Dongeng Telenovela (PART I)

finally gw kerja juga setelah 3 bulan menganggur. hmmm. untung masih bisa sempet nulis-nulis. haha. Tiba-tiba ingin mengawinkan antara telenovela dengan dongeng. Kira-kira jadinya kayak apa ya, yang jelas pasti aneh sih.

Pada zaman dahulu kala disebuah negeri yang amat jauh, hiduplah seorang raja dan ratu di sebuah kastil yang teramat megah. Mereka memimpin sebuah kerajaan yang besar dan makmur. Kerajaan itu begitu hijau dan indah. Pepohonan tumbuh di sekeliling jalan, hutan-hutan masih menyimpan pesona flora nan eksotis, danau-danau menampung air yang begitu jernih serta sebuah sungai besar seputih susu yang menjadi sumber air bagi kerajaan besar itu. Sebuah gunung besar berdiri kokoh di belakang kerajaan, menjadikan hawa di kerajaan begitu sejuk dan asri. Kalau kata kerajaan lain, negeri ini adalah surga dunia.

 Semua rakyat hidup dalam kesejahteraan dan berkecukupan. Rakyat hidup dengan berbagai macam mata pencaharian, seperti dari bersawah, berkebun, berdagang dan menambang. Prajurit istana selalu berjaga di setiap sudut kota untuk memastikan kerajaan selalu aman tanpa ada tindak kriminal. Toh untuk apa berbuat kriminal selama semua rakyat selalu hidup dalam berkecukupan. Raja dan ratu pun memerintah kerajaan dengan adil dan penuh kebijaksanaan. Mereka adalah pemimpin yang disegani oleh seluruh rakyat. Seperti benar-benar hidup dalam negeri impian.

Sang Raja bernama Armando dan sang Ratu bernama Barbara. Mereka mempunyai seorang puteri bernama Esmeralda. Esmeralda adalah putri yang sangat cantik dan semok. Kecantikannya sudah tersohor sampai ke kerajaan seberang. Rambutnya panjang dengan kulit putih dan mulus. Sebagai seorang puteri satu-satunya memang Esmeralda selalu menjaga penampilan fisiknya. Selain cantik, Esmeralda juga pintar dalam berbagai hal. Kalau kata pepatah kecantikan berbanding terbalik dengan kepintaran, namun pepatah tersebut tak berlaku untuk esmeralda.

Sekarang esmeralda sudah berusia 24 tahun. Sudah saatnya ia menikah. Raja dan Ratu bingung, siapa yang pantas mendampingi esmeralda. Siapapun yang akan menjadi suami Esmeralda berarti akan menjadi raja di kerajaan ini. Esmeralda memang menghabiskan sebagian besar waktunya dibalik tembok istana sehingga ia tak mengenal banyak perjaka yang cocok untuk dia. Hukum kerajaan mengatakan bahwa seorang puteri harus menikah ketika usianya 25 tahun sedangkan pangeran 27 tahun. Lalu ketika puteri berusia 27 tahun, tahta kerajaan akan diserahkan kepada dia dan suaminya.

 Suatu malam Raja dan Ratu mengadakan pembicaraan dengan Roberto, penasehat kerajaan, mengenai pernikahan Esmeralda.

 “Dua bulan lagi esmeralda berusia 25 tahun. Kita harus segera menikahkan dia,” kata Armando

“Aku sudah berbicara pada Esmeralda. Dia bilang, dia belum bertemu dengan pria yang sesuai untuknya. Berarti dalam dua bulan ini kita harus menemukan pria yang cocok untuk Esmeralda,” kata Barbara.

“Tunggu-tunggu. Emangnya dia kenal ya sama pria di kerajaan kita secara dia kan kerjaannya berdiam di kamar terus. Jadi kurang pergaulan kan dia. Dia kayak kamu dulu Barbara, susah dapet jodoh.” kata Armando.

“Aku juga curiga dan aku tanya ke dia. Dia tidak kenal siapa-siapa. Haduh emang kuper anak kita. Apa yang kamu sarankan Roberto ?” kata Ratu kepada penasehat kerajaan.

“Hamba berpikir untuk mengadakan pesta dansa yang mulia. Dua minggu lagi adalah festifal panen tahunan di kerajaan kita yang mulia. Hamba menyarankan kita mengadakan pesta dansa besar-besaran malam itu sekalian untuk memperingati festifal panen. Kita undang semua perjaka di negeri ini atau bahkan di negeri seberang. Kita beritahukan kepada rakyat bahwa pada malam pesta dansa itu Esmeralda akan memilih perjaka yang akan menjadi suaminya dan akan menjadi raja.”

“Aku tidak setuju. Pesta dansa. Aku yakin semua mau mendapat kesempatan berdansa dengan Esmeralda. Total rakyat kita yang perjaka kan banyak, bisa gempor kakinya Esmeralda kalau harus dansa dengan semuanya. Lagipula aku ingin mempunyai menantu dari kalangan bangsawan. Tapi aku suka dengan ide acara besar setelah festifal panen,” kata Armando.

“Bagaimana kalau jangan pesta dansa. Kita ganti dengan sesuatu yang bisa membuat Esmeralda mengenal semua pemuda bangsawan kerajaan dalam waktu yang singkat. Aku setuju dengan acara besar untuk Esmeralda mencari jodoh setelah festifal panen, namun jangan pesta dansa.”

“Lalu apa itu yang mulia ?” tanya Roberto

“Kamu yang memikirkan itu. Aku mau pembicaraan ini dilanjutkan besok dengan kamu sudah memiliki alternatif selain dansa.”

“Baik yang mulia.”

*

Festifal panen merupakan acara tahunan kerajaan. Acara ini diadakan setiap musim panen. Ini merupakan ucapan syukur atas hasil panen yang selalu melimpah setiap masa panen. Pada acara ini setiap petani akan menyerahkan sedikit dari hasil panennya ke kerajaan. Lalu kerajaan akan membuatkan makanan mahal khas kerajaan (ituloh yang porsinya sedikit tapi mahalnya gila-gilaan),  yang akan dipamerkan di stand-stand. Festifal panen  dilaksanakan selama 3 hari tiga malam. Yang berbeda dari festifal panen tahun ini adalah adanya acara malam cari jodoh pada malam terakhir festifal panen.

Seminggu sebelum hari H, berita akan malam cari jodoh ini sudah tersebar ke seluruh kerajaan bahkan ke kerajaan seberang. Semua perjaka sudah membeli baju baru untuk dibawa ke malam cari jodoh nanti. Mereka ingin berpenampilan yang terbaik untuk mendapatkan hati Esmeralda. Tak ada pria yang tak antusias untuk menghadiri malam cari jodoh itu walaupun semua masih penasaran dengan cara si Puteri memilih pasangannya. Apakah dengan pesta dansa ? Duel pedang ? Well itu akan menjadi misteri sampai hari H.

Sementara itu di istana Esmeralda sedang menunggu kedatangan seseorang di kamarnya. Dia sedang galau dibawah sinar rembulan yang terang. Malam yang dingin disertai angin berhembus di balkon kamar esmeralda. Tok tok tok, sebuah ketukan pintu menyadarkannya dari lamunannya. Dia berjalan menuju ke pintu dan melihat siapa yang ada di balik pintu itu.

“Kamu ? Ayo cepat masuk.” Esmeralda menarik pria itu masuk ke dalam kamarnya.

“Mau ada acara perjodohan ya minggu depan Esemralda ?”

“Iya.”

“Lalu hubungan kita bagaimana ? Kenapa kamu tak bilang ke orang tuamu kalau kamu mencintaiku.”

“Alejandro, kamu ini cuma prajurit biasa di istana ini. Mana raja dan ratu setuju. Mereka mau menantu dari bangsawan.”

“Memangnya cara kamu memilih di malam perjodohan itu bagaimana ?”

“Aku juga belum diberitahu.”

“Apa itu dansa ? Duel ? atau apa ?”

“Aku juga belum tahu. Lalu apa yang harus aku lakukan Alejandro ?”

“Kita lihat saja nanti Esmeralda.”

*

Seminggu telah berlalu. Acara malam perjodohan akan segera digelar malam ini. Ballroom istana sudah didekorasi sedemikian rupa sehingga menimbulkan aura-aura penuh keromantisan. Esmeralda, Raja dan Ratu sudah menunggu di dalam. Tak ada yang tahu metode bagaimana putri akan memilih pasangannya nanti namun yang jelas semua pemuda kerajaan sudah berdandan mati-matian untuk acara ini. Walaupun sebenarnya raja dan ratu menginginkan mempunyai menantu yang berasal dari darah biru.

Malam yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga. Semua pemuda kerajaan dan beberapa pemuda dari kerajaan sebelah sudah mulai berdatangan ke istana. Mereka semua ditampung dulu di luar istana. Sebenarnya Esmeralda sudah memiliki pria yang cocok dengannya, namun ia tak bisa berkata jujur karena pria itu hanyalah prajurit biasa. Mana mau raja dan ratu memiliki menantu seperti itu. Di kerajaan ini menganut sistem kasta dimana ada kasta bangsawan, pedagang, petani, prajurit kerajaan, rakyat jelata. Semua yang bekerja diistana masuk ke kasta prajurit kerajaan yang berada di kasta keempat setelah bangsawan, pedagang dan petani.

“Ma, nanti cara aku milih bagaimana sih ? Kok sampai sekarang aku nggak dikasih tahu caranya.”

“Udah kamu nanti ngikut aja.”

“Ih mama bikin kepo nih.”

Bulan sudah membara di langit. Halaman kerajaan sudah dipenuhi oleh pemuda-pemuda kerajaan. Semua datang dengan tujuan yang sama untuk mendapatkan hati sang putri. Semua tak ada yang tahu bagaimana caranya, well walaupun harus berduel nampaknya mereka akan lakukan itu asalkan bisa menjadi the next king.  Sekarang saatnya membuka acara perjodohan. Roberto berdiri dan membuka acara.

“Wahai para pemuda baik yang berasal dari kerajaan ini maupun kerajaan seberang. Saya ucapkan selamat datang di acara malam cari jodoh Puteri Esmeralda. Salah satu dari kalian malam ini akan menjadi pendamping Puteri Esmeralda yang cantik dan sekaligus akan menjadi raja di kerajaan ini. Apakah ini malam keberuntungan anda ? Pasti kalian semua sudah bertanya-tanya, apa yang harus kalian lakukan untuk menjadi ‘the chosen one’. Mari kita mulai permainan malam ini. Sekarang semua berbaris dalam satu barisan. Kalian hanya akan mempunyai waktu 30 detik untuk melakukan sebuah tugas di dalam. Tugas apa ? Nanti akan diberitahu di dalam.”

Semua pemuda mengikuti instruksi dari Roberto, sang penasehat kerajaan. Butuh waktu 30 menit untuk membuat mereka berbaris rapi satu baris. Akhirnya orang pertama memasuki istana. Di ruang pertama sudah duduk Ratu Barbara sendiri. Pemuda itu memberi hormat pada sang ratu.

“Tak perlu lama-lama. Tes pertama adalah tes menggombal. Anggap aku Puteri Esmeralda. Kamu punya waktu20 detik untuk merayuku. Kalau lolos, kamu akan masuk ke babak selanjutnya.”

“Hah ?”

Walaupun mereka ibu dan anak, dan eajah mereka mirip tetap saja kalau Ratu Barbara sudah tua dan sudah kadaluarsa. Mana bisa dapat inspirasi untuk merayu wanita setua dia. Lihat saja lemak di perut dan keriput di wajahnya, mana bisa dijadiin gombalan merayu apalagi Cuma diberi waktu 20 detik untuk mikir plus ngegombal. Haduh, Ratu memang centil. Banyak yang gagal di tantangan ini. Ratu memang sengaja tak meloloskan orang yang berasal dari kasta rakyat jelata, petani dan prajurit kerajaan sebagus apapun gombalannya.

“Aku boleh liat telapak kaki kamu nggak ?”

“Buat apa kamu lihat-lihat telapak kaki saya,” kata Ratu Barbara

“Aku mau lihat surga buat anak kita nanti.”

“Haha, lolos. Kamu lanjut ke tes selanjutnya. Ikuti jalan ini. Berikutnya.”

“Kamu tahu nggak pesamaannya kamu dengan bunga ?”

“Sama-sama mekar kan. Kamu nggak lolos keluar sana. Berikutnya.” hardik Ratu.

“Yang mulia, tolong berdiri disitu ya.”

“Buat apa saya berdiri disitu.”

“Aku mau mengambil panah, mau memanah yang mulia.”

“Kamu mau membunuh pemimpin kamu ?”

“Tenang, Ratu nggak akan meninggal kok, kan aku manahnya pakai panah asmara.”

“Lolos, berikutnya.”

“Yang mulia, yang mulia punya benang dan jarum nggak ?”

“Nggak. Emang buat apa ?”

“Buat menjahit hati kita berdua.”

“Basi. Keluar sana. Terima kasih. Selanjutnya.”

Akhirnya tiba juga giliran Alejandro. Ia masuk ke ruang dan melihat sang Ratu disitu. Kalau dari luar penampilan Alejandro tak terlihat seperti prajurit kerajaan. Well semua memang seperti itu, yang petani biasa pun berpenampilan bak bangsawan.

“Saya Alejandro, bangsawan dari negeri seberang,” ia merekayasa identitasnya.

Memang berbohong adalah perbuatan yang amat dilarang di kerajaan ini apalagi berbohong kepada ratu. Well selama bohongnya nggak ketahuan sih aman-aman saja tapi kalau ketahuan hukumannya bisa potong lidah bahkan hukum mati. Untunglah sang ratu percaya. Akhirnya sang ratu memberikan diberi perintah untuk menggombali dirinya. Dalam hati Alejandri ketawa karena ratu yang tua masa masih mau digombal-gombali sih.

 “Sayang ya yang mulia, bulan di langit Cuma ada sebagian sekarang.”

“Loh memangnya setengahnya lagi kemana ? Bukankah malam ini purnama.”

“Setengahnya lagi aku taruh di hati yang mulia.”

“Haha. Lolos. Silakan ikuti jalur ini. Selanjutnya.”

Hanya seperempat peserta yang berhasil lolos tantangan ini. Banyak yang pulang dengan tangan hampa. Lalu berlanjut ke tantangan selanjutnya yaitu tantangan dari sang raja. Yang diuji di tantangan ini adalah kecerdasan. Untuk menjadi seorang raja haruslah cerdas. Sang raja sudah duduk di hadapan seorang pemuda. Ia mengajukan sebuah pertanyaan. Barang siapa yang bisa menjawab pertanyaan itu dalam waktu kurang dari 20 detik, maka dia akan bisa lanjut ke tes selanjutnya.

*bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s