Layar Sentuh Dimana-mana

Lets say brand for this time; Iphone, samsung galaxy, nokia lumia, sony xperia, HTC, Oppo, blackberry, mito, smartfren, etc. Apa kesamaan untuk brand-brand tersebut ? Yes, they are gadget.  Apa sih fungsi gadgetmu ? Apakah telepon dan SMS masih merupakan fungsi smartphonemu ? Kalau aku sendiri udah lama sekali tidak menggunakan smartphoneku untuk telepon. Tidak lengkap hari ini tanpa internet dan whatsapp dengan smartphone. Yes, fungsi telepon genggam berevolusi cenderung dengan berkembangnya teknologi.

Coba deh kita perhatian bentuk alat komunikasi dari masa ke masa. Dulu pas aku kecil, ayahku menggunakan pager sebagai alat komunikasi. Tidak tahu pager ? Emang sih aku juga nggak ngerti cara kerjanya. Habis itu era bergeser ke telepon genggam model jadul yang Cuma bisa buat telepon. That’s what i mean.

nokia n1

Setelah itu bentuk yang sebesar ini berevolusi lagi. Namun tentu masih menggunakan ringtone monochromic, tidak berwarna, keypad alphanumerik, dan…, pokoknya jadul deh. Tapi aku suka sekali main snake dengan menggunakan ponsel seperti ini.

nokia 3310

Teknologi berkembang lagi. Handphone setidaknya sudah berwarna dan menggunakan ringtone polyphonic. Beberapa ada yang mempunyai fitur radio. Well ada fitur internet yang bisa digunakan. Namun aku dulu sama sekali tak pernah menggunakan internet dengan HP model seperti ini karena pulsanya mahal. Lagipula belum ada koneksi 3G.

nokia 6610

And then muncul hp berkamera. Ya masih jenis Hpnya masih sama sih, alphanumeric keyboard, tebel, dan layar 2 incian. Ketika aku punya HP model seperti ini, ya fungsi utamanya masih sama sih yaitu untuk SMS dan telepon. Internet kugunakan seperlunya saja karena biayanya mahal.

Nokia-3650-01

Era baru muncul setelah Iphone keluar. Setelah itu semua berlomba menggunakan touchscreen sebagai interface. Apalagi setelah itu teknologi 3G menjamur. Walaupun masih banyak vendor yang menggunakan keyboard fisik, teknologi itu perlahan tapi pasti ditinggalkan. Selamat tinggal keypad fisik. Perangkat kotak di saku yang adalnya dibilang handphone akhirnya berubah menjadi smartphone.

3g-iphone-1

Well pertama sih masih single core, lama kelamaan dual core, dan quad core. Awalnya ram hanya 256 mb, lalu jadi 512, 1 GB, dan 2 GB. Yang awalnya bentuknya sebesar HT, makin lama makin kecil dan tipis bahkan kurang dari 1 cm. Dan semua itu terjadi hanya dalam satu dekade. Dari yang layar hanya 2 inci sekarang berubah menjadi 5 inci dengan sistem touch screen.

SamsungGalaxyS411iPhone_5_AngledSharp_Front_Back_White_PRINT

And then what next ? Kemarin aku sempat melihat sebuah berita tentang sebuah teknologi. Teknologi berbasis kinect ini bisa mengubah layar apapaun menjadi teknologi layar sentuh. Apapun berarti apapun, bisa tembok rumah, papan tulis, meja, dan genteng rumah. Well aku cukup kagum dengan teknologi ini jadi aku ingin share ke pembaca.

Well hebat ya, jadi tak perlu layar. Tembok batu bata bisa disulap menjadi smart seperti itu. Ada Ubi yang bekerja sama dengan microsoft yang mengembangkan teknologi ini. Jadi bagaimana sih cara kerjanya ? Ada tiga komponen yang harus disiapkan Komputer windows, projektor, dan perangkat kinect itu sendiri (semacam kotak sebesar DVD player). Projektor dan kinect peralatan tersebut harus dihubungkan di komputer untuk memulai. Kinect akan mengkalibrasi keadaan sekitarnya.

Misalkan kita menggunakan dinding sebagai media layarnya. Kinect, yang dilengkapi sensor gerak, akan membaca gerakan yang kita lakukan kepada layar. Lalu projeksi akan mengikuti perintah gerakan kita. Misalnya kita ‘mencubit’ layar untuk zoom in. Maka sensor kinect akan membacanya dan memerintahkan komputer untuk zoom in dan terproyeksi ke layar. See, sebenarnya ini hanya permainan sensor membaca gerakan kita dan menyuruh komputer melakukan perintah yang kita mau. Tak perlu komputer touchscreen untuk melakukan ini.

Well maybe this technology bukanlah teknologi yang se’wah’ itu layaknya teknologi fleksibel paper atau corning glass. Tapi yang jelas teknologi ini sudah mulai dipasarkan oleh UBI. Kita, rakyat jelata, sudah bisa memiliki teknologi ini bila punya uang.

Mungkin saja beberapa tahun lagi kita tak akan melihat televisi-televisi di keramaian atau presentasi yang menggunakan remote untuk ke slide selanjutnya. Why ? Teknologi kinect sudah menggantikannya. Mungkin saja beberapa tahun lagi dinding harus di cat putih. Kenapa ? Karena mereka adalah pantulan animasi dan film. Sudah bukan jamannya dinding menjadi saksi bisu.

sumber

 http://www.digitaltrends.com/computing/new-kinect-app-turns-any-surface-into-a-touchscreen/#ixzz2cPE2ZZnv
http://trendgadget.web.id/kinect-for-windows-ubah-semua-permukaan-menjadi-layar-sentuh/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s