93 Million Miles

Beberapa hari terakhir aku sedang demam dengan lagu ini. Nada yang indah dengan aransemen yang bagus. Thank you Jason Mraz for singing this song. 93 million miles, ada di album Jason Mraz yang berjudul Love is Four Letter Word. Bukan bermaksud promosi album ya, tapi memang aku sedang ingin men-share makna lagi ini yang menurut aku cukup dalam dan mengena.

Ketika aku suka dengan sebuah lagu, maka pasti aku akan mencari lirik dari lagu itu dan memahaminya. Jadi jangan Cuma asal dengerin dan nyanyi-nyanyi aja ya karena semua penyanyi pasti memiliki pesan yang ingin disampaikan melalui lagunya. Begitu juga dengan lagu ini. Ketika aku membaca lirik ini…, wow maknanya dalam juga. Hal pertama yang langsung terbayang ketika membaca lirinya adalah Rumah, aka home sweet home.

93 million miles from the Sun, people get ready get ready,
’cause here it comes it’s a light, a beautiful light, over the horizon into our eyes
Oh, my my how beautiful, oh my beautiful mother
She told me, “Son in life you’re gonna go far, and if you do it right you’ll love where you are
Just know, that wherever you go, you can always come home”

240 thousand miles from the Moon, we’ve come a long way to belong here,
To share this view of the night, a glorious night, over the horizon is another bright sky
Oh, my my how beautiful, oh my irrefutable father,
He told me, “Son sometimes it may seem dark, but the absence of the light is a necessary part.
Just know, you’re never alone, you can always come back home”
You can always come back…back…

Every road is a slippery slope
There is always a hand that you can hold on to.
Looking deeper through the telescope
You can see that your home’s inside of you.

Just know, that wherever you go, no you’re never alone, you will always get back home
93 million miles from the Sun, people get ready get ready,
’cause here it comes it’s a light, a beautiful light, over the horizon into our eyes…

Apa sih makna lagu ini menurutku ? For me, hal pertama yang lagu ini ingin tunjukkan adalah kasih orang tua kepada anaknya. Sebagian besar dari kita menghabiskan masa kecil, SD, SMP, SMA, dan mungkin kuliah bersama kedua orang tua kita, bertempat tinggal di tempat yang kita sebut rumah. Sejelek, sekecil, atau semewah apapun, kita akan menyebut tempat tinggal itu rumah dimana cinta akan selalu ada selama 24 jam 7 hari seminggu.

Lalu ketika kita sudah beranjak dewasa dan akan memulai kehidupan yang sebenarnya, sudah saatnya kita pergi meninggalkan rumah. Untukku sendiri, masa kuliah adalah masa dimulainya perantauanku ke kota lain, meninggalkan rumah di Jakarta. Ketika kuliah, beberapa minggu sekali aku selalu menyempatkan diri untuk pulang ke Jakarta.

Son in life you’re gonna go far, and if you do it right you’ll love where you are
Just know, that wherever you go, you can always come home

Ya, kapanpun aku bisa pulang ke tempat yang aku sebut rumah. Akan ada orang yang selalu menyambutku ketika pulang dan memberikan kasih sayangnya, yes that’s my parents.

Lalu ketika lulus kuliah dan memasuki dunia kerja, aku kembali harus merantau. Kalau dihitung-hitung sudah 4 tahunan lebih aku lebih banyak menghabiskan waktu di kota orang lain. Namun apapun yang terjadi Bintaro adalah rumahku. Sejauh apapun aku pergi pastilah aku akan pulang kembali ke Jakarta. Seorang perantau memang pergi jauh meninggalkan kota kelahiran untuk kehidupan yang lebih baik, namun pastilah selalu ada kata ‘pulang’ yaitu kembali ke rumah tempat masa kecil.

Son sometimes it may seem dark, but the absence of the light is a necessary part.
Just know, you’re never alone, you can always come back home

 Ya, masa perantauan memang penuh lika liku. Hidup sendiri, jauh dari rumah, tekanan kerja, deadline, tugas-tugas, adalah suatu hal yang tak pernah akan absen ketika kita memulai kehidupan yang sebenarnya. Namun apapun yang terjadi, aku tahu kalau aku tak pernah sendiri karena selalu ada orang tua yang mau mendengar keluh kesahku. Only them that miss me so much.

Every road is a slippery slope
There is always a hand that you can hold on to.
Looking deeper through the telescope
You can see that your home’s inside of you.

 Menurutku ini lirik yang terdalam di lagu ini. Di setiap pilihan kehidupan kita pastilah ada tantangan. Tak ada kesuksesan yang diraih secara instan. Namun percayalah kalau tak ada tantangan yang tak memiliki jalan keluar. Kamu tak sendiri, kamu memiliki banyak teman ketika kamu sudah begitu down dengan permasalahan hidup. Dan lebih jauh lagi, kita memiliki orang tua yang akan selalu mendukung di saat rintangan terbesar sedang kita hadapi.

Just know, that wherever you go, no you’re never alone, you will always get back home

Ya, kemanapun perantauan kita, Amerika, Perancis, Inggirs, Australia, Jepang bahkan ujung dunia, pastilah kita akan pulang ke tempat yang kita sebut rumah, mungkin rumah masa lalu dan rumah masa depan, ketika kita sudah memiliki keluarga yang baru.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s