Dongeng Telenovela (PART II)

Mencoba transisi dari dunia kuliah ke kerja. Masih bingung datang ke kantor untuk ngerjain apa. Hmm, masih butuh banyak belajar untuk mengatasi “krik-krik-krik” time.

Hanya seperempat peserta yang berhasil lolos tantangan ini. Banyak yang pulang dengan tangan hampa. Lalu berlanjut ke tantangan selanjutnya yaitu tantangan dari sang raja. Yang diuji di tantangan ini adalah kecerdasan. Untuk menjadi seorang raja haruslah cerdas. Sang raja sudah duduk di hadapan seorang pemuda. Ia mengajukan sebuah pertanyaan. Barang siapa yang bisa menjawab pertanyaan itu dalam waktu kurang dari 20 detik, maka dia akan bisa lanjut ke tes selanjutnya.

“Sekarang aku akan mengetes kecerdasan kalian. Kalian punya waktu 10 detik untuk berpikir dan menjawab pertanyaan ini. Hanya 1 kesempatan menjawab. Pertanyaannya adalah…, buah, buah apa yang membuat kamu bingung.”

“Emmm, buah mangga.”

“Yakin ?”

“I…, iya.”

“Salah, jawabannya jeruk.”

“Hah jeruk. Kok jeruk ?”

“Nah bingung kan lo. Kamu gagal. Silakan keluar.”

Raja hanya menyanyakan satu pertanyaan itu ke semua pemuda. Pertanyaan ini cukup menjebak. Walaupun begitu tetap saja ada yang lolos. Hah gimana caranya ya lolos ? Bukannya semua jawaban bisa diklaim salah, bingung kan lo ? Disinilah dibutuhkan kepintaran untuk mengecoh sang raja.

“Saya Alejandro, bangsawan dari kerajaan seberang. Saya siap dengan pertanyaannya yang mulia.”

“Baik. Buah-buah apa yang membuat kamu bingung.”

“Buah durian yang mulia.”

“Salah. Jawabannya jeruk.”

“Yang mulia yang salah. Jawabannya durian. Saya sudah pernah menghadapi pertanyaan ini dan saya tak mungkin salah untuk kedua kalinya.”

“Jawabannya Jeruk.”

“Salah, durian yang mulia,” kata Alejandro dengan penuh keyakinan.

“Hah memang kenapa jawabannya durian ?”

“Nah bingung kan lo ?”

“Huuh. Kamu lolos. Silakan ke ruang selanjutnya dan menunggu.”

Tes ini hanya menyisakan sedikit sekali pemuda yang berhasil mengecoh Raja Armando. Dari ratusan ribu pemuda yang datang, pada akhirnya hanya tersisa 3 orang orang yang lanjut ke tes selanjutnya. Tes ini adalah tes terakhir untuk mendapatkan hati Esmeralda dan sekaligus menjadi raja berikutnya. Raja Armando, Ratu Barbara dan Puteri Esmeralda duduk di depan sebuah ruangan. Namun Esmeralda duduk membelakangi mereka semua, membuatnya tak tahu siapa pria yang lolos ke tahap ini. Kira-kira apa ya tantangan terakhirnya.

“Ma, aku harus ngapain nih ?”

“Kamu ikutin aja nanti apa kata Roberto. Yang jelas kamu nggak akan tahu tampang pemuda yang lolos ke tahap ini.”

Roberto membuka keheningan.

“Saya ucapkan selamat kepada kalian, 3 pemuda yang berhasil sampai ke step ini. Tes yang terakhir adalah tes personality. Akan diberikan pertanyaan oleh Puteri. Jawablah sesuai dengan hati Anda. Pertanyaan pertama, silakan puteri.”

“Hah pertanyaan, pertanyaan apa ?” Esemeralda bingung.

“Apa saja puteri.”

“Emmm  baiklah, pilih mana menjadi suami saya atau menjadi raja.”

“Menjadi Suami,” kata pria pertama.

“Saya kira pertanyaan itu salah. Menjadi suami puteri berarti menjadi raja. Itu dua hal yang tidak bisa dipisahkan,” kata pria kedua.

“Idem,” kata pria ketiga.

“Silakan Puteri mengeliminasi salah satu pria.”

“Menjadi suami saya berarti menjadi raja. Jadi itu memang bukan pilihan. Pria satu out.”

“Silakan puteri memberi pertanyaan kedua,” kata Roberto

“Selama ini saya tidak pernah keluar istana. Kecantikan saya yang selama ini tersohor adalah sebuah kebohongan belaka. Sebenarnya saya ini obesitas banget. Berat badan saya itu 105 jg. Maklum makanan istana enak-enak. Itulah alasan utama saya menghadap ke belakang. Apakah anda masih tetap mau atau tidak ?”

“Emmm, masih deh,” kata Pria pertama.

“Masih,” kata pria kedua.

Puteri Esmeralda akhirnya berbalik dan menatap kedua pria itu. Well ia bohong. Esmeralda kan cantik dan semok, nggak ada cerita orang peran utama dengan nama telenovela badannya gemuk. Ia begitu senang ketika mendapati Alejandro ada disitu namun disisi lain ia juga takut karena pasti Alejandro memalsukan identitasnya ke kasta bangsawan dan bisa saja ia dibunuh karena bohong. Bagaimanapun suatu saat kebohongan itu akan terbongkar. Well pria yang satunya lagi…, wow ganteng sekali, jauh lebih tampan dan sempurna dari Alejandro. Wah jadi galau nih pilih yang mana ya.

“Jadi Puteri, jawaban pria pertama atau kedua yang anda pilih ?”

“Sebelumnya tolong perkenalkan diri kalian pada saya dulu mulai dari yang sebelah kiri saya.”

“Baiklah. Perkenalkan puteri saya alejandro, bangsawan negeri seberang.”

“Saya Jose Fernandes, pedagang kaya di kota ini.”

Puteri berpikir sejenak.

“Pilih pedagang ganteng atau prajurit biasa-biasa aja. Cewek pintar sih pasti pilih pedagang, Udah kaya, ganteng pula. Kalau alejandro udah ketahuan baik sih, tapi siapa tahu Jose ini lebih baik lagi. Aku nggak tahan sama muka unyu nya jose, alejandro lewat deh,” gumam puteri dalam hati.

Sang Ratu berbisik pelan kepada Esmeralda untuk memberikan nasihat.

“Udah pilih yang bangsawan negeri seberang aja. Dia kan bangsawan. Negeri seberang itu kan kaya banget loh,” kata Ratu.

“Mama belum tahu aja kalau dia cuma menyamar. Aslinyakan cuma prajurit istana biasa doang,” kata esmeralda dalam hati.

“Loh kenapa yang itu. Mending yang pedagang kaya aja. Dia kan asli kerajaan ini, dia lebih ngerti kondisi kerajaan kita. Udah gitu dia lebih ganteng,” kata Raja Armando.

“Jangan mending pilih yang bangsawan. Dia lebih berwibawa, masa pilih pedagang,” kata Ratu.

“Stop. Biarkan saya yang memilih,” kata Puteri.

“Saya pilih kamu Jose. Maaf ya Alejandro. Jose lebih ganteng sih, dia kaya juga, pasti dia baik lah.”

“Esmeralda, kamu lebih memilih dia karena dia lebih ganteng dan kaya daripada saya. Kok matre banget sih. Padahal kita udah pernah janji sehidup semati.”

“Janji sehidup semati ?” tanya Raja Armando bingung.

“Ups keceplosan,” kata Alejandro.

“Jelaskan kepada saya atau nyawamu melayang.”

“Jadi sebenarnya saya bukanlah bangsawan negeri seberang. Saya…, prajurit istana ini yang sedang menyamar. Saya dan Esmeralda sudah menjalin kasih selama 1 tahun belakangan ini secara diam-diam. Kami tak mau go publik karena kasta saya yang hanya prajurit istana.”

“Jadi kamu membohongi kami semua. Hukum mati dia.”

“Hah hukum mati ?” kata Alejandro

“Ya tindakanmu sudah melewati batas normal. Membohongi ratu dan raja adalah tindakan yang sangat kriminal. Kamu akan dihukum mati satu jam lagi.”

“Kalian tak bisa menghukumku seperti itu. Puteri apa kamu tak mau menolongku ? Ingat kita sudah berhubungan selama 1 tahun. Aku juga berbohong demi kamu.”

“Sebenernya sih aku mau nolongin kamu, tapi aku nggak suka pembohong. Masa bohong untuk mendapatkan tahta. Cowok macam apa tuh. Lagipula aku udah dapat ganti yang lebih oke kok.”

“Aku berbohong juga karena ide ratu.”

“Ratu ?” kata Puteri sambil melihat ke ratu.

“Hentikan ucapanmu,” kata Ratu.

“Tidak aku ingin dengar apa yang ingin kamu ucapkan,” kata Armando.

“Sebelum ini aku sudah berbicara pada ratu kalau aku sudah menjalin hubungan dengan Puteri selama satu tahun. Dia tahu semua. Dia yang menyuruhku untuk berbohong masalah identitas agar aku bisa diloloskan tes pertama. Ratu juga membocorkan pertanyaan kedua sehingga aku bisa memikirkan jawabannya. Ratu bilang dia akan memastikan kalau aku yang akan menjadi raja pada acara malam perjodohan.”

“Kenapa mama mau meloloskan kamu yang kastanya rendah ?” tanya Puteri ke Ratu dan Alejandro.

“Soalnya… dia udah aku kasih,” kata Alejandro.

“Udah kamu kasih ? Kasih apa ?”

“Udah aku… ‘kasih’, pake tanda kutip.”

“HAH, Barbara, kamu selingkuh,” kata Armando.

“Maafkan aku Armando. Habis aku kangen dengan darah muda. Seperti kamu tak pernah melakukannya saja.”

“Aku tak pernah selingkuh.”

“Kupikir aku tak tahu. Dulu kamu selingkuh dengan Esperansa ketika kita masih pacaran.”

“Itukan masih pacaran, belum ke pernikahan.”

“Tetap saja itu namanya selingkuh. Sekarang impas dong satu lawan satu. Ingat ya kalau bukan karena aku yang menikahimu dan menjadikanmu raja, kamu pasti sekarang hanya seorang gembel.”

“Tapi aku selingkuh juga nggak sampe ‘ngasih’,” kilah Armando.

“Hei, lalu kamu pikir Luciano itu anak siapa hah ? Kamu lupa dengan Luciano, anak Esperansa yang lahir 7 bulan setelah ia menikah dengan suaminya Fernando. Kamu kan yang membayar Fernando untuk menikahi Esperansa dan mengakui kalau itu bayinya lalu setelah itu kamu menyuruh mereka pergi ke ujung kerajaan ini. Hal itu kamu lakukan agar kamu bisa tetap menikahi aku. Kamu pikir aku tak tahu itu semua. Udah deh jangan ngelawan aku, aku tahu semua busuknya kamu Armando.”

“Kamu salah. Luciano itu bukan anakku. Esperansa memang selingkuh denganku, namun ketika itu ia juga menjalin kasih dengan pria bernama Adriano. Hubunganku dengan esperansa memang dibawah tangan sedangkan hubungan Esperansa dengan Adriano semua orang tahu. Adriano adalah bapak biologis dari Luciano. Ketika Adriano lari dari tanggung jawab, memang esperansa memintaku untuk menikahkinya namun aku tak mau mengakui anak yang bukan anakku. Akulah yang mencarikan Esperansa suami baru yaitu Fernando.”

“Si Adriano Salvadori itu maksudmu ? Dia adalah musuh bebuyutan keluargaku yang ingin menjatuhkan kepemimpinan almarhum ayahku agar ia mendapatkan tahta kerajaan. Tak kusangka kamu pernah selingkuh dengan pacar Adriano.”

“Tunggu-tunggu. Adriano Salvadori kan ayah dari Alejandro. Nama panjang kamu Alejandro Salvadori” kata Esmeralda sembari melihat ke Alejandro.

“Kamu anaknya Adriano ?”

“Iya. Namun….”

“Aku tahu sekarang,” kata Esmeralda memotong ucapan Alejandro.

“Kamu mendekatiku dan ingin menikahiku karena ingin tahta raja bukan ? Kamu hanya ingin melanjutkan obsesi ayahmu, Adriano Salvadori. Cara yang paling tepat adalah dengan menikahiku. Mengapa kamu begitu Alejandro ?”

“Baiklah, harus aku akui Putri. Aku mendekatimu dan memberimu semua rayuan gombal itu untuk mendapatkanmu. Ayahku telah menugaskanku untuk merebut tahta garis keluargamu. Kamu tahu kenapa dulu Ayahku, Adriano, tak mau bertanggung jawab atas Luciano, bayi yang dikandung Esperansa ? Karena Ayahku ingin Raja Armando yang bertanggung jawab. Jika Armando menikahi Esperansa, maka Puteri Barbara akan gagal kawin dengan Armando. Putri Barbara akan kecewa sehingga trauma dan tak mau menikah. Apapun akan ayahku lakukan untuk membuat Puteri Barbara susah nikah.”

“Ooh, jadi penyebab aku susah nikah tuh ayah kamu. Dasar kamu kurang ajar. Aku susah nikah gara-gara obsesi ayah kamu yang ingin menjadi penguasa negeri ini. Apa sebenarnya yang menyebabkan ayahmu ingin sekali tahta ini ?

“Sederhana saja, karena beliau ingin menguasai negeri subur nan indah ini.”

“Kalau begitu. Aku ingin kamu dihukum mati dengan alasan perebutan tahta.”

“Menghukum mati diriku tak akan menyelesaikan masalah yang mulia. Bayi yang terkandung di dalam janin Puteri Esemeralda sekarang adalah buah cintaku dengannya. Seantero negeri ini akan tahu kalau puteri sedang mengandung karena perutnya yang akan segera membesar.”

“Benarkah itu Esmeralda ? Kamu sedang mengandung buah cintamu bersama Alejandro ?”

“Sayangnya iya. Aku terlalu terbuai dengan gombalannya sehingga membuatku menyerahkan mahkotaku. Aku sedang hamil,” kata Esmeralda sambil menangis.

“APA ???” kata Raja dan Ratu berbarengan.

“Hahaha, aborsi adalah tindakan ilegal. Sekarang terserah kalian bagaiman menghadapi ini. Rakyat tidak akan hormat kepada kepemimpinan yang baru jika mereka tahu puterinya hamil sebelum nikah. Kerajaan ini tak akan berjalan sebagaimana mestinya karena aib ini. Setidaknya aku sudah berhasil untuk membuat kekacauan di kerajaan kalian. hahaha”

“Diam kamu. Penjaga. Bawa dia dan pasung sekarang juga.”

Alejandro langsung diseret oleh penjaga istana yang bertubuh besar. Alejandro pergi tanpa perlawanan. Baginya ia sudah memenangkan pertarungan ini.

“Mama, papa maafkan aku,” kata Esmeralda.

“Tak apa. Semua ini bukan mutlak kesalahanmu. Kamu menerima karma perbuatan bejat mama dan papa.”

“Lalu sekarang kita bagaimana ?”

“Hamba punya saran yang mulia,” kata Roberto.

“Apa itu ?”

“Kita nikahkan segera putri Esmeralda dengan Jose Fernandes. Hamba yakin perut putri belum membesar dalam waktu satu dua minggu ini. Setelah pernikahan itu Putri akan dikarantina di istana selama 1 tahun. Kelahiran putri baru diannouced setelah 1 tahun pernikahan. Tara…, tak ada yang tahu permasalahan ini.”

“Saya setuju. Bagaimana Jose Fernandes. Apa kamu bersedia menikahi Puteri ?”

“Tidak bisa. Sebenarnya saya adalah Luciano, anak dari Esperansa dan Adriano. Ketika usia saya lima tahun, mama Esperansa mengganti nama saya menjadi Jose Fernandes. Nama Luciano adalah nama pemberian dari Adriano. Mama Esepransa memutuskan untuk mengganti nama saya untuk benar-benar menghapus jejak Adriano dari hidup saya.”

“Benarkah itu ?” tanya Raja Armando.

“Nggak. Saya bohong. Saya nggak kenal itu siapa Esperansa, Armando, dan lain-lain. Baiklah saya bersedia menikahi puteri.”

“Kenapa kamu begitu mudah menerima wanita yang sudah ternodai ?” tanya Ratu.

“Karena bagi saya menikahi putri dan menjalankan rencana penasehat tadi adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan kerajaan ini. Saya sangat bangga bisa menjadi kunci penting untuk skenario kerajaan,” mulut Jose Fernandes memang mengatakan hal demikian padahal dalam hati berkata “Supaya nanti bisa selingkuh. Kalau ketahuan kan jadi impas sama-sama pernah punya hubungan gelap. Hahaha.”

Royal weddingpun akhirnya dilaksanakan. Kerajaan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Lingkungan tetap asri dan rakyat tetap segan kepada pemimpinnya. Kalau dilihat dari luar sih mereka hidup bahagia selamanya padahal kalau ditelisik kedalam banyak konflik ‘telenovela’ yang terjadi

*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s