Wedding Organizer (PART IV)

Tiga minggu sudah berlalu, pernikahan bohong-bohongan antara Nikki dan Ashanti tinggal 3 minggu lagi. Ashanti bilang sudah selesai dengan videonya dan siap diputar di resepsinya nanti. Hari ini aku janjian dengan Ashanti di sebuah restoran. Aku masuk ke restoran, Ashanti telah menungguku didalam.

      “Si Nikki kemana ?” tanyaku. Semenjak ia di Indonesia, aku belum pernah melihatnya.

      “Dia sedang bekerja. Hari minggu lalu ia berangkat lagi ke Amerika.”

      Aku memanggil pelayan dan memesan kapucino panas keppelayan itu. Pelayan iu kemudian pergi dariku.

      “Rencananya videonya mau dibuat seperti apa ?” tanyaku.

      “Jadi yang pertama ada penjelasan hubunganmu dengannya, lalu hubungan saya dengannya dan penutupnya kamu lihat saja. Kamu pasti senang,” Ashanti tersenyum licik.

      “Oh ya, untuk desain undangan saya akan buat sendiri. Kalau yang ini saya senang melakukan sendiri,” lanjut Ashanti.

      “Baiklah. Nanti tinggal diberikan ke Kania saja untuk diserahkan ke percetakan.”

      “Oh ya, kamu jadi menemani saya mencari baju kebaya kan ? Saya tidak tahu banyak tempat yang bagus.”

      “Baiklah. Saya bingung. Inikan sebenarnya hanya permainan, mengapa sampai baju harus dicari juga ?”

      “Semua orang kan mengira ini kenyataan, hanya kita berdua yang tahu rencana yang saya mainkan. Semua tetap harus dipersiapkan agar yang lain tidak curiga. Agar ketika nanti show time semua terkejut.”

      Masuk akal juga. Aku langsung menuju ke sebuah butik. Butik ini tempat dimana dulu aku mencari kebaya untuk pernikahanku. Wedding oranizer­-ku sudah rekanan dengan butik ini.  Kami masuk dan langsug melihat kebaya-kebaya yang dijajakan disini.

      Aku melihat ke sebuah kebaya, kebaya yang sempurna pas dengan dekorasi panggungnya. Kebaya ini mirip dengan kebaya yang tiga tahun lalu aku beli disini untuk pernikahanku. Sekarang kebaya itu telah menjadi abu, aku bakar ketika Nikki membatalkan pernikahanku.

      “Ini bagus nih,” aku mengangkat kebaya itu.

      Ashanti datang menghampiriku. Ia juga terkesan dengan kebaya itu. Tanpa pikir panjang ia langsung membayar kebaya itu. Seperinya uang memang bukan hal yang perlu dipikirkan olehnya.

      Persiapan pernikahan sudah hampir usai. Gedung, katering, baju, undangan semua sudah disebar. Sekarang tinggal menunggu hari sampai semua melihat kenyataan sebenarnya mengenai Nikki. Nikki, maafkan aku melakukan ini.

*

      Besok adalah akad nikah antara Ashanti dengan Nikki. Karena mereka berdua muslim akan dilangsungkan di masjid. Aku tidak akan datang. Aku tidak sanggup. Aku memang membantu Ashanti untuk menjatuhkan Nikki, namun aku masih mencintai Nikki sampai sekarang dan aku benci mengakui itu.

      Hari ini aku datang ke apartemen Ashanti bersama dengan Kania dan Bu Yuanita. Kami turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam apartemen. Hari ini kami akan melaporkan semua hasil kerja dan kesiapan untuk acara besok dan lusa.

      Aku menuju ke lantai 20, tempat apartemen Ashanti berada. Ashanti menyambut kami di depan pintu apartemennya. Kami masuk ke apartemen itu dan duduk di ruang keluarganya. Apartemen yang mewah, lengkap dengan televisi flat 42 inch dan stereo, sofa empuk, karpet yang halus. Benar-benar mewah.

      Bu Yuanita menjelaskan semua pelaporan kepada Ashanti. Aku melirik ke setiap sudut apartemen, menikmati kemewahan apartemen ini. Lalu ia datang dari depan pintu. Itu Nikki. Akhirnya aku melihat sosoknya lagi setelah tiga tahun aku tidak melihatnya. Ia tampan, lebih tampan dari sebelumnya. Perawakannya menjadi lebih dewasa.

      Aku dan Nikki melepas pandang. Pandangannya masih sama seperti dulu ia memandangku. Perasaan apa ini ? Seperti ada sesuatu yang membakar aliran darahku, panas. Aku merasakan adrenailnku terpacu. Berbagai emosi dan perasaan mengalir deras di hatiku, membua sensasi yang belum pernah aku rasakan.

       Kania menginjak kakiku, saat aku mulai terbawa emosi. Aku melepaskan pandanganku dari Nikki. Lihat saja Nikki besok lusa kamu akan menyesal telah dilahirkan, namun akupun akan menyesal karena membuat orang yang masih aku cintai tersakiti.

*

      Hari ini adalah hari akad nikah antara Nikki dengan Ashanti. Aku sudah izin kepada semua untuk tidak datang. Aku tidak sanggup melihat pernikahan palsu, bagiku pernikahan adalah hal yang sakral. Aku juga tidak sanggup melihat kembali Nikki apalagi melihatnya menikah secara pura-pura.

      Hari telah malam. Akad nikah pasti telah selesai. Mereka telah membuat janji suci yang akan segera diputuskan lagi besok. Sebenarnya untuk aku melakukan ini untuk apa ? Apakah melihat Nikki jatuh ? Apakah ingin membantu membalaskan dendam Ashanti ? Mungkin demikian.

      Yang jelas aku tak mau ada wanita lain yang merasakan sakitnya hati ini sama seperti aku dengan Ashanti. Jika Nikki tidak mempunyai ambisi atau pikiran picik seperti itu aku juga tidak mau menjalankan rencana ini. Sebuah rencana yang menggores makna pernikahan di prinsipku.

      “Loh bukannya kakak harusnya pergi ke akad nikah klien ?” Tanya Ben padaku.

      “Nggak, kakak nggak enak badan. Kakak udah izin kok.”

      “Kakak kenapa sih ? Kalau Ben lihat murun belakangan ini. Emangnya ada apa sih ? Emangnya apa yang bisa membuat kakak semurung ini selain ketika pernikahan kakak batal dulu ?”

      “Maksud kamu apa ?”

      Ben mengecilkan volume televisi. Membuat suaraku dan suaranya lebih terdengar.

      “Kakak belakangan ini murung. Kalau dulu Ben tahu apa penyebabnya, soalnya kakak batal menikah dengan Nikki. Kalau sekarang Ben nggak tahu apa penyebabnya. Itu membua Ben khawatir ?”

      “Kamu nggak perlu khawatir kayak begitu. Kakak baik-baik aja kok. Ini nggak ada hubungannya…,”

      “Ada hubungannya. Hello IQ-ku 150, jangan pikir aku nggak mengerti ya. Kakak nggak biasanya nggak pergi ke acara pernikahan yang udah kakak susun dengan alasan nggak enak badan padahal kakak nggak sakit apa-apa. Pasti ada hubungan antara pernikahan yang sedang kakak susun dengan kemurungan kakak. Emang siapa sih yang menikah ?”

      “Kamu mau tahu aja urusan kakak.”

      “Kak Nikki kan ?” Kata Ben dengan yakin

      “Kamu tahu darimana ?”

      “Dari kakak barusan.”

      Sial. Ben memang cerdas. Aku sudah tidak bisa mengelak.

      “Terus kalau Nikki emangnya kenapa ?”

      “Harusnya kakak bersyukur dong. Akhirnya cowok berengsek itu menikah dengan wanita lain yang dalam tanda kutip menjadi korbannya. Kenapa kakak malah murung kayak gitu ? Alasannya cuma satu, kakak masih suka sama Nikki kan ?”

      “…,” hanya bisa terdiam saat semua kenyataan hati dipreteli oleh Ben. Kepinatarannya memang di luar batas. Aku harus segera lari sebelum ia mengorek fakta lain dengan analisanya yang luar biasa tepat.

      “Mau pura-pura nggak dengerin ? Terserah sih. Yaudah anggep aja Ben lagi ngomong sendiri. Sekarang tinggal ada dua pilihan yaitu benar-benar melepasnya atau merusak hubungannya dengan isteri barunya. Semua terserah kakak. Kalau bingung pilih yang mana, Ben saranin lihat-lihat foto kalian berdua lagi aja gih. Udah ah Ben mau tidur dulu”

      Melihat foto Nikki lagi ? Aduh males deh. Perjuangan melihat foto dan video untuk membuat video penjatuhan besok sangat menyesakkan dada, namun semua yang dikatakan Ben benar. Aku masih mencintai Nikki, bahkan atas semua hal yang telah ia lakukan kepadaku dan kepada Ashanti. Sakit hati dan cinta menjadi pertentangan batinku sekarang. Apakah besok aku sanggup melihat orang yang aku sayangi jatuh karena ulahku juga ?

      Aku naik ke lantai dua, berbaring dikasurku. Aku tidak bisa tidur. Perasaan gundah melanda. Aku masih mencintai Nikki. Aku membantu rencana Ashanti tak lebih untuk membantunya untuk tidak mencampakkan orang seperti yang sudah-sudah. Semua aku lakukan untuk kebaikan dia juga. Andai sakit hati ini bisa hilang, aku pasti tidak mau membantu rencana Ashanti.

      Aku beranjak ke meja laptopku. Aku buka kembali file foto dan video kenangan aku bersama Nikki. Diari, aku masih menyimpan diari Nikki di laptopku. Diari yang aku dapat dari Ashanti. Aku buka diari itu. Aku baru membaca satu hari saja, aku belum tahu sebenarnya apa yang ia tulis tentangku disitu. Aku membuka ke sebuah hari. Ini hari aku pertama bertemu dengannya.

      Diari, Hari ini ada kuis Kuliah Sospol, gila belum apa-apa udah ada kuis. Tapi untung deh gw bisa ngerjain. Hehehe. Yang bikin gw seneng adalah hari kumpul perdana unit konser. Banyak wajah-wajah baru yang masih polos, kapan-kapan kerjain ah. Piano-piano-piano, makin cinta sama alat musik yang satu ini. Rasanya ni jari gatel kalau sehari nggak main piano. Hari ini aku mainin piano sampe kesemutan. Ni semua gara-gara anak sombong yang itu. Tapi harus aku akui, dia jago main pianonya, tapi aku masih jauh lebih jago. Tadi sukses ngebales tatapan sombongnya itu dengan simfoni yang maxim aja belum tentu bisa (berlebihan sih sebenarnya). Erika…, nama yang cukup bagus, amaze buat tuh cewek. Kecil-kecil cabe rawit juga.

      Aku membuka ke halaman lain. Aku mencari hari-hari dimana aku adalah tokoh di harinya.

      Hari ini konser di Gedung Harmoni. Wew, pengalaman yang tidak pernah akan terlupakan. Gila si Ika makin jago aja, dia udah bisa nyaingin permainan piano aku. Dia kan lagi minggu UTS, dia latihan kapan tuh sampai bisa main sebegitu bagus. Tapi aku salut deh sama dia. Setelah dilihat-lihat dia cukup cantik juga, ups apa yang aku pikirkan sih. Yang aku pikirkan ? Erika. Hahahaha. As info nih Nikki, dia belum punya pacar, jadi masih lampu kuning tuh. ß ni siapa yang ngomong ya. Kenapa dia ngomongin si Ika…

     

       Ini tahun terakhir aku dikampus, tinggal setahun aku disini. Udah jadi mahasiswa tingkat akhir nih. Enaknya ngapain nih di tahun terakhir ? Yang belum aku dapet Cuma satu, PACAR. Dan satu hal yang aku benci untuk bilang adalah, aku naksir Ika. à Ni aku yang ngomong Nikki. Ya aku naksir Ika. Benar-benar naksir dia. Apa yang membua aku naksir dia ? Pertama dia jago piano sama seperti aku, dia juga cantik, badannya molek. Tapi satu hal yang buat aku naksir dia adalah …. AKU JUGA NGGAK TAHU. Kok nggak tahu ? Love don’t need a reason. Cinta bukanlah sebuah teorema yang membutuhkan rumus, cinta bukanlah sebuah hukum yang memiliki pasal, cinta bukanlah ilmu pasti yang memiliki azas, cinta hanyalah perasaan yang abstrak. Tapi biar dulu deh, lihat sikon dulu deh maju atau nggak. Aku hanyalah anak orang miskin yang beruntung bisa masuk perguruan tinggi ini karena beasiswa…

 

      ….Ika kayaknya juga naksir gw deh. Nahlu ini udah lampu hijau nih. Bagaimana ya baikanya. Biasanya sih kalau di film-film cowok yang nembak. Nahlu bingung deh. Ini bukan kali pertama sih nembak, tapi tetep aja grogi. Tunggu dulu deh. Let it flow dulu. Mungkin gw aja yang ke GR-an. Tapi BT nih, gara-gara cinta jadi rusak UTS semester ini. Tunggu, udah UTS, bentar lagi UAS, terus semester terakhir aku disini dong. Wah harus cepet-cepet tembak nih. Kalau tidak segera keburu ditembak orang lain. Tapi grogiiii. Oh Tuhan bagaimana nih.

 

      Hari ini aku mantap akan menembak Ika. Aku menyayanginya, tak kusangka wanita yang awalnya sombong itu bisa aku taksir. Lihat saja diari, setelah ini aku akan menuliskan nyanyian hati yang indah untukmu. Aku akan mengajaknya pergi ke restoran. Aku akan mainkan piano untuknya. Lagu ini belum pernah aku mainkan sebelumnya untuk siapapun. Aku yakin ia akan terkesima dengan permaian pianoku yang sudah tingkat tinggi ini. Aku nyanyikan lagu cinta untuknya.  Ika, malam ini mohon terima aku ya, aku sayang sama kamu. Wah gila, galau banget nih diari aku, kalau sampai ada orang lain yang baca bisa mati aku…

           

      Hari-hari sekarang berjalan luar biasa, semua karena Ika menemani hari-hariku. Aku merasa mempunyai nyawa kedua yang selalu menemaniku. Ika, kamu memberiku cinta yang selama ini aku butuhkan. Aku beruntung memilikimu sebagai pacarku. Sebentar lagi aku akan meninggalkan kampus ini. Kampus yang penuh kenangan, suka dan duka. Berarti aku akan LDR dong sebentar lagi dengan Ika. Ah apa yang aku pikirkan, aku kan masih tinggal di Jakarta juga, pasti masih bisa sering ketemu nih. Lalu kalau misalnya aku terpesona oleh wanita lain bagaimana ? Aku kan laki-laki boleh dong nakal sedikit.  Ups tidak boleh satu sudah cukup. Aku tak mau menyakiti hari Ika. Ia sangat tulus menyayangiku. Tak enak aku kalau harus bermain api. Hari ini aku ngasih Ika cokelat. Dia bingung juga dalam rangka apa aku ngasih, hari jadian bukan, ulang tahun bukan, hari valentine bukan. Terus dalam rangka apa dong ?Aku bilang aja Cuma iseng. Dia udah terlanjur penasaraanaku ngasih dalam rangka apa. Haha. Aduh belajar ah, besok ujian…

 

      …Yeeeeeeeeees, aku lulus. Senang sekali nih. Baru kali ini aku sesenang ini, tapi kayaknya senengan pas jadian deh. Yang jelas kali ini bonyok juga ngalamin senang yang aku rasain. Aku berhasil lulus kuliah. Goodbye kampus yang penuh perjuangan, darah dan air mata. Gila lulus, nggak kerasa udah 4 tahun aku disini. Ika…, pacarmu udah punya gelar nih. Tadi sempet menangkap raut sedih juga sih dari Ika, tapi kok aku malah seneng ya kalau dia sedih. Kok begitu ? Soalnya berarti dia sayang sama aku dan nggak mau berpisah. Ah jadi makin cinta nih sama Ika. Malam ini aku mau dinner bareng Ika. Kayaknya dia bakal ngomong serius nih. Plis jangan bilang putus. Aku masih terlalu sayang sama dia. Jarak bukanlah halangan dalam bercinta. Jangankan jarak kematian juga bukan alasan agar cinta tidak bisa bersatu. Kira-kira ngasih kejutan apa ya ke dia, udah lama nih nggak ngasih kejutan. Ok dapat ide gimana kalau pas ketemuan nanti aku kasih hadiah kaus piano aja. Kemarin aku lihat tuh di mall. Dia pasti senang. Love you Ika

 

      Aku sudah mulai bekerja hari ini. Nggak kerasa aku sudah mulai beranjak dewasa. Aku sudah bukan ABG lagi yang bisa bersenang-senang. Masa produktif sebentar lagi datang. Untunglah aku masih punya Ika yang menyimpan semua memori masa mudaku. Terima kasih Ika telah menemaniku melewati perputaran masa dalam hidupku. Kerja apa sih aku ? Aku kerja sebagai konsultan muda. Nggak tahu deh kuat atau nggak. Aku gugup banget nih ngadepin dunia kerja yang sebenarnya. Untung deh ada Ika tadi yang nemenin aku makan malam. Dia memang paling tahu tentang aku. Aku banyak cerita ke dia tadi. Aku takut, gajiku tidak bisa membuat Ika senang. Maaf ya diari, aku nggak cerita ke kamu duluan….

 

      Tidak terasa sudah 3 tahun aku jadian sama Ika. Udah banyak hal yang aku lalui sama dia. Suka duka sudah aku lalui dengan penuh perjuangan dan keikhlasan. Aku memang sering selek sama dia. Tapi masih dalam taraf wajar. Sama seperti sekarang. Aku barusan marahan sama dia. Tapi baru satu hari marahan rasanya udah pingin baikan lagi sama dia. Ika maafin aku ya tadi aku marahin kamu. Besok kita ketemuan deh buat ngomongin ini. Aku nggak mau masalah kecil ini jadi besar. Ok, besok aku akan baikan sama kamu. Tapi gengsi nih kalau aku yang minta maaf duluan. Gimana ya enaknya ? Heh Nikki, udah deh, nggak usah nggak enakkan, daripada nanti putus. Putus ? No, aku masih sayang sama dia. Ok aku janji traktir dia deh malem minggu ini….

 

      Tunangan. Mungkin itu hal yang cukup sulit untuk aku lakukan. Kenapa ? Karena aku masih mau menganggap aku ini ABG. Aku sudah mau tunangan dengan Ika. Bagus deh. Tak kusangka aku akan tunangan dengan Ika. Ika…, gadis yang aku kenal dulu, yang kuanggap gadis sombong karena permainan pianonya yang cetek itu. Apakah ia akan menjadi tambatan terakhir untukku ? Tak tahu, mungkin waktulah yang akan menjawab segalanya. Aku hanya bisa berdoa yang terbaik. Jika memang dia jodohku, kenapa tidak ? Ia adalah wania yang sempurna. Mama juga sudah mengenal Ika dengan baik. Aku juga sudah mengenal keluarga Ika dengan sangat baik. Karir…, entah mengapa aku jadi berambisi sama satu hal ini. Tapi karirku begini-begini aja, jadi pengacara juga nggak laku-laku amat. Nanti kalau aku menikah anak isteri mau makan apa nih kalau kerjaan cuma begini. Aku nggak mau orang yang aku cintai nanti merana karena aku nggak becus cari uang. Aku hanya mau keluargaku mendatang bisa hidup dalam kecukupan, bukan hanya harta saja tapi juga kasih sayang. Sekarang aku sudah menjadi seorang laki-laki, bukanlah seorang cowok. Sudah banyak tanggung jawab yang harus aku emban, dan berbagai tanggung jawab menungguku di depan. Mama…, ingin sekali lagi aku tertidur di pangkuanmu, bertindak layaknya anak kecil yang sedang ingin bermanja, mengharapkan engkau mengelus kepalaku dan menyanyikan nina bobo padaku….

 

      Sudah dua bulan aku bertunangan dengan Ika. Kehidupan tak kusangka seperti ini, berputar seperti roda. Aku hanyalah sebuah titik dipinggir roda yang akan terus berputar mengikuti rotasi. Ika…, sebentar lagi aku akan menikahimu. Aku hanya perlu memantapkan diri untuk segera meminangmu. Namun aku bingung, karirku tidak bisa semulus yang aku harapkan. Apakah aku bisa membahagiakanmu jika aku menikahimu. Itu yang masih mengganjalku. Yang jelas aku mencintaimu. Cinta memang tak selalu memiliki, jika ada seseorang yang lebih bisa membahagiakanmu dibandingkan aku, aku rela melepasmu. Yang aku inginkan hanyalah melihatmu bahagia. Jika kamu bisa lebih bahagia tanpaku, aku  mengikhlaskanmu. Ika, i love you.

      Diari, belakangan ini aku banyak banget cerita tentang pekerjaan aku. Aku memang orang yang ambisius. Aku bahkan sekarang lebih memprioritaskan pekerjaan dibandingkan Ika. Namun semua aku lakukan hanya untuk membuatnya hidup layak nanti. Aku tak mau ia hidup sepertiku dulu, dibawah garis kemiskinan. Dan sekarang sepertinya keadaan memaksaku untuk memilih pekerjaan dengan percintaan. Jika aku menerima ini, aku harus meninggalkan Ika. Aku akan sangat sibuk jika menerima pekerjaan ini. Aku mungkin tidak punya waktu lagi untuk Ika. Jarak yang sangat jauh memisahkan. Sebenarnya jarak bukanlah masalah, namun tetap saja aku tidak bisa sepenuhnya untuk Ika. Aku tak tahu kapan aku kembali ke tanah air jika aku terima ini.  Aku bingung, aku mendapat kesempatan bekerja di luar negeri. Bilang ke Ika tidak ya. Karir Ika disini sedang bagus. Ia sedang membangun mimpinya untuk mempunyai sebuah wedding organizer. Nampaknya aku harus mulai memikirkan kalau aku dan Ika harus berpisah jalan. Jikalau aku berpisah jalan denganya, bukan karena aku sudah tidak mencintainya, namun karena aku sangat mencintainya sehingga aku tak mau menyakitinya. Pekerjaan, karir, cinta, nampaknya aku akan galau karena ini malam ini….

 

      Ika maafkan aku, aku tidak bisa berbicara denganmu mengenai hal ini. Maafkan aku setelah ini aku akan menganggapmu nomor dua. Aku hanya ingin kamu bahagia dan nampaknya bukan aku yang akan membahagiakanmu pada akhirnya. Aku benar-benar harus memilih antara karir dan cinta. Jika aku memilih cinta, aku takut kamu kecewa karena aku tidak bisa mencapai ekspektasimu. Kamu memang terlalu tinggi untukku. Aku tahu kamu pasti akan sakit setelah ini, apalagi semua embel-embel pernikahan sudah disiapkan. Jika kita memang berjodoh, aku yakin nanti takdir akan menyatukan kita. Aku sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Rasanya semuanya sudah  menjelma menjadi air mata. Maafkan aku Ika….

      Nikki, aku tahu sebenarnya kamu terlalu mencintaiku, kamu hanya tidak enak denganku jika harus hidup susah jikalau aku menikah denganmu. Bagiku tak maslaah dengan harta, bagiku aku hanya ingin bersamanya. Namun mengapa sekarang keadaan seperti berubah ? Apakah Amerika telah mengubah sifatnya ? Aku hanya ingin ia kembali seperti dulu, kembali menjadi tungananku. Aku akan katakan kalau aku menerima dia apa adanya. Sekarang nasi telah menjadi bubur, rencana tidak bisa diubah, semua sudah diset. Maafkan aku Nikki, kamu memang berengsek.

*

      Pernikahan belum pernah semegah ini. Dengan budjet yang tidak terbatas bagaimana mungkin tidak sebagus ini. Aku melangkah masuk ke dalam gedung. Semua sedang dipersiapkan. Aku langsung terjun sendiri dan membantu mengarahkan para pekerja untuk mempersiapkan gedung.

      Ini adalah pernikahan yang sempurna. Seperti inilah pernikahanku tiga tahun lalu jika Nikki tidak membatalkan pernikahannya. Semua ornamen sudah terhias dengan rapi, dekorasi telah terpasang melengkapi tema yang ada. Makanan sedang dipersiapkan. Nikki, maafkan aku, pernikahan ini ditujukkan untuk menjatuhkanmu.

      Kedua mempelai sudah masuk ke pelaminan. Aku tak menyangka Ashanti, seorang wanita mungil yang bertampang lugu itu bisa merencanakan semua ini. Kebencian seperti merasuki hatinya. Aku melihat Nikki yang berdiri dipelaminan disamping Ashanti. Ia begitu tampan. Aku menunduk. Tak kuasa aku melihat sosoknya kembali.

      Aku bingung dengan diriku sendiri. Ben bilang aku hanya mempunyai dua pilihan ; melepas Nikki selamanya atau merusak pernikahan ini. Ashanti kan hanya berpura-pura. Setelah ini, setelah Nikki di habisi oleh Ashanti apakah aku akan menerima Nikki kembali ? Entahlah, kalau memang jodoh tidak akan kemana.

      Sudah pukul 8 malam, pertunjukkan akan segera dimulai. Layar besar diangkut oleh orang logistik ke dekat pemaninan. Semua menyaksikan apa yang dilakukan orang logistik tersebut. Semua mengira-ngira apa yang kira-kira akan diputar di layar ini. Nikki terlihat bingung, ia berkata sesuatu kepada Ashanti. Kania datang menghampiriku.

      “Ika, ini mau nampilin apa sih ? Serius aku bingung dari kemarin layar tuh mau buat apa.”

      “Kamu lihat aja nanti.”

      Layar sudah terpasang, saatnya pertunjukkan. Lampu sedikit digelapkan. Para pengunjung yang sedang makan terlihat fokus ke layar yang sedang menampilkan film. Nikki, maafkan aku, aku melakukan ini padamu. Aku hanya ingin memberimu sedikit pelajaran. Video dimulai, terlihat foto-foto kenangan aku bersama Nikki. Ashanti video ini dengan sangat apik.

      Berawal dari sebuah pertemuan yang disengaja di sebuah unviersitas.

      Dua insan manusia ini saling mencintai satu sama lain, Ika dengan Nikki

      Terlihat video aku dengan Nikki di berbagai acara yang kami datangi dulu. Memori ini seakan terbuka kembali. Massa-massa indah yang aku lalui bersamanya sekaan terulang kembali saat aku melihat video ini. Semua video yang pernah terekam antara aku dengan Nikki diputar. Aku tak bisa menahan air mataku untuk mengalir saat melihat semua kenangan manis yang pernah aku lalui bersamanya. Sekitar 30 menit, video menampilkan antara aku dengan Nikki.

Sebuah takdir berkata lain, sang pria harus pergi sejenak untuk mencari kesuksesan  demi sang wanita.

Hari perpisahan tiba. Sang pria berkata akan berpisah dengan sang wanita. Sang wanita kesal, marah dan murka.

Ia bertanya pada sang pria. Sebenarnya dia(sang pria) anggap apa sang wanita ?

Si pria berkata, dua tahun lagi ia akan kembali dan mengatakan jawaban atas hal tersebut.

Dan sekarang ia ada disini untuk menjawab pertanyaan itu.

      Aku tak mengerti, mengapa videonya selesai. Apa sebenarnya maksud dari video ini. Katanya Nikki mau dijatuhkan. Aku melirik ke arah Ashanti di pelaminan. Ashanti tidak ada di sana, begitu juga dengan Nikki. Ashanti sudah berdiri dengan memegang mik di bawah panggung. Nikki berada disampingnya

      “Yak, kepada saudara Ika mungkin bisa kemari.”

      Hah, apa maksudnya semua ini ? Aku bingung setengah mati. Kania menyikutku. Semua mata tertuju padaku. Aku menuju kedepan. Heran, bingung, penuh tanda tanya. Langkah kakiku terasa berat saat aku mulai menerka apa yang sedang terjadi. Aku berjalan ke arah Ashanti. Nikki memegang mik dan berkata padaku.

      “Maafkan aku Ika. Aku membohongimu. Semua ini aku yang mengatur. Aku sengaja menggunakan Ashanti untuk membohongimu, membuatmu membuka kembali memori yang pernah kita lalui bersama, membuatmu merancang pernikahan yang sebenarnya dulu kamu inginkan, membuatmu membaca buku harianku yang sangat privat, membua kamu mengingat kembali diriku. Semua disini juga sudah tahu tentang rencanaku. Kania, Ben, Bu Yuanita, semua tamu juga sudah tahu. Aku menyuruh Ben untuk terus memantaumu selama 3 tahun kepergianku. Aku meminta Kania untuk membantu semua rencana ini. Dan aku tinggal memasukan bidak baru yaitu Ashanti yang membawa sebuah cerita palsu untuk membuatmu mengikuti apa yang aku inginkan. Aku telah kembali Ika. Maaf aku butuh lebih dari dua tahun. Aku berjuang mati-matian untuk membuatmu bahagia. Aku telah pulang dengan kesuksesan Ika. Sekarang aku telah selesai dengan ambisi karirku. Semua sama seperti yang tertuang di diariku. Bagaimana perasaanku padamu, alasan kepergianku, semua adalah tulisanku kecuali tulisan tanggal 9 Maret 2009. Itu hanyalah rekayasa. Sekarang aku sudah mantap jika ingin meminangmu. Kemarin tidak ada akad nikah, kamu belum melihat undangan pernikahan ini kan ? Tidak ada akad nikah disana. Kamu dulu pernah bertanya padaku, kau anggap apa dirimu bagiku. Sekarang aku akan jawab Ika. Bagiku kamu adalah calon isteriku yang aku cintai. Semua sesuai bukan dengan apa yang kamu inginkan; konsepnya, dekorasinya, makannannya. Inilah kejutan pertama selama tiga tahun aku tidak memberiku kejutan. Apakah kamu menerima diriku ? Kalau ya, inilah pernikahan kita, pernikahan paling megah dan sempurna yang pernah kamu buat.”

      Sial jadi aku dibohongi. Aku yang menjadi objek dalam skenario ini. Hal pertama yang aku lakukan adalah…, plak. Aku menampar pipi Nikki. Nikki sedikit terhuyung. Dasar pria berengsek. Setelah itu aku langsung memeluk Nikki. Semua yang telah ia perjuangkan selama 3 tahun ini adalah bukti cintanya kepadaku. Ia hanya ingin aku bisa hidup layak jika menikah dengannya.

      “Nikki aku masih mencintaimu. Aku tidak bisa menemukan pria lain yang bisa menyayangiku sebaik dirimu. 3 tahun bukanlah alasan untuk memudarkan cintaku padamu. Ini adalah kejutan terindah yang pernah kau berikan padaku.”

      “Terima kasih Ika, kamu masih setia menungguku. Maaf aku telat satu tahun, namun setelah ini aku berjanji tidak akan pergi lagi.”

      Aku memeluk Nikki dengan erat. Tak kusangka Nikki bergitu mencintaiku. Ia berjuang mati-matian hanya untuk membuatku bahagia jika menikah dengannya. Bagiku harta bukanlah alasan untuk tidak mencintainya. Aku tulus menyayanginya. Terima kasih Nikki, kamu memang penuh kejutan.

*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s