deh. Sial…, ini internet kenapa siput banget sih. Ayo dong…, gw lagi butuh cepet. Data-data tugas makalah  ini semua tersebar di internet. Aku mulai ngedumel dalam hati karena speed internet yang arggh.

“Akhirnya selesai juga,” aku meregangkan badanku karena tugas sudah selesai.

“Lo belum siap-siap ?”

Temanku melirikku dari pintu yang memang aku buka. Di kosan ini ada satu teman yang sejurusan denganku. Aku melihat dia yang sudah rapi ingin berangkat ke kampus. Hah sudah jam 6.45 yang berarti 15 menit lagi masuk. Dosen kuliah pagi ini kan sangat freak dengan keterlambatan.

“Iya, ni gw siap-siap.”

“Jangan telat loh. Lo tahu kan dosen kita nggak ngizinin mahasiswanya masuk kalau telat.”

Aku langsung mandi dan bersiap-siap. Aduh keburu tidak ya datang jam 7 pagi, mana harus ngeprint tugas ini dulu lagi. Kalau tidak boleh masuk sia-sia dong aku mengerjakan tugas ini sampai telat sahur. Aku turun dari angkutan umum tepat pukul 7 pagi. Aku langsung berlari menuju tempat printan di dekat kampus. Aaargh ramai, harus ngantri dulu. Mending masuk kelas tapi nggak ngumpulin tugas atau ngumpulin tugas tapi nekat nerobos kelas dengan berbagai ketelatan ke dosen ? Ngumpulin saja deh, sudah susah-susah ngerjain. Takutnya tugas ini ngaruh ke nilai akhir.

&#(&$(!*$!@*Z%#*!. Aku ngedumel dalam hati sembali ngantri. Ayo dong cepat, jelas-jelas banyak yang ngantri. BT nih, kalau niatnya mau ngedit dirumah dong jangan di tempat printan, emang ni komputer punya babe lo. Akhirnya tugas selesai juga aku print. Aku langsung berlari secepat kilat menuju ruang kelas. Gila ya, udah nggak sahur sekarang lari-lari pula.

Aku sampai didepan kelas. Jam 7.15. Kelas sudah dimulai. Sang dosen sudah mulai mendendangkan nyanyian nina bobo di depan kelas. Aduh ini sih alamat nggak boleh masuk atas alasan apapun. Dosen ini kan paling freak masalah keterlambatan. Gimana nih ? Aku harus bilang apa atas alasan keterlambatanku yang membuat ia memperbolehkanku masuk. Aku berdiri di luar ruangan sembari berpikir, untung posisi papan tulis lebih kedepan dariposisi pintu sehingga aku bisa mengintip kelas tanpa ketahuan dosen.

Wah.., bangku yang berada paling dekat dengan pintu masih kosong. Jarak bangku itu ke pintu juga dekat. Kalau timingnya pas aku bisa masuk dan duduk di situ asalkan aku bergerak cepat. Aku melihat ke temanku dan memberi kode untuk memberitahuku kapan aku bisa masuk. Ia sepertinya mengerti aku ingin masuk dengan cara itu. Aku menunggu sesaat sampai temanku memberi kode. Aku langsung masuk dan duduk di bangku itu. Sip, timing yang pas plus gerak cepat. Aku bisa masuk dengan aman. Cukup mendebarkan juga.

Aku langsung membuka buku catatan dan mendengarkan apa yang sedang dosen ini katakan. Ia sepertinya tak menyadari kalau ada mahasiswa yang bertambah. Aku mengeluarkan makalah tugasku, loh kok tak ada tumpukan tugas mahasiswa yang lain di meja dosen. Aku berbisik pada teman sebelahku.

“Tugasnya dikumpulin dimana ?”

“Tugas apa ?”

“Tugas ekstraksi ?”

“Lah itu kan dikumpul minggu depan. Lo nggak tahu ya kalau waktu tugasnya dua minggu ?”

“Nggak tuh.”

Sial…, ternyata tugas yang sudah mati-matian aku kerjakan ini untuk minggu depan. Udah bela-belain begadang, telat sahur, lari-lari ternyata…, ^*!$*!&)$.  Aku mulai ngedumel dalam hati. Aduh ini dosen ngomong apa sih, kok aku nggak ngerti ya. Kebiasaan buruk muncul, ngantuk yang teramat sangat. Seberapa dilawanpun pasti akan terpejam juga.

Aku terbangun karena teman sebelahku menginjak kakiku. Perlahan aku membuka mata dan bangun dari alam bawah sadarku. Semua melihat ke arahku dengan suara tawa yang pelan. Ada apa sih. Sang dosen mengacungkan kapur tulis kepadaku. Ah disuruh maju buat ngerjain soal. Deg-deg…, aku maju dengan perasaan kalut karena tak bisa mengerjakan.

Well, selama beberapa menit aku hanya memandangi papan tulis tanpa bisa menuliskan apa-apa. Orang aku tidur dan tidak memperhatikan mana bisa mengerjakan. Akhirnya dosen mempersilakanku duduk dan menasehatiku dengan sedikit sindiran. Aku terlihat konyol di depan mereka semua. Hmmh maklum bu semalam begadang. Aduh makin bikin BT aja deh.

“Kok gw bisa disuruh maju sih, yang tidur nggak Cuma gw doang. Tuh di belakang banyak,” bisikku pada teman sebelah

“Iya, tapi yang ngoroknya paling kenceng Cuma lo. Kayaknya sekelas tadi denger.”

Hah ngorok ? Aku ngorok kalau Cuma sedang kacapekan doang. Haduh malu banget nih. Selama sisa pelajaran aku hanya bisa menahan kantuk karena takut ketiduran dan disuruh maju lagi. Dengan penuh perjuangan aku mencoba mencerna pelajaran absurb ini.

Kuliah selesai dan langsung dilanjut ke mata kuliah selanjutnya. Untung ruangan sama, jadi tak perlu jalan jauh. Aku langsung pindah kebelakang karena sepertinya aku bakal tidur di mata kuliah ini. Dosen masuk dengan membawa sebuntel kertas kosong. Ia membagikan kertas itu ke mahasiswa. Aduh roman-romannya kuis nih dan ternyata….

“Yak untuk penyegaran kita kuis dulu.”

Aaargh, dikondisi super ngantuk seperti ini pake disuruh kuis segala. Soal yang diberikan sebenarnya tidak terlalu sulit namun karena aku tidak fokus, aku yakin pasti tadi jawaban salah semua. 1 jam berlalu dengan kuis dan 1 jam terakhir di akhiri dengan pelajaran. Well saatnya tidur. Belum sampai nyenyak tidurku, sebuah kalimat dari sang dosen membuatku harus bangun lagi.

“Heh, itu yang tidur, sana keluar aja.”

Aku membuka mata dan ternyata dosen itu sedang berbicara padaku. Jreng, kantung hilang, tergantikan dengan rasa takut.

“Kamu yang keluar atau bapak yang keluar ? Siapa nama kamu”

Akhirnya aku keluar kelas karena diusir. Sial, pakai acara dicatat namanya segala lagi yang berarti akan berpengaruh ke nilai. BT, Kelas, geram, makin membuat emosiku naik. Masih ada waktu 45 menit sebelum kelas selanjutnya dimulai. Apa aku cabut saja dan tidur sampai sebelum kelas jam 15. Aduh aku sudah cabut 3 kali, bisa-bisa nggak lulus kalau cabut. Ah aku tidur di kelasnya saja deh sembari menunggu mulai. Setahuku tak ada kuliah jam segini di kelas itu

Belum sampai di kelas, aku bertemu dengan seniorku. Dia satu tahun diatasku. Dia melambaikan tangan kearahku. Aduh lagi malas nih, bawaannya pingi tidur. Namun tak enak kalau tak menjawab panggilannya. Dia berjalan mendekatiku.

“Eh bisa tolongin bentar nggak ?”

“Tolongin apaan ?”

“Bantuin angkatin limbah di lab. Tolongin yak, nggak kuat gw kalau puasa ngangkat semua sendiri. Udah disuruh sama penjaga soalnya. Hei itu lab akan menjadi lab lo juga jadi lo nggak bisa untuk nggak nolak.”

Hmmh, 30 menit waktu yang berharga aku pakai untuk ngangkat dirigen limbah. Seharusnya waktu ini bisa aku gunakan untuk tidur. Namun mau bagaimana lagi, lab ini akan menjadi labku semester depan, jadi tak enak kalau menolak. Lemas…, tenaga rasanya sudah habis. Langit mendung, seakan hujan sudah menunggu untuk dimuntahkan awan. Aku membuka pintukelas dan mendapati kelas masih kosong. Yaiyalah secara teman-teman masih ada dimata kuliah tadi. Masih 15 menit sebelum kelas mulai. Aku langsung duduk dan mulai memejamkan mataku. Finally tidur for a while

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s