Hidup itu Seperti Gado-Gado

Hanya ingin meluapkan sebuah renungan untuk diri sendiri yang lebih baik dishare juga ke orang lain. Hari ini, Senin 9 Februari 2015, Jakarta diguyur hujan dari pagi sampai sore. Ada sebuah benang merah yang aku dapat dari pergi ke kantor, berselancar di dunia maya, dan selentingan meja sebelah ketika makan siang tadi.

“Huuh hujan terus dari pagi.”

Apa yang salah dengan hujan ? Kenapa harus dieluhkan ? Bukankah hujan itu berkah ?

Apa karena hujan membuatmu basah ? Kalau begitu kenapa kamu mandi.

Apa karena hujan membuatmu tidak bisa jalan diluar ? Kalau begitu untuk apa ada payung dan jas hujan.

Apa karena hujan membuat Jakarta banjir ? Kalau begitu kenapa kamu, aku dan ribuan orang lain menginginkan hunian di Jakarta sehingga membuat kontraktor itu menyulap lahan hijau menjadi beton kokoh untuk bernaung

Apa karena hujan membuat jalanan macet ? Kalau begitu kenapa kamu tak pergi dari kota ini saja dan berkarir dikota yang sepi. Takut tak dapat cukup uang ? Rezeki sudah ada yang ngatur, dekati saja yang mengaturnya.

Jika sekali merasakan guyuran hujan seharian lalu mengeluh, kenapa tak pergi ke Gurun Sahara saja.

Jika sekali merasakan sengatan matahari seharian lalu mengeluh, kenapa tak pergi ke Antartika saja.

Jika sekali merasakan debu yang diterbangkan angin lalu mengeluh, kenapa tak membuat bangunan ditengah samudra saja.

Aku mencoba bercermin. Jika dengan semua berkah ini aku masih mengeluh, kenapa tak kugali kuburan untukku saja, lumayan untuk mengurangi jumlah penduduk dunia yang semakin sesak.

Ya bisa saja kan, hidup itu pilihan dan aku bisa memilih itu.

Jika aku bertanya padamu. Apa yang paling kamu suka dari makanan gado-gado ? Sayurnya ? Tempenya ? Telornya ? Bumbu kacangnya ? Ayamnya (ceritanya gado-gado special) ? Apakah enak jika semua isi gado-gado itu hanya tempe atau telornya atau ayamnya saja ? Abang penjualnya juga bingung kan kalau kita meminta gado-gado tapi Cuma telornya doang.

Ya inilah hidup, ibarat gado-gado. Tak semuanya adalah bagian yang disuka. Ada kalanya kita mendapat sayur pare yang pahit, ada kalanya kita mendapat ayam suwir yang enak. Namun semua itu adalah elemen yang saling melengkapi untuk menciptakan sebuah keseimbangan.

Dibalik rasanya yang pahit, pare mempunyai manfaat yang baik untuk kesehatan. Dibalik rasanya yang enak, ayam juga memiliki manfaat untuk kesehatan. Semua memiliki manfaatnya masing-masing namun tidak akan baik jika dalam dosis yang berlebihan. Oleh karena itu…, semua elemen harus ada untuk sebuah keseimbangan.

Dibalik hujan sehari yang mengguyur, ada tanaman yang bersyukur karena dilepas dahaganya.

Dibalik hujan sehari yang mengguyur, ada senyum anak kecil yang mengojekkan payung untukmu.

Dibalik hujan sehari yang mengguyur, akan ada fajar yang akan menyapa saat kamu membuka mata.

Dibalik hujan sehari yang mengguyur, akan ada hujan yang hanya sebentar saja.

Dibalik hujan sehari yang mengguyur, akan ada kemarau yang menunggu dipertengahan tahun nanti

Dibalik hujan sehari yang mengguyur, ada tawa dan kreatifitas meme bundaran HI dan godzilanya

Selalu ada manfaat yang lebih bisa dirasakan dibalik semua hal jika diterima dengan ikhlas. Namun terkadang semua itu terhalang oleh pikiran negative yang menjelma menjadi kalimat yang dieluhkan.

Sekian celotehan dariku, olehku, untukku dan kamu. Jadi…, mau memilih gado-gado lengkap atau gado-gado yang cuma ayamnya doang (Dikira orang gila kali ya sama yang jual)

Karena bagaimana dunia ini terlihat bergantung kepada bagaimana caramu merasakannya (quote by me).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s