Balada Pengantin Baru

Akhir-akhir ini termenung dengan undangan-undangan kawinan temen-temen yang berdatangan. Hmm, semuanya sudah mulai bersiap, mengambil satu langkah penting dalam sebuah kehidupan. Perlahan tapi pasti semua temen-temen juga bakal ngasih undangan satu persatu. Dan gue ? Gue belum berpikir sama sekali nggk berpikir kesana. Well semua orang punya hidupnya masing-masing kan ? Jadi menanyakan pertanyaan kapan nikah itu sama aja kayak menyebut Lord Voldemort di kisah Harry Potter. Kalau habis nikah pasti bakal jadi pengantin baru doong, nah gue cuma mau bermain-main imajinasi dikit dengan kisah fiksi pasangan yang baru nikah. Enjoy…

Dari sudut pandang laki-laki

Nit-nit-nit. Hadooh, plis deh ini hari libur, masa sih dibangunin sama alarm. Seinget gue, gue nggak nyalain alarm. Kalau begitu siapa ? Gue langsung membuka mata. Ada sosok lain di sebelah gue. Jangan teriak, memang selama 6 hari ini sudah ada sosok ini yang menemani gue tidur. Huuh, dia yang nyalain alarm, malah dia kagak bangun duluan.

Dia adalah Dian, wanita yang membuat gue berjanji untuk membahagiakannya seumur hidup gue. Kita menikah 6 hari lalu. Walau masa pacaran kita singkat, Cuma 6 bulan, gue merasa cocok dan…, pokoknya nggak bisa dijelaskan. Ada sesuatu yang membuat gue berpikir dan merasa kalau she’s the one. Mungkin ini yang disebutkan kalau jodoh tidak kemana.

“Eh udah jam berapa nih ?”

Akhirnya Dian bangun. Jam 10 pagi. Dia kemudian mematikan alarm dan mengulet. Jarang memang gue bangun sesiang ini. Ya memang karena kami tidur cukup malam juga. Dian terduduk dan tersenyum manis kea rah gue. Seketika gejolak dan asmara terbakar di hati. Belum lagi cinta yang menjadi bara api antara gue dengannya. Dia kembali berbaring dan berbisik di sebelah gue.

“Kamu lapar ?”

“Tentu sayang. Aku menghabiskan banyak tenaga tadi malam.”

“Aku akan siapkan makan,” katanya lalu kemudian mencium bibir gue selama sedetik.

Aaah, I love her very much. Kalau kata orang sih cintanya cowok itu gede di awalnya aja, makin lama akan berkurang. Well…, gue akan buktikan kalau itu salah.

Dari sudut pandang perempuan

 Aaah, indahnya pernikahan. Aku merasa lebih stabil dan terlindungi. Dia adalah Andi, pria yang aku pilih untuk menjadi orang yang akan bertanggung jawab kepadaku. Well, kalau dia akan melakukan tanggung jawabnya ya aku juga harus melakukan kewajibanku. Aku bangun, mengenakan pakaian dan langsung kedapur.

Sambil memasak sarapan, aku berpikir sejenak. Kami baru menikah selama 7 hari dengan waktu pacaran baru 6 bulan. Waktu yang sangat singkat untuk masa pacaran. Aku juga masih tergolong muda, aku 24 sedangkan dia 25 tahun. Kalau boleh jujur, ketika dia melamarku aku juga masih belum yakin 100 %. Tapia da sesuatu yang membuat gue bertindak harus menerima lamaran itu. Mungkin ini yang disebut dengan kalau jodoh nggak kemana.

Seketika ada tangan yang memelukku dari belakang dan menghembuskan nafas di leherku. Bulu kudukku langsung merindih, namun gairah ini menenangkanku, membuatku melepaskan hormone yang membuatku ikhlas untuk diperlakukan seperti ini.

“Masak apa ?” bisiknya.

“Nasih goreng.”

“Aku sudah lapar.”

“Tak lebih lama dari 15 menit lagi.”

“Kurasa akan lebih lama dari itu…, sayang…,” dia berbisik pelan di telingaku.

  Continue reading

What’s Your Hidden Passion ?

artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Acer Aspire P3. Info disini

Well, kalau membaca judul diatas…, gimana ya ? It’s a simple question but not all people can answer it. Coba tanyakan hal tersebut ke dirimu sendiri, apakah kamu dapat menjawabnya dengan cepat ? Jika kamu bisa, maka beruntunglah dirimu sudah menemukan passion-mu.

Passion, passion, passion, apa sih sebenarnya passion itu ? Apakah passion sama dengan hobi ? Apakah passion sama dengan pekerjaan ? Tidak selalu. Menurut wikipedia, passion adalah perasaan yang begitu kuat terhadap sesuatu. Passion melibatkan perasaan, antusiasme, dan hasrat terhadap sesuatu. Untukku sendiri, passion adalah panggilan jiwa untuk melakukan suatu hal yang memberikan kesenangan jiwa, manfaat, dan kepuasan batin.

Passion memberikan energi tak terbatas dan kebebasan berekspresi bagi kita.  Ketika melakukan passion (termasuk saya sendiri), kita tak akan mengeluh karena lelah atau hilang semangat. Alangkah bahagianya apabila passion itu adalah pekerjaanmu sehari-hari, pekerjaan primer yang kamu lakoni dari pagi sampai sore. Itulah hidup yang sebenarnya

And then what’s my passion ? Tak perlu banyak berpikir untuk menjawabnya. My passion is writting. Menulis apa ? Apapun, menulis cerpen, novel, artikel, atau review. Why writting ? Aku juga nggak tahu kenapa. Tapi yang jelas ketika menulis aku merasa menjadi diriku sendiri. Aku senang bermain dengan kata dan mengolahnya menjadi kalimat yang bermakna untuk orang lain.  Aku nggak pernah merasa lelah atau bosan ketika menulis. Inspirasi juga tidak pernah mandek ketika aku sedang menulis. Hanya berbekal laptop, alunan musik, dan teh hangat maka aku bisa membuat sebuah karya. Maybe i consider it as a gift. Thanks ya Allah. Continue reading

93 Million Miles

Beberapa hari terakhir aku sedang demam dengan lagu ini. Nada yang indah dengan aransemen yang bagus. Thank you Jason Mraz for singing this song. 93 million miles, ada di album Jason Mraz yang berjudul Love is Four Letter Word. Bukan bermaksud promosi album ya, tapi memang aku sedang ingin men-share makna lagi ini yang menurut aku cukup dalam dan mengena.

Ketika aku suka dengan sebuah lagu, maka pasti aku akan mencari lirik dari lagu itu dan memahaminya. Jadi jangan Cuma asal dengerin dan nyanyi-nyanyi aja ya karena semua penyanyi pasti memiliki pesan yang ingin disampaikan melalui lagunya. Begitu juga dengan lagu ini. Ketika aku membaca lirik ini…, wow maknanya dalam juga. Hal pertama yang langsung terbayang ketika membaca lirinya adalah Rumah, aka home sweet home. Continue reading

Jika Saya Ketua KPK maka Pemberantasan Sampai Akarnya

Artikel ini saya ikutsertakan dalam lomba blog KPK. Klik untuk info

Artikel ini saya ikutsertakan dalam lomba blog KPK. Klik untuk info

Saya membayangkan jika saya diangkat menjadi ketua KPK aka ‘kursi panas’ yang mempunyai fungsi strategis menyelamatkan moral dan aset bangsa. Untuk itu saya harus menginvestigasi, menyelidiki, dan mengawasi ke semua celah di pemerintahan agar tak ada praktik KKN. Saya pikir semua yang menjadi ketua KPK akan menjalankan fungsi itu.

Saya juga mempunyai sebuah pemikiran sederhana namun ingin sekali saya praktikan jika saya ketua KPK yaitu pemberantasan ke akarnya. Selama ini KPK terlalu terfokus pada pemberantasan. Kalau dianalogikan dengan nyamuk DBD, KPK terlalu fokus membunuh nyamuk agar tidak menggigit manusia, namun usaha untuk memutus mata rantai nyamuk masih kurang.

Pencegahan yang saya maksud adalah dengan pendidikan. Korupsi itu luas. Jika dewasa korupsi berarti mencuri uang negara, menyuap, upeti, dll, namun ketika masih sekolah definisi korupsi tak sama. Menurut saya mencontek, bolos sekolah, berbohong, dan segala tindak nonintegritas adalah tindak korupsi. Jika dilanjutkan maka tindakan tersebut akan membuat anak-anak terbiasa dengan dosanya. Buntutnya mereka akan fine-fine saja dengan korupsi yang sebenarnya nanti.

Saya akan kordinasi dengan menteri pendidikan untuk menggodok mata pelajaran pendidikan antikorupsi di sekolah. Guru akan memegang peranan penting untuk proker ini. Tentunya anggota KPK juga harus turun tangan dalam mengedukasi secara langsung ke institusi besar. Yah itu pemikiran saya untuk membuat KPK adalah Komisi Pemberantasan dan Pencegahan Korupsi. Continue reading

Dongeng Telenovela (PART II)

Mencoba transisi dari dunia kuliah ke kerja. Masih bingung datang ke kantor untuk ngerjain apa. Hmm, masih butuh banyak belajar untuk mengatasi “krik-krik-krik” time.

Hanya seperempat peserta yang berhasil lolos tantangan ini. Banyak yang pulang dengan tangan hampa. Lalu berlanjut ke tantangan selanjutnya yaitu tantangan dari sang raja. Yang diuji di tantangan ini adalah kecerdasan. Untuk menjadi seorang raja haruslah cerdas. Sang raja sudah duduk di hadapan seorang pemuda. Ia mengajukan sebuah pertanyaan. Barang siapa yang bisa menjawab pertanyaan itu dalam waktu kurang dari 20 detik, maka dia akan bisa lanjut ke tes selanjutnya.

“Sekarang aku akan mengetes kecerdasan kalian. Kalian punya waktu 10 detik untuk berpikir dan menjawab pertanyaan ini. Hanya 1 kesempatan menjawab. Pertanyaannya adalah…, buah, buah apa yang membuat kamu bingung.”

“Emmm, buah mangga.”

“Yakin ?”

“I…, iya.”

“Salah, jawabannya jeruk.”

“Hah jeruk. Kok jeruk ?”

“Nah bingung kan lo. Kamu gagal. Silakan keluar.”

Raja hanya menyanyakan satu pertanyaan itu ke semua pemuda. Pertanyaan ini cukup menjebak. Walaupun begitu tetap saja ada yang lolos. Hah gimana caranya ya lolos ? Bukannya semua jawaban bisa diklaim salah, bingung kan lo ? Disinilah dibutuhkan kepintaran untuk mengecoh sang raja.

Continue reading

Sesuatu yang Hilang dari Pendidikan

artikel ini saya ikut sertakan dalam lomba blog Gerakan Indonesia Berkibar. Sumber

Selama seminggu terakhir ini, saya sering melihat pemberitaan tentang tawuran antara dua sekolah yang menewaskan salah satu pelajar. Media memberitakan dari segala sisi dan mengupas dari berbagai aspek; dari sejarah sekolah tersebut, track record tawuran, kurikulum pendidikan, dan macam-macam. Dialog-dialog diadakan di berbagai stasiun televisi untuk menganalisa apa yang sebenarnya terjadi. Hal tesebut tentunya menyebabkan publik memiliki banyak persepsi mengenai dunia pendidikan Indonesia.  Mulai dari persepsi yang biasa-biasa saja, sampai persepsi yang terlalu menggeneralisir seperti contoh : “Inilah cerminan buruknya pendidikan di Indonesia.” Sebenarnya saya kurang setuju dengan pendapat-pendapat seperti itu yang kesannya terlalu negative thinking dan menggeneralisir. Yah mereka hanya berpendapat, dan tak ada larangan untuk itu jadi terserah kita mau menerima atau tidak. Walaupun saya alumni SMA 70, SMA yang menjadi perbincangan itu, saya tak mau menitikberatkan artikel ini ke ‘pembelaan’ ke almamater saya. Saya hanya ingin berpendapat menghubungkan antara tawuran-twauran itu dengan yang terjadi di pendidikan di Indonesia.

Saya memasuki bangku SD tahun 1996-2002 , SMP tahun 2002-2005 SMA, tahun 2005-2008, dan kuliah tahun 2008-2012. Tulisan saya, saya batasi hanya dari SD-SMA saja ya. Dari SD sampai SMP saya (katanya) mengadopsi kurikulum tahun 1994, lalu ketika SMA saya (katanya) menganut kurkulum KBK lalu KTSP. Hmm sebagai objek pendidikan, saya tak terlalu melihat perbedaan dari semua kurikulum yang saya lalui. Real yang terjadi di kelas adalah seperti ini. Duduk lalu mendengarkan guru ceramah, mengerjakan soal, dan diberi PR. Kalau SMA memang lebih lengkap karena ada lab, LCD (jarang si), TV untuk TV-learning (di perpus) namun itu hanya kegiatan minor yang tidak selalu dilakukan. Secara keseluruhan metode penyampaian ilmu di semua kurikulum tersebut sama; mendengarkan, mencatat, dan menghafal. Jadi kalau misalnya saya ditanya “apa sih bedanya KBK sama KTSP dulu ?” Maka jawaban saja adalah “saya tidak melihat adanya perbedaan”. Satu-satunya perbedaan yang terlihat jelas hanya kepanjangannya saja KBK itu Kurikulum Berbasis Kompetensi kalau KTSP itu Kurikulum Terserah Siapa Pengajarnya, eh… maksudnya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

Kalau perbedaan Kurikulum 1994 dengan KBK dan dengan KTSP pasti ada. Para cendikiawan yang merinci dan menyusun kurikulum ini pasti setengah mati dalam membuatnya. Mau tahu perbedaan pastinya seperti apa ? Check link ini .  Walaupun titik berat ilmu yang ingin disampaikan berbeda, namun menurut saya, yang sudah mengalami, tidak ada perbedaan metode mendasar sehingga jatuhnya tidak ada perbedaan yang signifikan tuh. Mungkin metode penyampaian seperti itu adalah metode yang paling mudah dan  feasible untuk dilakukan seorang guru ke muridnya yang berjumlah puluhan. Continue reading

Ekstraterestrial (PART II)

playing with imagination

“DUAAR.”

Aku tak tahu sekarang jam berapa, dan siapa orang iseng yang membuat suara gaduh itu. Ketenangan malam terusik oleh suara ledakan di depan rumahku. Aku langsung beranjak dari kasur untuk mengecek halaman rumah. Seperti ada suara ledakan bom berdaya rendah. Masa sih ada teroris di desa kecil ini.

“Suara apa itu John ?”

“Entahlah yah. Aku baru mau mengecek.”

Bersama ibu dan ayah, aku menuju halaman rumah. Hawa sungguh dingin ketika angin menerpa kulitku. Sumber ledakan berada di halaman belakang rumah. Deg-degan, apapunini mungkin saja bisa mengancam nyawaku. Sebuah benda terbuat dari metal tergeletak di belakang rumahku. Benda itu seukuran mobil, namun bentuknya bulat pipih. Kobaran api kecil menyala di sekeliling benda itu. Biasanya aku melihat benda ini hanya di televisi. Itu…, UFO.

“Bu, cePat telepon polisi,” kataku.

Aku mengambil sepotong kayu dan mendekati benda itu. Jadi kita tidak sendiri di bumi ini. Jadi ada kehidupan lain di alam semesta. Jadi peluang kehidupan itu memang benar. Jadi semua film-film ekstraterestrial di televisi itu terinspirasi dari kenyataan. Aku menelan ludah sembari memantapkan langkahku.

Continue reading

Budaya Timur (Masih) Merupakan Budaya Indonesia

Melihat ada info lomba blog paling Indonesia (info klik disini), langsung teringat pengalaman ketika hidup satu bulan di salah satu kota di Jawa Timur ketika dulu kerja praktik

Membentang dari sabang sampai merauke. Negeri dengan kekayaan alam yang mengakar di setiap jengkal tanah yang dipijak. Flora dan fauna menjadi penjaga keasrian batu zamrud di garis khatulistiwa ini. Berpuluh ribu kepulauan membentang diatas samudera yang menyembunyikan misteri laut yang begitu indah. Keragaman budaya dan adat istiadat menjadikannya kaya akan kemajemukan yang menjadi aset menggirukan. Negeri ini adalah warisan dunia akan sebuah potensi dan kekayaan. Ya aku sedang berbicara mengenai Indonesia.

Indonesia adalah sebuah negara yang terletak di bagian timur dunia. Secara geografis Indonesia terletak diantara benua Asia dan Australia yang merupakan bagian timur dunia. Hal ini menjadikan budaya dan corak ketimuran menjadi identitas jiwa masyarakat Indonesia. Walaupun Indonesia terdiri dari beratus-ratus suku dan golongan, adat ketimuran kental di individu masyarakat negeri ini. Nilai luhur ini merupakan warisan yang diturunkan para pendahulu untuk diteruskan ke generasi berikutnya. Saya yakin semua orang tua di Indonesia menanamkan budaya timur ke dalam diri anaknya.

Sebenarnya apa itu budaya timur dan apa bedanya dengan budaya barat ? Masyarakat dari bangsa timur dikenal dengan keramahtamahannya, bahkan terhadap orang asing. Kepribadian bangsa timur juga kental dengan tutur kata yang lemah lembut dan sopan dalam bergaul maupun berpakaian. Cara berpakaian orang timur cenderung tertutup dan tidak ‘mengumbar’. Sifat tidak individualis, saling menghargai dan tolong menolong satu sama lain tanpa pamrih menjadi sifat yang dijunjung bangsa timur. Kebiasaan untuk menjaga tali silaturahmi antar sesama, pekerja keras, tingkat keagamaan atau religiusitas yang tinggi, menjadi suatu hal yang lumrah di masyarakat timur.

Disini saya tidak bermaksud untuk mengatakan kebudayaan barat berbeda 180 derajat dengan budaya timur. Budaya barat juga memiliki kelebihan yang membedakan dengan budaya timur.  Orang Barat menggunakan ilmu pengetahuan dan filsafat dalam tindakannya. Mereka melakukan berbagai diskusi dan debat untuk menemukan atau menentukan makna yang sebenarnya. Penghargaan terhadap martabat manusia, kebebasan, dan penciptaan dan pemanfaatan teknologi menjadi suatu identitas bagi bangsa barat. Sebagai contoh, Liberalisme dalam dalam bertutur kata, berpakaian dan berpendapat tanpa membedakan status sosial adalah suatu hal yang wajar. Mereka banyak belajar dan juga mengajar yang awalnya datang dari proses diskusi dan perdebatan yang mereka lakukan.

Continue reading

I Won’t Give Up

lagu ini adalah drug aku selama beberapa minggu. I love this song. Thanks Mr A-Z.

I Won’t Give Up

when i look into your eyes
it’s like watching the night sky or
a beautiful sunrise
well there’s so much they hold
and just like them old stars
i see that you’ve come so far
to be right where you are
how old is your soul?

i won’t give up on us
even if the skies get rough
i’m giving you all my love
i’m still looking up

and when you’re needing your space
to do some navigating
i’ll be here patiently waiting
to see what you find

cause even the stars they burn
some even fall to the earth
we’ve got a lot to learn
god knows we’re worth it
no, i won’t give up

i don’t wanna be someone who walks away so easily
i’m here to stay and make the difference that i can make
our differences they do a lot to teach us how to use the tools and gifts
we got yeah we got a lot at stake
and in the end, you’re still my friend at least we didn’t tend
for us to work we didn’t break, we didn’t burn
we had to learn, how to bend without the world caving in
i had to learn what i got, and what i’m not
and who i am

i won’t give up on us
even if the skies get rough
i’m giving you all my love
i’m still looking up
i’m still looking up
i won’t give up on us
god knows i’m tough, he knows
we got a lot to learn
god knows we’re worth it
i won’t give up on us
even if the skies get rough
i’m giving you all my love
i’m still looking up

Lagu ini memberiku banyak kekuatan dan inspirasi untuk menjalani beberapa hari ini. Minggu ini memang merupakan minggu yang biasa. Aku baru saja memasuki semester terakhir masa perkuliahanku. Ritme akademik juga masih belum terasa. Tapi ada beberapa tantangan yang terjadi dalam kehidupan dan harus aku hadapi. Hidup adalah pilihan, di setiap pilihan memiliki tantangannya masing-masing.

Continue reading

Power of Motivation

by widikrisna

bagi yang selalu bertanya ap motivasinya. Sekarang akan aku beri jawabannya. Semoga tulisanku bisa memberikan motivasi kepada kalian.

Mungkin semua masih bertanya-tanya apa alasan yang membuatku melakukan hal yang orang sebut ‘diet’ ini. Bagiku aku sedang tidak melakukan diet, bagiku aku sedang melakukan dua hal yang berbeda dari kehidupanku sebelumnya. Apa dua hal yang berbeda itu ?

  1. Mengubah pola makan

Selama tiga bulan ini bisa dikatakan aku puasa dari nasi serta daging merah. Lalu lo makan apa wid ? Pagi-pagi aku makan telur rebus + pisang + teh hijau. Siang-siang aku makan sayur-sayuran + buah. Malam-malam menu makanku buah + teh hijau. Yah terkadang aku juga makan gorengan atau cokelat. Yang jelas aku mengurangi benar gorengan, karbohidrat dan lemak. Aku hanya makan daging dan nasi jika sedang pulang ke Jakarta.

  1. Olahraga pagi

Setiap pagi selama 6 kali dalam seminggu. Aku selalu bangun pukul setengah enam pagi dan jogging di saraga. Jika sedang di Jakarta aku jogging di kompleks rumah. Aku melakukan jogging kurang lebih 45-60 menit.

Selain dari dua hal tersebut, kehidupanku sama aja dengan sebelumnya. Sudah tiga bulan lebih aku melakukan dua hal yang berbeda itu. Penurunan berat badan hanyalah efek samping yang timbul dari dua hal yang dikombinasikan ini.

Banyak yang sudah mencoba melakukan seperti yang kulakukan karena mereka tergiur dengan penurunan berat badan yang kuraih. Bagaimana tidak, berat badanku yang awalnya 90 kg sekarang sudah turun menjadi 65 kg dalam kurun waktu 3 bulan. Siapa yang tidak mau jika  lipatan lemak yang menggumpal di perut hilang ? Siapa yang tidak mau jika ukuran baju mengecil sampai dua size ?

Kuacungi jempol bagi kalian yang sudah mau mencoba melakukan seperti yang aku lakukan. Aku hargai niat baik kalian. Banyak dari kalian yang berkata padaku “Gw mau coba deh wid, besok lari yuk.” Atau “Gw mau kayak widi deh, ngurangin makan sama olahraga.” Aku tahu tujuan kalian melakukan itu adalah untuk menurunkan berat badan karena yang kebanyakan bicara seperti itu adalah yang memiliki berat badan yang agak over (no offense). Ketika aku mendengar kalimat itu terucap aku selalu membalas. “Yang penting motivasi baru menemukan metode.” Lalu aku ditanya balik, “ Apa motivasi lo wid ?”. Lalu biasanya aku membalas, “ Nanti gw kasih tahu, sekarang belum waktunya.”

Kali ini aku tidak akan membalas dengan kalimat itu, kali ini aku akan membalas dengan sebuah alasan dan motivasi yang mendasariku melakukan hal yang kalian sebut ‘diet’. Aku akan beritahu  pada kalian apa yang membuat gw selama 3 bulan ini kuat melakukan dua hal tersebut. Apa menurut kalian alasan aku melakukan ‘diet’ ? Apakah karena ingin punya pacar ? Atau sedang ada wanita yang ingin di gebet ? Tidak bukan itu. Aku sedang tidak ingin mencari pacar. Jadi singkirkan alasan itu. Lalu apa dong ? Sudah siap untuk tahu alasannya ? Oke alasanku mengubah pola makan dan olahraga pagi adalah….  Continue reading