Mr Comblang vs Ms Break Up (PART I)

Akhirnya bisa nulis lagi. Huft, kerja di dunia emas hitam sangat menyita waktu, jadi sulit menemukan waktu untuk nulis. Tapi dimana aja kemauan disitu pasti ada jalan. Pasti ada waktu lah buat nulis kalau diniatin.

Malam minggu disebuah meja pojokan sebuah kafe yang terletak di balkon yang berhadapan dengan pantai.

       “Kamu tahu nggak kenapa aku ngajakin kamu kesini ?” kata pria itu sambil menggenggam tangan wanita yang menjadi lawan bicaranya.

      “Nggak tahu say.”

      “Coba tebak dong…,” goda pria itu.

      Sang wanita melihat ke meja yang sepertinya di dekorasi khusus untuk ‘sesuatu’. Ada gelas lilin dengan aroma terapi, makanan yang enak, alunan musik jazz yang lembut, bulan purnama yang indah, lampu jingga yang menhadi latar cahaya.

      “Apa ya…,” kata sang wanita pura-pura tidak tahu.

      “Aku butuh petunjuk,” kata sang wanita.

      “Apakah ini bisa memberimu jawaban,” kata sang pria sambil mengeluarkan sebuah kotak berwarna merah. Kalau dari luar, itu sudah pasti kotak perhiasan, mungkin cincin .

      “Kamu mau melamarku ?” kata sang pria.

      “Iya. Walau kita baru 6 bulan jadian, aku yakin kalau kita itu ditakdirkan untuk bersama. So, jawab ya i do atau i don’t ?”

      “Emmm…”

      Sang wanita tersenyum malu. Mukanya berubah menjadi kemerahan. Sebenarnya dia menyembunyikan euforia kesenangan yang siap untuk meledak. Namun ia menjaga sikap, bagaimanapun ini adalah tempat umum.  Bagian dirinya yang ada di dalam hati sebenanya sedang berteriak kesenangan sambil melompat kegirangan.

      “I..,” kata wanita itu memberikan jeda.

      “Yudha…, jadi begini…”

      Seorang wanita datang ke arah mereka berdua. Wanita itu datang dengan wajah penuh amarah. Atmosfer romantis diwarnai gereetan itu langsung menghilang.

      “Dasar kamu buaya darat,” wanita ketiga itu langsung mengambil jus jeruk yang berada diatas meja dan menyiramnya ke arah sang pria.

      “Siapa kamu ?” kata Yudha, sang pria sambil berdiri dan membersihkan bajunya.

      “Ya ampun Mas. Aku ini isteri kamu. Jadi perubahan sikap kamu selama ini itu karena wanita ini ? Benar kan kecurigaanku selama ini,” wanita itu berkata dengan mata berkaca-kaca.

      “Dia ini siapa Yudh ?” kata wanita yang hendak dilamar Yudha.

      “Sumpah, aku nggak kenal dia say,” kata Yudha dengan panik. Kejadian ini menjadi pusat perhatian di kafe itu.

      “Ya ampun, istigfar mas istigfar. Aku ini isteri sah kamu,” katanya dengan tangis yang mulai menggema.

      “Mas anak kita, yang masih berusia 3 bulan, sedang di rumah sakit sedangkan kamu malah asyik-asyikan disini. Hati kamu terbuat dari apa ? Siang malam aku banting tulang buat kita sedangkan kamu malah asyik-asyikan balap motor liar. Aku masih bisa sabar mas, aku masih bisa sabar untuk anak kita.”

      Sang pria berakting seakan tidak mengenal wanita ketiga itu.

      “Apa sih ini ? Kamu ini siapa ? Anak siapa ?”

      “Mas tega sekali. Sakit hati ini mas. Dulu kamu bilang akan setia, bertanggung jawab, dan mau berubah di depan aku….”

      “Cukup,” kata wanita satunya.

      “Kamu itu cowok berengsek Yudha. Berani-beraninya mengaku single di depan aku sedangkan isteri kamu sedang sudah begini. Mulai sekarang, lo gw end.”

      Dia berdiri dan menampar Yudha dengan kencang. Wanita itu berjalan cepat keluar kafe dengan emosi, seakan manusia pun bisa dia lahap. Yudha mengejar wanita itu.

      “Mas, kamu lebih memilih dia ketimbang isterimu sendiri,” kata wanita ketiga sambil berjalan mengejar Yudha,.

      “DIAM KAMU,”  Bentak Yudha kepada wanita ketiga itu.

      BUG. Tak disangka wanita yang hendak dilamar Yudha itu memiliki bakat petinju. Dia menonjok Yudha dengan kencang. Dia tak tega melihat harga diri wanita diinjak seperti itu. Yudha langsung KO di lantai. Acara lamaran batal, terlebih lagi hubungan mereka juga  berakhir.

      Pelayan restoran langsung menolong Yudha yang pingsan sedangkan wanita ketiga berjalan menjauh dari kerumunan orang. Wanita ketiga itu berjalan ke balik tembok, menemui wanita lain yang dari tadi mengamati dari kejauhan.

      “Gimana akting gw, hebat kan ?”

      “Kita ke mobil sekarang.”

      Kedua wanita itu langsung berjalan dengan cepat ke parkiran. Mereka masuk ke mobil dan langsung tancap gas dari restoran itu.

      “Gw acungin jempol buat akting lo Shiren.”

      “Ya iyalah. Shiren gitu loh.”

      “Sekarang gw yakin si Yudha bakal menyesal sudah mencampakkan gw. I’m so lucky having friend like you.”

      “Thank you. Call me Ms Break Up.”

      Oke, nama gw Shiren. Kalau panggilan terkenal gw itu Ms Break Up. Kenapa begitu ? Karena kerjaan gw itu ngerusak hubungan orang. Well itu bukan dalam arti negatif ya. Yang gw lakuin tadi itu karena emang  Yudha itu cowok berengsek. Sandra, temen yang ada di samping gw ini, adalah mantan pacarnya Yudha. Dia diputusin secara sepihak karena Yudha lagi deket sama seorang cewek yang mau dilamar tadi. Jadi sebagai sahabat sudah sepatutnya gw menjalankan bakat gw untuk menghancurkan hubungan mereka. Gw punya 1001 cara untuk membuat hubungan sebuah pasangan berakhir.

      “Oke Shiren. Sebagai bayarannya lo mau apa nih ?”

      “Apa ya ? Beliin gw baju Manggo dong. Ada baju yang gw taksir nih.”

      “Oke, mari Chao.”

 

*

Malam minggu disebuah taman yang dipenuhi lampu jalan si sepanjang jalannya. Ada danau kecil buatan yang memantulkan cahaya purnama di permukaannya. Suasana taman didominasi oleh pasangan atau muda mudi

     “Cepet , aku cuma punya waktu 10 menit. Ada janji habis ini,” kata sang wanita dengan ketus.

     Pria yang menjadi lawan bicaranya langsung gugup menghadapi kejutekan seperti itu. Namun ada sebuah suara yang masuk ke dalam telinga pria itu melalui headset kecil yang ia pasang. Dia mengucapkan apa yang terdengar melalui headset itu.

     “Kamu masih marah sama aku ?”

     “Nggak kok,” kata sang wanita.

     “Apa yang bisa aku perbuat agar kamu memaafkanku ?”

     “Udah aku bilang, kalau aku itu nggak marah. Cepet deh mau apa kamu ngajak aku kesini ?” kata sang wanita dengan jutek.

     “Kamu tahu Bulan, kenapa aku mengajak kamu kesini ?”

     “Ya nggak lah. Orang kamu yang ngajak ya kamu lah yang tahu apa tujuannya.”

     “Kamu pernah bilang kalau kamu itu paling suka bulan purnama, well mungkin karena terbawa nama kamu itu bulan ya. Aku mau kasih kamu bulan purnama.”

     “Hah ? Kasih bulan purnama ? Apa sih maksud kamu ?”

     Pria itu langsung menghadap ke danau. Dia menunjuk bayangan purnama yang berada di atasnya. Byur. Dia langsung berenang menuju ke tengah danau. Sang wanita kaget melihat kelakuan sang pria. Sang pria muncul ke permukaan. Pengunjung taman yang lain kaget, mengira ada yang terjatuh ke danau.

     “Ini purnama untukmu,” teriak sang pria dari kejauhan.

     “Kamu ngapain sih. Ayo cepet naik, nanti kamu masuk angin,” kata sang wanita.

     “Kamu mau maafin aku kan ?”

     Sang wanita tersenyum sambil berkata iya. Pria itu berenang menuju ke pinggiran. Tubuhnya menjadi basah  kuyup. Dia tersenyum kepada sang wanita yang sudah tidak lagi memasang wajah jutek.

     “Kamu kenapa melakukan itu ?” kata sang wanita.

     “Agar kamu mau memaafkan aku.”

     “Kenapa kamu pingin banget aku memaafkan kamu sih ?”

     “Karena aku masih sayang sama kamu.”

Ada suara di kejauhan yang berkata ke pria itu. Dialah sang mastermind yang mengendalikan kejadian itu walau hanya mengamati dari kejauhan dan memberi komando.

     “Sekarang lo kecup kening dia….”

     Komando-komando seperti itu akhirnya bisa membuat pasangan itu kembali akur kembali. Si pria mematikan panggilan komando itu. Sekarang biarlah mereka yang melanjutkan sendiri untuk membuat hubungan mereka makin akur dari sebelumnya yang sempat berantakan.

     Inilah tugasku, membuat pasangan-pasangan baru atau memperbaiki hubungan pasangan yang sedang rusak. Nama asliku Jono, namun semuanya memanggilku Mr Comblang. Aku mengendalikan salah satu pasangan melalui komando dan strategi. Namun sebelum itu aku harus benar-benar mengerti duduk perkara pasangan yang ingin aku satukan. Aku tak mau menyatukan pasangan apabila nanti merugikan salah satu pihak. Aku senang bila melihat pria dan wanita bisa bersatu dibawah payung cinta.

     Bayaran yang aku terima ? Biasanya sih barang atau traktiran. Aku memiliki 1001 cara untuk bisa membuat wanita atau pria luluh seketika. Namun selama ini aku hanya mempraktikan 10 jurus dari 1001 jurus yang aku punya. Oke, saatnya makan di tempat yang sudah dijanjikan klienku karena keberhasilan ini.

 

*

Di kantin kampus A, tempat Jono Kuliah.

 

      “Jono….”

      “Eh lo Satria. Kenapa ?”

      “Lo tahu kan gosip yang sedang berkembang tentang gw ?”

      “Lo lagi deket sama si Mawar kan ?”

      “Sip. Lo emang update gosip.”

      “Terus ?”

      “Comblangin gw dong sama dia ?”

      “Lah kenapa nggak lo langsung tembak aja ?”

      “Habis dia kayak dingin gitu sama gw. Gw nggak tahu apakah dia ada rasa sama gw atau nggak.”

      “Oke klien. Gw mau wawancara dulu kalau begitu. Kapan terakhir kali lo pacaran ?”

      “Emm 6 bulan lalu.”

      “Sama siapa ? Anak mana ? Dan kenapa lo putus ?”

      “Kenapa sih, kok nanya-nanya si Jon ?”

      “Jawab aja. Ini prosedur standar gw.”

      “Oke. Mantan terakhir gw itu namanya Jasmine. Anak universitas sebelah. Gw ama dia jadian itu kurang lebih 1 tahun. Alasan putus karena gw nggak cocok sama dia. Dia posesif gila. Hidung gw serasa di cocok sama dia.”

      “Oke…, deal. Gw akan comblangin kalian berdua.”

      “Bayarannya gimana Jon ?”

      “Nanti. Tergantung tingkat kesulitan nyomblangin kalian berdua. Tapi gw peringatkan yah. Kalau misalnya gw nemu sesuatu yang membuat gw tahu kalau ternyata lo jadian hanya untuk menyakiti si Mawar, gw akan hancurkan image lo di depan dia.”

      “Sip. Gw pingin jadian sama Mawar murni karena gw sayang sama dia.”

      “Oke. Tunggu komando gw selanjutnya ya.”

 

*

      Di kampus B, tempat Shiren kuliah.

 

      “Shiren.”

      “Eh lo Jasmine. Kenapa kok kayaknya madesu gitu ?”

      “Mantan gw lagi deket sama seorang cewek.”

      “Mantan lo yang mana nih ? Yang lo putusin gara-gara dia itu pelit ? Atau yang lo putusin karena dia tukang dugem ?”

      “Bukan. Itu si Satria. Anak universitas A. Gosipnya udah menyebar ke satu kampus A kalau di Satria lagi PDKT sama cewek yang bernama Mawar.”

      “Terus, masalah buat lo ? Lo kan udah putus sama dia.”

      “Iya. Tapi gw masih sayang sama dia.”

      “Duh lagu lama lo. Terus lo mau minta gw buat merusak hubungan Satria sama si Mawar ?”

      “Iya.”

      “Kenapa gw harus melakukan itu ?”

      “Lo tahu nggak kenapa gw putus sama Satria dulu ?”

      “Karena lo it posesif ?”

      “Ih apaan sih lo Ren ? Posesif dari mananya ?”

      “Terus kenapa lo putus sama dia ?”

      “Karena dia itu punya simpenan lain. Gw punya buktinya. Sifat Satria emang begitu. Gw lebih tahu bagaimana membenarkan sifat Satria dibandingkan cewek lain.”

      “Terus kenapa lo putusin waktu itu ?”

      “Biasalah gw kebawa emosi.”

      “Oke. Gw akan membantu lo. Tapi gw peringatkan yah. Kalau misalnya gw nemu sesuatu yang membuat gw tahu kalau ternyata lo hanya ingin merusak hubungan Satrian dengan kecengannya, lo yang akan gw ‘serang’.”

      “Sip. Jadi deal ya ?”

      “Deal.”

 

* bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s