There’s Something About Alan (PART I)

Happy new year everyone…, sudah tahun 2015. Alhamdulillah Allah masih memberiku umur sampai detik ini. Tahun baru resolusi baru…, hmm kurasa resolusiku masih sama dengan tahun sebelumnya namun kali ini dengan semangat baru dan dengan kata harus diawal kalimatnya. 

Nyerpen lagi setelah sekiaan lama nggak nyerpen. Well i’m working on something bigger. Apapun yang aku dan skita semua kerjakan, asalkan itu baik semoga dapat tercapai Enjoy

“Soal ini ada yang bisa mengerjakan di papan tulis ?”

Hening. Sekejab ruangan kelas berubah menjadi kuburan. Semua nunduk plus ada yang pura-pura menghitung. Dosen berkepala botak itu menatap seluruh isi kelas, sudah seperti setan bertanduk yang mau menyerok manusia laknat ke neraka. Kenapa begini sih ? Aku jadi bingung sendiri.

        “Saya pak,” aku angkat tangan.

        Semua mahasiswa kaget sekaligus takjub. Kayak baru melihat cowok yang mengaku sedang hamil. Aku maju dan langsung menuliskan beberapa baris dengan rapi di papan tulis dengan percaya diri. Wong soal gampil begini.

        “Sudah pak.”

        “Bagus Alan, ini benar,” kata Dosen yang percaya nggak percaya.

        “Apa kamu sudah pernah mengerjakan soal ini sebelumnya ?”

        “Belum pak.”

        “Mmmh, mungkin…, kamu bisa menjelaskan ke teman-teman kamu tentang soal ini. Biasanya kalau yang menjelaskan sama-sama muda bisa lebih cepat kan.”

        Wah, kayaknya ini dosen nggak percaya. Oke aku langsung berbicara dengan detail semua teori yang aku gunakan dan penerapaannya ke soal ini. Kenapa sih ? Emangnya seorang Alan itu bego banget ya di mata mereka sehingga mereka tampangnya begitu banget.

        Pelajaran usai. Aku bersama keempat teman lain makan bersama. Mereka adalah teman-teman terbaikku, kemana-mana selalu bersama. Ada Beno, Charlie, Dhea, dan Erika. Kami menamai geng kami dengan geng ABCDE, ya itu kan singkatan nama kami. Kami semua adalah mahasiswa tingkat tiga jurusan Matematika di universitas terbaik di negeri ini.

        “Gile lo lan. Keren abis tadi ngerjain sama njelasin soalnya.”

        “Ah biasa aja.”

        “Iya. Kayak bukan Alan aja. Minggu ini lo beda banget deh Lan. Jangan-jangan Alan ini Alien yang menyamar lagi.”

        “Eeee…,” aku gugup.

        Bagaimana dia bisa tahu ? Apa dia berhasil masuk ke kosanku aka markasku. This is my little secret. Continue reading

Advertisements

Ada Apa Dengan Tinta ?

Its good to be back on my blog. Belakangan ini nggak sempet nulis blog…, well bukan karena sibuk banget sampe nggak bisa ngeluangin waktu buat mampir, tapi aku lagi memulai lagi nulis yang lebih panjaaang dari cerpen. Tapi tenang, minggu kemarin sempet punya sejam dan kebetulan ada ide buat cerpen.

Well, bagi penggemar film Ada Apa Dengan Cinta, pasti nggak asing dengan AADC 2014 yang dibuat sama Line kan ? Ya cerita galaunya Rangga ama Cinta selama belasan tahun. Bagi penggemar setianya, apa yang aku tulis ini semata-mata hanya untuk menghibr saja, tidak ada maksud untuk menjelekkan atau menghina. Semoga dapat menghibur

 

“Jadi beda, satu purnama di new york dan di Jakarta.”

Gue berkata itu pas yakin kalau cowok yang ada di depan gue itu si Mangga. Tuh kan bener. Kayaknya rambutnya dia dulu kriwil-kriwil kenapa sekarang jadi keren gitu yah. Mangga berjalan maju kedepan gue sambil tersenyum.

Loh kenapa nggak ngomong apa-apa, kenapa malah ngomong dalam hati ? Gue udah di gantungin 12 tahun nih, udah di PHPin. Bilangnya Cuma 1 purnama, purnama apaan. Udah gitu pas ketemu Cuma senyum doang dan berharap gue yang nyapa duluan. Dasar cowok berengsek.

“PLAK”. Gue menampar pipi Mangga.

“Au. Kok gue di tampar,” kata Mangga sambil memegang pipinya.

“Masih untung Cuma gue gampar. Tadinya mau gue pecahkan kepala lo biar ramai, biar mengaduh sampai gaduh.”

“Tinta kok jadi jutek gitu ?”

“Udah deh, ngape lo line-line gue ?” Continue reading

Crush on You, My Honest Review

Jadi ceritanya begini…, pada suatu hari, tiba-tiba Shinta Yanirma, itu loh teman aku pas acara Lomba Blog DPD, ngsih aku novel gratis karyanya. Well waktu itu soalnya akupernah ngasih dia novel gratis punya aku, Seven Checks. Woke deh, lumayan dapat bacaan gratis buat waktu luang. Setelah selesai baca, kayaknya nggak afdol deh kalau nggak di share ke semua. Oke this is my honest review.

Crush on You, novel bertebal 237 halaman ini, bercerita tentang hubungan percintaan antara Anne dan Bobby yang berasal dari latar belakang yang sangat berbeda. Anne merupakan anak perantauan dari Jakarta yang berkuliah di Bandung, sudah tingkat 4 yang sedang (tinggal) menyusun skripsi. Anne berasal dari kalangan…, bisa dibilang perpunya. Sedangkan Bobby adalah anak pertama dari 3 bersaudara yang berasal dari keluarga yang Broken Home. Dia bekerja sebagai supir Urban Travel Bandung – Jakarta. Sebenarnya Bobby adalah mahasiswa juga namun dia harus bekerja untuk menghidupi keluarganya. Dari penjabaran singkat itu, sudah pasti kan Bobby bukan dari kalangan berpunya.

Anne sering bertemu Bobby ketika Anne pulang ke Jakarta, lebih tepatnya Anne sengaja memaskan jadwal pulangnya dengan jadwal tugas Bobby. Hubungan Anne dan Bobby memang indah karena mereka saling mencintai namun hubungan mereka tak direstui oleh orang tua Anne. Then, what Anne’s father do to his daughter’s relationship ? Baca sendiri bukunya.

Continue reading

Perang Pramugari

Senangnya bisa menulis lagi…, well harus aku akui saat ini aku sedang manggadaikan passion dengan gaji yang lebih stabil. Well tapi suatu saat pasti aku akan kembali bangkit dan menulis lagi yang buanyaaak.

Jam menunjukkan pukul 15.30, kalau melihat tiket berarti 5 menit lagi aku harus naik ke pesawat. Aku bukan penumpang juga bukan petugas bandara. Kalau mau tahu siapa diriku coba saja nyanyikan lagu leaving on the jet plane. Yes, aku adalah pramugari. Aku menggeret koperku, bersama 3 pramugari lainnya, serta pilot dan coplilot. Gosip ringan selalu menyertai langkahku setiap ingin masuk ke pesawat.

Aku berjalan melewati jalur khusus untuk flight attendant. Mata penumpang yang sedang menunggu  tertuju kepada kami. Aku berjalan bak model yang sedang melenggang di runway. Dibayangan kalian semua pasti seorang pramugari adalah wanita cantik dengan tubuh molek yang bersikap lembut dan humble dalam melayani  penumpang. Yah kenyataannya memang begitu.

Aku sudah mengenakan seragam pramugari ini selama 5 tahun. Ini memang sudah menjadi cita-citaku sejak kecil. Aku sangat kagum dengan pramugari saat pertama kali aku naik pesawat. Mereka begitu anggun dan elegan. Baju yang mereka kenakan sexy namun tidak ngebitch. Perilaku mereka layaknya seorang ibu, penuh pengertian dan kasih sayang.

Tiap pekerjaan ada suka dan dukanya. Sukanya adalah ini adalah passionku, jadi tak perlu ada alasan lain lagi. Dukanya adalah aku harus jauh dari keluargaku. Nggak mungkin kan pramugari kerjanya kayak orang kantoran. Jangakan keluarga, tanah aja aku napaknya jarang-jarang. Well tapi itu tak membuatku lupa dengan yang namanya rumah.

“Aku dah mau naik pesawat.” SMS itu selalu aku kirim ke orang tua, adik dan tunanganku sebelum penerbanganku. Doa mereka adalah perlindungan yang paling manjur. Pasti semua akan membalas dengan urutan mama, papa, tunangan lalu adik. Semua berdoa kurang lebih agar aku selamat sampai tujuan. Walau simple, itu adalah pwer terkuat untuk ku bisa bekerja dengan penuh semangat.

Hari ini jadwal penerbanganku dari Jakarta ke hongkong. Penerbangan internasional dan domestic yang membedakan hanya penumpangnya saja. Kalau domestic kan lebih banyak muka local, kalau internasional banyak muka bule. Otomatis kalau penerbanyan internasional lebih banyak speak-speak bahasa inggris. Sisanya sih sama saja. Kalau masalah cowoknya, sama-sama centil ah menurutku.

Pesawat jenis boeing 737 ini mulai dipenuhi penumpang. Sebelum mereka naik, pasti pesawat sudah bersih dan rapi. Aku berdiri di kursi nomor 37 sambil tersenyum dan menyalami para penumpang. Kalau boleh curhat sih rasanya gigi ini sudah kering senyum mulu. Ya wong kalau misalnya diomeli sama penumpang juga modalnya harus senyum.

Semua penumpang sudah duduk, video keselamatan sudah diputar, peswat akhirnya lepas landas. Oke, setelah kondisi stabil aku harus mulai membagikan makanan ke penumpang. Membawa troli makanan di gang yang sempit ini juga butuh skill, apalagi kalau lagi turbulensi. Haha, aku sudah ahli bahkan kalau harus berlenggap di runway yang lagi gempa.

Kalau kondisi pesawat baru stabil seperti ini biasanya banyak penumpang yang banyak ke toilet. Setelah itu baru aku membagikan makanan. Aku sedang di bagian belakang pesawat, menyiapkan troli yang aku bawa, memastikan teh dan jus semua sudah lengkap, saat aku mendengar suara teriakan di tengah badan pesawat. Aku segera berjalan untuk melihat apa yang terjadi.

“BERHENTI.” Duar, seorang pria dengan seluruh muka ditutupi kupluk dilubangi di bagian mata berteriak kepadaku sambil menembakkan peluru. Peluru itu sengaja diarahkan meleset beberapa centi di atasku. Aku kaget bukan main. Ada sesuatu melingkar di tubuhnya. Itu…, bom. Jantungku berdebar bukan main. Tanganku langsung dingin. Continue reading

Bohong itu Dosa

Ni hari upacara bender,a jadi ketinget masa-masa sekolah dulu ada upacara. Haha jadi pingin bikin cerita yang ada upacara-upacaranya.

“Ma, aku berangkat ya.”

“Ya hati-hati di jalan.”

Huuuh pagi ini bangunnya kesiangan. Jam menunjukkan pukul 6.30, seharunya aku berangkat jam 6 tepat. Ngapain sih tanggal merah begini harus kesekolah. Eh iya, ini kan 17 Agustus ya wajib lah upacara. SMP-ku berjarak kurang lebih 12 km, papa pernah menghitung dengan speedometer mobil. Waktu tempuh dengan angkot kurang lebih 45-60 menit. Upacara akan dimulai jam 7.30, tapi seharusnya sudah harus datang sebelum upacar dimulai. Duh semoga jalanan nggak rame deh.

Aku memanggil bus yang sudah mau berangkat. Bisa lama kalau menunggu bus berikutnya. Nafas sedikit terengah-engah ketika aku naik ke dalam bus. Bus tidak seramai biasanya. Sekarang tinggal berdoa semoga supirnya semangat 45 buat nyetirnya, biar cepet nyampe dan nggak telat. Kebanyakan yang naik bus juga anak sekolahan yang mau upacara dan PNS yang memakai seragam.

Aku seperti biasa ngelamun disepanjang perjalanan. Fenomena pagi ini berbeda dengan biasanya. Semua sekolah dan aula yang kulihat dipenuhi orang yang mau upacara. Mereka semua memakai satu seragam, lengkap dengan sepatu hitam, dan topi. TOPI ??? Oh ya topiku ketinggalan. Waduh bagaimana ini. Gara-gara keburu-buru sih.

Balik lagi ? Kayaknya nggak akan kekejar. Kalau misalnya bolos upacara bisa dapat nilai 0 nih buat PPKN. Ancaman yang diucapkan ibu guru PPKN itu langsung terngiang di benakku. Jadi coret kemungkinan untuk balik lagi ke rumah buat ngambil topi, nggak akan kekejar. Kalau datang tanpa topi…, bakal di setrap dan dicatat namanya terus dapat hukuman.

Kalau nggak salah guru BK yang galak itu ngomong ke semua siswa kalau semua siswa wajib pakai baju putih biru, sepatu hitam, dasi dan topi. Kalau nggak bakal berdiri di barisan beda dan dihukum. Hukumannya apa sih ? Kalau berkaca dari 17an tahun lalu, hukumannya adalah kerja bakti satu sekolah. Walaah, malas banget tuh. Aku terus memikirkan bagaimana cara agar bisa datang upacara namun tidak disetrap. Continue reading

Cinderella, Bukan Hello Kitty

Belakangan ini, nggak sahur nggak habis tarawih pasti TV dibajak sama Mak dan Kakak buat nonton sinetron yang membuat semua orang benci sama Hello Kitty. Hadeeh, mending ngendon di kamar aja deh kalau udah gitu. Kenapa ya tokoh wanita di sinetron-sinetron Indonesia nggak dijadiin mutan Wolferine aja yang bisa ngeluarin pisau dari tangannya jadinya sinetronnya cepet tamat, nggak pake adegan licik-licikan atau selingkuh-selingkuhan. Anyway jadi terinspirasi buat sebuah cerpen. Bagi penggemar sinetronnya, take it easy aja ya. Cuma pingin mengeksplor sisi humor dari efek samping nonton sinetron.

Aneh, mungkin itu kata yang bisa menggambarkan kelaukan Yudi, suamiku. Ada apa dengannya ? Dia kelihatan berbeda sebulan belakangan ini. Sikapnya lebih dingin. Ketika malam dia pulang kerja, dia hanya mandi, makan, ngobrol seadanya lalu tidur. Paginya juga begitu, mandi, makan, ngomong sepatah dua patah kata lalu berangkat. Biasanya tidak sependiam itu. Jika akhir pekan, dia biasanya selalu ceria untuk mengajakku dan Rosa, anak tunggal kami, untuk jalan-jalan. Namun kal ini dia seperti enggan dan lebih memilih tidur atau lembur di kantor.

Aku sudah memancingnya untuk bicara. Mungkin dia sedang menghadapi masalah di kantornya. Mas Yudi berkata seperti itu, sedang ada masalah pelik di kantor. Ya itulah salah satu fungsiku sebagai isteri, tempat curhat suami. Namun mas Yudi enggan membicarakan masalah kantornya kepadaku. Dia bilang ceritanya panjang dan rumit. Namun tak masalah bagiku untuk meluangkan waktu mendengarkan curahtnya. Siapa tahu aku bisa memberinya solusi.

Tapi…., kok rasanya ada yang janggal. Feelingku berkata ada sesuatu yang disembunyikannya. Aku bisa tahu dari sorot matanya. Kalau melihat sinetron-sinetron yang aku ikuti di TV dari sore sampai tengah malam itu, tanda ini merupakan tanda-tanda adanya perselingkuhan di rumah tanggaku. Apa selingkuh ? Mungkinkah ? Dia sudah mengucapkan janji sehidup sematidenganku 5 tahun lalu. Kami bahkan sudah dikaruniai satu anak perempuan yang lucu dan cantik.

Jumat malam ini aku sudah bertekad, harus tahu apa yang terjadi padanya. Kalau dari salah satu episode di sinetron yang aku tonton, cara tahu apa yang terjadi adalah dari ponselnya. Semua jejak yang dia lakukan satu hari terekam jelas di ponselnya. Feelingku terasa kuat, mengatakan ada orang ketiga di rumah tangga kami.

Malam ini seperti biasa suamiku pulang dengan mobilnya. Rosa langsung menghampiri Mas Yudi yang baru keluar dari mobil. Mas Yudi mengelus-elus kepala Rosa sambil tersenyum. Kadar keceriaan itu berkurang selama sebulan terakhir ini. Biasanya dia langusng menggendong ani dan menciumnya. Rosa baru berusia 4 tahun, masih kuat untuk dia gendong. Continue reading

Bule Nyasar

Waktu menunjukkan pukul 8 delapan tepat. Pria itu mengambil tas backpacknya dari belt conveyor. Dia berkebangsaan Perancis, sebut saja namanya Raul. Ini pertama kalinya dia ke Jakarta. Rencananya dia akan ke Bali untuk tujuan backpacker. Hanya saja tiket murah mengharusnyaknnya sampai ke Jakarta sepagi ini sedangkan flight ke bali baru jam 5 sore. Sebagai backpacker sejati ya waktu selama 9 jam ini jarus dimanfaatkan untuk berkeliling ibu kota.

Berbekal browsing sana sini, dia sudah menentukan tujuan untuk backpacker di Jakarta yaitu ke Kota Tua dan Monas. Dari yang dia cari di Internet, masyarakat Indonesia itu ramah-ramah dan sopan, ciri khas masyarakat timur. Raul yakin perjalanannya di Jakarta akan berjalan lancar hanya dengan bekal internet dan Tanya sana sini.

Cuaca cukup panas. Ya memang dari internet, di Indonesia sedang musim kemarau. Bandara Soekarno Hatta cukup ramai. Dia pikir Jumat tak membuat bandara ramai. Raul keluar pintu bandara. Naik apa yak ke kota tua ? Sebagai backpacker, pantang untuk naik taksi atau travel. Naik bus dimana ya ?

“Where are you going sir ? I can guide you ?”

“Taxi sir ?”

“I can take you anywhere sir.”

Raul kaget dengan pelayanan bandara yang sangat antusias. Namun dia sudah mantap ingin naik bis saja. Sampai sebegitunyakah ? Sampai-sampai para penawar jasa itu terlihat sangat kecewa ketika Raul menolak.

“Where are you going sir ? I can give you Jakarta Tour right now,” kata seorang pria berkemeja biru. Raul agak bimbang. Ikut tidak ya ? Ada layanan tour di depan mata nih ? Dia tak menemukan data di internet kalau ada layanan tour di bandara. Well stick to the plan, naik bis biar paling murah.

“No thanks.” Continue reading

Perisai Langit

Well kemarin aku diceritakan oleh teman tentang sebuah teknologi. Menurutku teknologi ini cukup menarik. Temanku bilang teknologi ini sudah terapliakasikan dari buku yang dia baca, tapi pas aku searching di internet sih aku belum menemukan artikel yang mengatakan demikian. Hmmm, sudah terapliksikan atau belum, yang jelas teknologi ini unik menurutku.

Dulu kayaknya ngehits banget yang namanya global warming dan bagaimana cara menanggulanginya. LSM, media, atau apalah pasti gembar-gembor sama yang namanya emisi CO2, efek rumah kaca, dan dampaknya bagi kehidupan manusia. Ada pro ada pula kontra. Ada pula yang mengatakan kalau global warming itu tak pernah ada, maksudnya itu merupakan proses alami dan bukan karena perilaku manusia.

Bentar, apa sih global warming ? Ituloh meningkatnya suhu bumi karena efek gas rumah kaca. Jadi kandungan gas rumah kaca (CO2, NOX, SOX, dll) di atmosfir meningkat dan membuat panas radiasi matahari matahari terperangkap di bumi. Check this picture for illustration.

efek rumah kaca

Continue reading

Jomblo Sejati : Kencan Buta

Well, ini cuma cerita fklsi belaka. Apabila ada kesamaan tokoh dan tempat, bukan merupakan kesengajaan. Dan gw nggak tahu kenapa tampilan editing post wordpress gw berubah.

Hmmm….., jomblo sejati. That’s me. Kenalin nama gw Bimo. Gw mahasiswa tingkat akhir di sebuah perguruan tinggi di Jakarta, nggak boleh sebut merek ya. Well kehidupan kampus gw nggak terlalu penting sih. Disini yang mau gw ceritain adalah tentang cinta.

Harus gw akuin pengalaman gw tentang cinta : nol besar. Entah kenapa gw nggak pernah berhasil jadian sama satu cewek pun. Padahal tampang…, ya pas-pasain sih tapi kan idung gw satu, mata gw dua, kuping gw dua, semuanya masih lengkap kok. Body…, kurus nggak gemuk dikit sih, tapi kan nggak kayak gentong juga. Otak…, sebelas dua belas lah sama albert Einstein (yang katanya autis). Urusan dompet, nggak bolong-bolong amat, paling Cuma selembar dua lembar doang.

Cupid mana sih cupid ? Kayaknya tuh makhluk males amat manahin panahnya kearah gw. Apa Karena jomblo ini kutukan ya ? Ah nggak ah, mana ada yang mau ngutuk orang yang sudah terkutuk kayak gw ? Jadi kenapa dong nasib cinta gw gini amat ? Mungkin karena kurang usaha aja kali ya. Seperti kata pepatah. Someday someone will walk into your life and make you realize why it never works with anyone else.

Jadi gini ceritanya. Gw lagi suka sama cewek yang namanya Rianti. Dia anak jurusan sebelah, satu tahun di bawah gw. Pertama gw lihat mukanya dia…., gila kok gw nggak nyadar kalau ada bidadari di kampus gw. Padahal kan dia udah 3 tahun beredar di kampus gw. Mungkin Rianti yang membuat cewek-cewek lain nggak pernah nyantol sama gw.

Pertama sih gw kepoin dia di facebook. Eh nggak tahunya pas ngesearch-ngesearch, gw malah nemu satu cewek yang…, Rianti tuh Cuma level babu tiarap deh. Nama tuh cewek Riana. Oke target berubah, gw yakin Riana adalah cewek yang membuat semua cewek nggak pernah nyantol sama gw. Riana, anak kuliahan di Jakarta juga. Jurusannya sama kayak gw. Kalau dari about sama statusnya sih nih cewek lagi galau karena habis diputusin mantannya.

Awalnya gw iseng-iseng add facebook dia. Diapprove. Huaah, langsung pikiran melantur kemana-mana. Gw chat dia. Dia nanggepin. Haduh makin kemana-mana pikiran gw, untung belum sampe ke kasur. Haha. Kita tuker-tukeran pin. Tiap hari gw BBM tuh Riana. Sebulan dan dua bulan, gw makin akrab sama Riana. Tapi kita belum pernah sama sekali ketemuan.

Jadi ceritanya si Riana itu baru putus sama mantannya. Dia diduain. Hadeeh, cowok bego mana sih yang mau ngeduain cewek kece kayak Riana. Gw rasa gw mendapatkan momen yang pas untuk menjadi seseorang yang ada di sisi dia saat dia patah begitu. Dia suka curhat hal-hal yang cukup pribadi. Haaah senangnya, padahal kan gw baru kenal sama dia.

Continue reading

Koper Trouble

Well, another short story. Hope you like it.

“Ayo cepet bro. Jadwal kita ketat nih.”

“Tuh tas kita yuk ambil terus chao.”

Well, I’m in holiday. Capek nggak sih lo senin sampe jumat berangkat jam 5 pagi terus berkutat dengan kemacetan Jakarta. Belum lagi urusan di kantor yang bikin puyeng. Malam-malamnya juga harus berkutat lagi dengan kemacetan dan baru sampe rumah jam 9 malam. Haduuh, itulah realita kehidupan di Jakarta, kota yang kejam.

Penat ? Sudah pasti. Salah satu cara untuk menghilangkan penat ya dengan mengambil cuti seminggu terus liburan. Amerika. Sebuah negara amat jauh dari Jekardah…, negara yang tak pernah aku kunjungi sebelumnya atau bahkan terpikir untuk mengunjunginya.

Adalah Tommy, temanku yang mengatur semua Jadwal, tiket, dan hotel disini. Ya dia EO dalam liburan ini dengan imbalan kamar hotel dia patungannya paling kecil. Selain aku dan Tommy, juga ada Didith, dia yang paling berduit. Pokoknya kalau jalan-jalan harus sama dia, pasti nanti kecipratan deh. Tadi aja taksi ke bandara Soeta dia yang bayarin. Hehehe.

Kami bertiga mengambil koper kami dari belt baggage dan berjalan menuju keluar bandara. Hiruk pikuk bandara tidak terlalu ramai, mungkin memang karena bukan sedang musim liburan. Bule-bule dimana-mana, banyak yang bening-bening sih, lumayan lah buat cuci mata. Maklum kami bertiga ini masih 25 tahun. Pacar sih udah punya, tapi kan belum ada ikatan via cincin, jadi bolehlah lirik kanan kiri dulu. Continue reading